
Satria mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah gadis yang sedang bertanya padanya juga dengan menggunakan bahasa Indonesia.
"Apa kau bisa bahasa Indonesia?" Tanya Satria. Karena gadis yang ada di hadapannya itu berwajah bule.
"Mmm.. Mommy ku orang Indonesia dan orangtua ku tinggal di Indonesia." Jawab gadis itu.
"Oh.." Satria membulatkan mulutnya.
"Oh iya, maaf karena sudah membuat makanan mu berantakan." Ucap Satria tidak enak hati.
"Tidak masalah. Aku bisa membelinya lagi." Balas gadis itu.
"Jangan, biar aku saja yang menggantinya." Balas Satria.
"Ayo." Satria menarik tangan gadis itu dan berjalan menuju tempat pemesanan.
"Mas!" Satria memanggil salah satu pelayan laki-laki yang sedang membersihkan meja.
Pelayan laki-laki itu pun menoleh ke arah Satria. Saat melihat pelayan itu menoleh ke arahnya, Satria pun melambaikan tangannya dan pelayan itu pun berjalan mendekati Satria dan gadis itu.
"Iya Pak, ada yang bisa saya bantu?"
"Tadi saya menumpahkan makanan Nona ini di depan sana. Bisa tolong di bersihkan?" Ucap Satria lalu mengeluarkan dompet dari dalam saku celananya.
"Ini uang tips buat kamu." Kata Satria sambil memberikan uang sepuluh dolar pada pelayan itu.
Dengan senang hati pelayan itu pun mengambil uang dari tangan Satria, "baik Pak, terimakasih tips-nya." Ucap pelayan itu lalu pergi ketempat dimana makanan itu berserakan.
Setelah pelayan pergi, Satria dan gadis itu pun berjalan sedikit lagi menghampiri meja pemesanan.
"Pesan lah makanan mu." Ucap Satria.
__ADS_1
"Aku jadi tidak enak." Balas gadis itu.
"Harusnya aku yang bilang begitu." balas Satria.
"Baiklah. Aku pesan ....." Gadis itu pun menyebutkan makanannya.
"Banyak sekali pesanan mu. Apa kau yang memakan semua itu?" Tanya Satria karena gadis itu memesan dua bungkus nasi padang, rendang dua porsi, ayam pop dua porsi dan sayur daun singkong tumbuk santan dua porsi.
"Itu porsi dua orang." Jawab gadis itu.
"Dengan teman mu, kekasih mu atau suami mu?"
"Tidak semuanya. Tapi dengan Kakak-ku." Jawab gadis itu sambil tersenyum tipis.
"Oh..." Satria hanya membulatkan mulutnya.
Tak lama pesanan gadis itu datang.
"Baik Pak." Balas pelayan wanita itu.
"Terimakasih sudah mentraktir ku."
"Itu bukan traktiran tapi permohonan maaf."
"Baiklah kalau begitu, aku pulang dulu kalau begitu." Pamit gadis itu lalu pergi meninggalkan Satria.
"Pak, Bapak pesan apa?" Pertanyaan pelayan wanita itu berhasil mengalihkan perhatian Satria yang terus memandangi punggung gadis itu.
"Oh.. iya.." Satria pun menyebutkan pesanannya.
"Makan disini atau di bungkus?"
__ADS_1
"Makan disini saja."
"Kalau begitu silahkan duduk, nanti kami antar ke meja Bapak."
Satria pun memutar tubuhnya. Namun baru saja ia hendak melangkah menuju meja, Satria baru ingat kalau dirinya belum berkenalan dengan gadis itu.
"Ah.. sial, aku lupa menanyakan namanya lagi!" Gerutu Satria.
Satria pun berlari keluar dari restoran hendak mencari gadis itu, siapa tau saja gadis itu belum jauh dari restoran, tapi sayangnya gadis itu sudah tidak terlihat lagi di sekitaran restoran.
Mau tak mau Satria kembali lagi ke restoran dan duduk di table-nya menunggu pesanannya datang.
*
*
*
Apartemen Twin Mi.
Ceklek. Mishella membuka pintu apartemennya.
"Kak.. Kak Shea. Ini nasi Padang-nya." Teriak Mishella sambil berjalan memasuki dapur.
Ya, gadis yang di tabrak Satria di restoran tadi adalah Mishella, kembaran Mishea.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...