Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 88


__ADS_3

"Hannoks, apa kau sudah melacak dimana keberadaan Agus?" Tanya Neon.


Kini mereka sudah berada dalam mobil.


"Sudah. Sepertinya dia berada di perkampungan yang tak jauh dari rumah Julya." Jawab Hannoks.


"Baik lah, ayo kita kesana." Kata March penuh semangat. Ia sudah tidak sabar mematahkan rahang Agus karena sudah mencelakai Julya dan membahayakan anak yang ada dalam kandungan Julya.


Neon pun mengendarai mobilnya. Mereka hanya menggunakan satu mobil yaitu mobil Neon.


Setengah jam kemudian.


Mereka pun sampai di sebuah perkampungan yang jaraknya tak begitu jauh dari rumah Julya.


Karena mobil tak bisa masuk di perkampungan itu, terpaksa mereka meninggalkan mobil mereka di lapangan dan mereka pun berjalan menghampiri titik yang telah Hannoks lacak sebagai titik persembunyian Agus.


"Sepertinya itu tempatnya." Tunjuk Hannoks pada sebuah gubuk. Gubuk bukan sembarang gubuk, melainkan gubuk esek-esek, tempat pasangan yang tidak mampu membayar hotel tapi tidak tahan ingin melampiaskan hasratnya.


"Apa kau yakin?" Tanya March.


Hannoks menganggukkan kepalanya.


Mereka pun berjalan mendekati gubuk yang ada dipinggiran sungai itu dengan sangat perlahan dan hati-hati.


"Ssh... Ah.. uh.. oh.." suara des*ah makin terdengar jelas saat mereka sudah berada tepat disamping gubuk.


"Cih.. menjijikkan!! Bisa-bisa'nya dia membawa wanita kesini! Apa dia tidak sanggup membayar hotel!" Lirih March pelan.


"Sst.. jangan berisik! Nanti mereka bisa mendengar suara mu!" Ucap Neon memberi peringatan.


"Siapa yang mau masuk?" Tanya Neon.

__ADS_1


"Kau dan Hannoks!" Jawab March.


"Kenapa aku! Kan yang mau balas dendam kau!" Balas Neon.


Baik Neon dan March sama-sama tidak mau masuk menggrebek Agus karena malu jika harus menggrebek Agus yang sedang asyik berolahraga.


"Sudah.. sudah!! Kita bertiga masuk bersamaan!" Ucap Hannoks menengahi perdebatan March dan Neon.


"Ayo." Hannoks pun menarik tangan March dan Neon bersamaan dan mereka pun berjalan menuju pintu depan gubuk.


BRAK. Dengan sekali tendangan kaki Hannoks, pintu pun terjatuh.


Sontak Agus yang sedang menunggangi wanitanya menoleh ke arah pintu.


Mata Agus membulat saat melihat sosok March.


Agus pun cepat-cepat menarik 'miliknya' dari dalam goa wisata.


Melihat Agus ancang-ancang ingin kabur, March, Neon dan Hannoks pun langsung mendekati Agus. Mereka sudah tidak peduli lagi dengan penampakan Agus dan wanita-nya yang sedang dalam keadaan polos.


"Aakh.. apa-apaan ini!! Lepas!! Lepas!!" Ronta Agus.


Beruntung tidak ada rumah penduduk disekitar gubuk itu, kalau ada sudah pasti orang-orang akan berdatangan menghampiri mereka. Tapi kalaupun ada orang yang datang, bukan March, Neon dan Hannoks yang malu, melainkan Agus karena sekarang Agus dalam keadaan tak tertutupi sehelai benangpun.


"Diam kau!! Atau ku potong 'barang' mu itu!!" Ancam March.


March menarik Agus keluar dari gubuk.


"Pakaikan dulu bajunya! Masa kita membawa dia dalam keadaan seperti itu." Kata Hannoks sesampainya mereka di luar gubuk.


Neon pun mengambil pakaian Agus yang Hannoks pungut. Lalu memakaikan pakaian itu satu persatu ke tubuh Agus layaknya seorang anak kecil yang belum tahu memakai baju-nya sendiri.

__ADS_1


Setelah Agus sudah berpakaian lengkap, mereka pun kembali berjalan menuju lapangan dimana mobil mereka terparkir.


"Hey.. tunggu!! Bayaran ku mana?!" Teriak wanita yang tadi Agus tunggangi.


Sontak mereka pun menghentikan langkah kaki mereka.


Neon pun merogoh saku celana Agus untuk mencari uang Agus. Kosong, tak ada selembar uang pun dalam saku celana Agus.


"Kau tidak punya uang?" Tanya Neon.


"Tidak!"


"Haish!! Pakai jasa wanita bayaran tapi tidak punya uang!" Geram March sambil menjitak kepala Agus.


"Hannoks, berikan dulu." Perintah March.


"Aku tidak punya uang cash!!" Jawab Hannoks.


"Kau?" Tanya March pada Neon.


"Entahlah, biar ku lihat dulu." Jawab Neon. Neon pun mengeluarkan dompet dari saku celananya. Lalu membuka dompetnya.


"Hanya ada dua puluh ribu." Ucap Neon sambil mengeluarkan selembar uang dua puluh ribu dari dalam dompetnya.


"Berikan saja!" Kata March.


Neon pun menggumpalkan uang itu lalu melempar ke arah wanita yang masih berdiri di depan pintu.


Setelah Neon melempar uang itu, mereka pun kembali melanjutkan langkah kaki mereka.


"Hey.. kenapa dua puluh ribu!!!" Teriak wanita itu.

__ADS_1


Bersambung...


*** selamat merayakan hari raya idul fitri bagi teman-teman yang merayakannya. Minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏 ***


__ADS_2