
30 tahun kemudian.
Ballroom Marrion Hotel di Paris.
Sekarang Raiden sedang berada di ballroom hotel mewah di Paris untuk menghadiri pernikahan putri rekan bisnis Daddy March.
Karena jadwal yang padat membuat Daddy March mengutus putra tunggalnya Raiden Maharaja Alfian untuk menghadiri resepsi pernikahan putri rekan bisnisnya di Paris.
Dan tentunya kedatangan Rai tidak sendiri, karena saat ini Rai di temani oleh sepupu yang merangkap menjadi sahabat dan asistennya, siapa lagi kalau bukan Satria. Putra pertama pasangan Neon dan Novi.
Neon dan Novi memiliki dua anak. Satu putra yaitu Satria dan satu putri yang bernama Vixya.
Kembali ke Rai dan Satria.
Karena pengantin wanita adalah seorang model dan pengantin pria adalah seorang pengusaha dari Paris. Maka sebagian besar tamu yang datang adalah dari kalangan model dan pengusaha.
"Sat, arah jam tiga. Gaun maroon." Rai memberi kode pada Satria. Kode yang hanya Rai, Satria dan dua orang teman mereka yang lain yang tahu akan maksud kode itu.
Satria pun menoleh kearah kode yang Rai berikan.
"Bagus juga." Respon Satria.
"Bagaimana dengan mu?" Tanya Rai.
"Entah lah, aku masih mencari." Balas Rai.
"Baiklah selamat mencari. Aku mengunci target dulu." Ucap Rai lalu pergi meninggalkan Satria dan berjalan mendekati gaun maroon.
Ternyata, kode itu adalah kode untuk memberitahu Satria kalau Rai sudah mendapatkan target yang akan menjadi teman one night stand-nya.
Ya, Rai dan Satria adalah seorang bastard bersama dengan dua teman lainnya.
__ADS_1
Dan malam ini tidak ingin mereka sia-siakan untuk mencari partner ONS mereka sebelum mereka kembali ke Indonesia.
"Hai Nona." Sapa Rai begitu dirinya sampai disebelah target bergaun maroon.
"Hai." Balas Nona bergaun maroon itu.
"Kenalkan aku Rai." Ucap Rai sambil menjulurkan tangannya.
"Elisa." Balas Nona bergaun maroon sambil menerima uluran tangan Rai.
Mereka pun berjabat tangan beberapa detik, tapi bukan sembarang berjabat tangan, melainkan Rai sambil memberi kode dengan tatapan matanya pada Elisa seolah meminta Elisa menjadi partner ranjangnya malam ini.
"Apa kau punya waktu malam ini?" Bisik Rai.
"Kenapa? Apa kau ingin mengajak ku kesuatu tempat?" Elisa bertanya balik.
"Aku yakin kau tahu kemana aku akan membawa mu." Balas Rai.
"Apa yang akan kau berikan padaku jika aku mau menerima tawaran mu?"
Elisa tersenyum tipis.
"Tunggu aku di depan lift." Bisik Elisa dengan nada menggoda.
"Jangan lama-lama." Balas Rai.
Rai pun pergi dari hadapan Elisa. Dan sebelum keluar dari tempat resepsi, Rai berpamitan terlebih dahulu dengan Satria.
"Sat, aku duluan!" Pamit Rai.
"Oke. Selamat bersenang-senang brother!" Balas Satria.
__ADS_1
Setelah berpamitan pada Satria, barulah Rai keluar dari dalam ruang resepsi dan menunggu Elisa di depan lift.
*
*
*
Kini Rai sudah berada di depan lift dan sudah hampir lima menit menunggu Elisa disana.
Ting. Tiba-tiba pintu lift terbuka.
Refleks Rai pun menoleh ke arah pintu lift.
Mata Rai membulat seketika saat melihat sosok wanita yang ada di dalam lift begitu pintu lift terbuka.
Entah kenapa Rai merasa ada ribuan kupu-kupu menggelitik dada-nya begitu melihat sosok wanita itu.
Sedangkan si wanita terlihat biasa saja melihat Rai. Wanita itu pun keluar dari dalam lift dan berjalan melewati Rai yang sedang ternganga menatapnya. Dan Rai, matanya tak berkedip memandang wanita itu meski wanita itu sudah beberapa langkah melewatinya.
Merasa mendapat tatapan tidak lazim dari Rai, wanita itu menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya. Ia pun kembali berjalan mendekati Rai.
Rai pun tersadar dari rasa kagumnya, ia pun cepat-cepat mengalihkan pandangannya dari wanita itu.
Namun tinggal beberapa langkah lagi wanita itu sampai padanya, tiba-tiba saja ada seorang wanita yang memanggil nama wanita itu.
"Mishea!!!"
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...