Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 36


__ADS_3

"Ish.. ish.. ish.." cibir Rai sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Tobat Sat, tobat!! Mau sampai kapan kau begini!" Ucap Rai sok menasehati Satria, padahal dirinya juga sebelas dua belas dengan Satria.


"Cih!!" Decih Satria mendengar kata-kata Rai.


"Kau sedang mabuk?!" Tanya Satria dengan tatapan mengejek.


"Tidak, aku dalam keadaan sadar sekarang." Jawab Rai dengan wajah yang berbinar-binar karena tiba-tiba kecupan manis Mishea di pipinya melintas di pikiran Rai dan itu membuat Satria jijik dengan ekspresi wajah Rai.


"Kenapa kau menjijikan sekali hari ini, hah!!" Omel Satria sambil melempar bantal sofa.


"Menjijikkan bagaimana?"


"Lihat wajah mu, seperti ABG yang sedang jatuh cinta!"


"Memang aku sedang jatuh cinta!" Balas Rai dengan bangganya.


"Uhuk.. uhuk.." Sama seperti Daddy March dan Ayah-nya, Satria juga tersedak salivanya sendiri begitu mendengar pengakuan Rai.


"Kau sudah sarapan kan sebelum pergi bekerja? Aku takut cacing-cacing yang diperut mu itu menggerogoti otak mu sangking laparnya!"


"Sialan kau!" Balas Rai sambil melemparkan bantal ke arah Satria.


"Aku serius Sat!!" Ucap Rai. Kali ini Rai mode serius.


"Kau jatuh cinta dengan siapa?" Tanya Satria sambil memicingkan matanya.


"Kau kenal kok orangnya!"


Satria diam untuk beberapa saat sambil menerka-nerka siapa wanita yang sudah membuat Rai berhasil merasakan jatuh cinta.

__ADS_1


Tak lama Satria membulatkan matanya.


"Jangan bilang kalau kau jatuh cinta dengan Mishea?"


"Tepat sekali!" Jawab Rai sambil menjentikkan jarinya.


"Woah.. kau gila! Kau mau mengambil kesempatan dalam kesempitan, hah?"


"Apa maksud mu?"


"Jangan-jangan kau berkata seperti ini hanya untuk memanfaatkan Mishea yang sedang mengalami gangguan jiwa!"


"Aku bukan laki-laki seperti itu yah!" Balas Rai tak suka dengan tuduhan Satria.


"Aku sadar kalau kegelisahan ku selama ini sampai-sampai aku tidak berhasrat dengan wanita lain itu karena aku sudah jatuh cinta dengan Mishea."


"Dari mana kau tahu kalau itu tanda-tanda orang yang jatuh cinta?"


"Tadinya aku pikir aku punya penyakit jantung karena ritme jantung ku yang tidak beraturan, terus aku tanya pada dokter Jagapati, dan dokter Jagapati mengatakan kalau aku ini sedang jatuh cinta." Lanjut Rai.


"Terus kau percaya?"


"Awalnya sih tidak, tapi setelah aku mencari tahu apa itu arti jatuh cinta pada Embah Gulugulu, ternyata diagnosa dokter Jagapati dan informasi dari Embah Gulugulu sama, aku fix sedang jatuh cinta!" Jawab Rai.


"Cih!!" Decih Satria sambil memutar bola matanya malas.


"Cepatlah bertobat dan tinggalkan kebiasaan lama mu itu biar merasakan degupan jantung yang tidak beraturan seperti ku!" Ucap Rai dengan bangganya.


"Kalau ingin merasakan degup jantung yang tidak beraturan sih gampang saja, tidak perlu harus jatuh cinta! Saat olahraga ranjang saja degup jantung ku tidak beraturan!" Balas Satria.


"Kau ini!!" Geram Rai karena jalan pikiran Satria selalu tentang olahraga ranjang.

__ADS_1


BRAAAK.. Tiba-tiba saja pintu ruang kerja Satria terbuka kasar.


"Kalian ini mau bekerja atau mau menggosip?! Kalian tidak sadar apa jabatan kalian sekarang di perusahaan, hah!!" Omel Ayah Satria, Neon.


"Kami tidak menggosip Paman, kami hanya sedang berdiskusi tentang masa depan." Jawab Rai dengan entengnya.


"Cih..!!" Decih Neon.


"Kalau hanya wacana tanpa praktek, itu sama saja nihil!" Cibir Neon.


Pandangan Neon pun beralih pada Satria yang terlihat acak-acakan.


"Jam berapa kau pulang semalam?" Tanya Neon dengan tatapan mengintimidasi.


"Jam satu Pah." Jawab Satria.


"Memangnya Paman tahu, Neon darimana semalam?"


"Kau pikir aku tidak tahu apa-apa tentang kalian, hah!" Jawab Neon.


"Kau tidak lupa memakai pengaman mu kan?" Tanya Neon.


Dan pertanyaan Neon berhasil membuat Rai dan Satria menganga.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2