Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 83


__ADS_3

"Cerai? Aku tidak mau bercerai dan aku juga tidak ada niat menceraikan mu!" Balas March.


"Kau mau buat aku hidup dalam penjara, hah!! Buat apa tinggal di rumah besar, harta banyak, punya anak pintar dan lucu, tapi tidak ada cinta di dalam rumah itu!! Bukankah itu sama saja seperti dalam penjara."


"Hey.. tidak cinta tapi bukan berarti tidak perhatian kan? Aku kan memperhatikan mu, memperdulikan mu. Jadi..."


"Jadi apa!!" Bentak Julya memotong kata-kata March.


"Mau mempertahankan rumah tangga yang penuh kepura-puraan seperti itu? Aku tidak mau!! Lebih baik kita bercerai setelah anak ini lahir, daripada aku harus bertahan dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan!!" Kata Julya lagi.


Dari kata-kata Julya, March bisa menangkap kalau saat ini Julya sudah jatuh cinta padanya.


"Hah.. apa kau bilang? Maksud mu kau.."


"Iya! Aku sudah jatuh cinta pada mu! Tapi mulai hari ini akan aku cabut semua benih cinta yang sudah tumbuh dalam hati ku untuk mu!" Potong Julya.


Setelah mengatakan itu, Julya pun berlari keluar dari rumah meninggalkan March yang sedang mematung ditempatnya.


Ia kaget dengan pengakuan Julya dan sakit mendengar Julya ingin mencabut benih cinta yang ada dalam hatinya untuk March.


BRAAAK. Hingga suara orang tertabrak menyadarkan March dari lamunannya.


"Julya..." Pekik March saat mendengar suara itu. Pikiran buruk pada Julya pun memenuhi isi kepalanya.


March pun berlari keluar dari dalam rumah.

__ADS_1


Mata March membulat sempurna saat melihat Julya yang sudah terkapar di aspal jalanan dan sudah ada beberapa orang yang mengelilingi Julya.


"Julyaaaa!!!" Teriak March sambil berlari mendekati Julya dan menerobos kumpulan orang itu.


"March.. se-la-mat-kan a-nak ki-ta." Ucap Julya terbata-bata.


"Kalian berdua harus selamat!" Balas March.


March pun menggendong Julya ala bridal style dan berlari menuju mobilnya.


"Siapapun, tolong bukakan pintu mobil ini!!" Teriak March pada orang-orang yang tadi berkerumun.


Salah satu orang pun berlari mendekati March dan membantu membukakan pintu mobil bagian depan.


"Tolong mundurkan sandaran tempat duduknya." Kata March lagi pada orang itu.


Setelah tempat duduk sudah di setel agar Julya bisa berbaring. March pun membaringkan Julya di tempat duduk itu, memasangkan seatbelt pada Julya lalu menutup mobilnya.


"Apa tidak perlu di temani Tuan?" Tanya orang yang membantu-nya itu.


"Tidak usah. Terimakasih." Jawab March.


March pun berlari memutari mobilnya menuju pintu kemudi. Masuk kedalam mobil, memasang seatbelt lalu menyalakan mesin mobilnya. Sesekali ia melirik Julya yang masih membuka mata.


"Bertahanlah Julya. Aku mohon bertahan lah." Lirih March sambil mengusap rambut Julya dengan satu tangannya sedang satu tangannya lagi memutar setir mobil dan melajukan mobilnya.

__ADS_1


"March, kau ha-rus me-nye-la-mat-kan a-nak ki-ta." Lirih Julya terbata-bata.


"Kalian berdua harus selamat!! Harus!" Balas March.


Dengan kecepatan penuh March mengendarai mobilnya. Ia sudah tidak memperdulikan rambu-rambu atau tata tertib berlalu lintas. Isi kepala March hanya lah bagaimana agar cepat sampai dirumah sakit.


Bukan hanya tidak memperdulikan tata tertib berlalu lintas, bahkan untuk memikirkan kronologi dan pelaku penabrak Julya pun sama sekali tidak terbersit dalam kepala March.


*****


Setelah hampir lima belas menit, mobil yang March kendarai pun sampai di rumah sakit terdekat.


March tidak peduli apa rumah sakit yang ia datangi adalah rumah sakit dengan peralatan lengkap atau tidak. Yang penting, Julya harus cepat mendapatkan pertolongan pertama sebelum golden time untuk pertolongan pertama orang kecelakaan habis.


Setelah mobil berhenti, cepat-cepat March keluar dari dalam mobil lalu berlari memutar menuju pintu mobil tempat Julya duduk.


"Perawat!! Dokter!! Tolong, ada korban kecelakaan!!" Sambil March berlari, March juga berteriak pada tim medis untuk datang membantunya.


March pun membuka pintu mobil lalu membuka seatbelt yang Julya pakai. Syukur Julya masih sadar walaupun denyut nadinya mulai lemah.


Tim medis yang mendengar teriakan minta tolong March pun berlarian menghampiri March sambil membawa brankar.


March mengeluarkan Julya dari dalam mobil dan membaringkan Julya ke atas brankar yang tim medis bawa.


Setelah Julya berbaring diatas brankar, tim medis pun berlarian mendorong brankar itu menuju ruang gawat darurat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2