
March berjalan menuju kamar Julya.
Ceklek. March memutar handle pintu kamar Julya.
Kosong. Julya tidak ada di dalam kamarnya.
March pun menutup kembali menutup pintu kamar Julya. Lalu berjalan ke dapur mencari Julya.
"Jul.. Julya.." panggil March sambil berjalan menuju dapur.
Kosong. Di dapur pun juga tidak ada orang, baik Julya ataupun Nenek Julya.
"Kemana mereka? Kok gak ada siapa-siapa?" Lirih March.
March pun berjalan keluar dari dapur menuju pintu rumah lalu membuka pintu itu.
March melihat disamping rumah Julya ada warung yang tidak terlalu besar tapi tidak terlalu kecil juga, disana banyak orang berdatangan.
March yang penasaran pun berjalan mendekati warung itu. Tanpa ia sadari kalau sekarang dirinya hanya memakai boxer dan kaos dalam saja.
Kini March sudah berada tepat di depan warung Nenek Julya.
"Oh.. ini warung Nenek Julya." Gumam March sambil melihat nama warung yang ada di depan warung.
March pun mengalihkan pandangannya ke warung Nenek Julya, dan ternyata semua pembeli yang ada di warung Nenek Julya yang rata-rata adalah ibu-ibu itu sedang menoleh kearahnya. Semua pembeli terlihat menganga melihat March.
__ADS_1
Di dalam warung, di balik etalase, Julya yang sadar kalau para ibu-ibu sedang memperhatikan March yang hanya menggunakan boxer, cepat-cepat Julya keluar dari dalam warung dan menghampiri March.
Julya langsung menarik tangan March dan membawa March masuk kedalam rumah.
Sesampainya di dalam rumah, Julya langsung menutup pintu rumah.
"Apa kau gi*la keluar dengan penampilan seperti ini?" Omel Julya.
March pun melihat penampilannya sendiri.
"Memangnya kenapa? Tubuh tidak ada panu nya kok. Perut ku juga kota-kotak, bulu di dada ku juga semakin membuat seksi." Balas March tanpa berdosanya.
"Masalahnya gara-gara tubuh mu itu, sekarang kau jadi pusat perhatian ibu-ibu." Balas Julya.
"Kenapa suami mereka ingin melabrak aku?" Tanya March polos.
"Yah karena istri-istri mereka pasti akan terus membicarakan tentang kau! Lihat saja nanti, lima belas menit lagi ibu-ibu seisi pulau ini akan berbondong-bondong datang kesini untuk melihat mu."
"Wah bagus dong. Bukan kah itu trik marketing yang hebat. Dengan begitu warung Nenek mu akan semakin ramai pembeli."
"Cih!!! Tanpa trik marketing seperti itu saja, warung Nenek ku laku keras yah!! Karena memang masakan Nenek ku sangat enak. Makanya kemaren Tuan Nexus mempercayakan warung makan Nenek ku untuk menyajikan makanan rumahan khas pulau ini." Balas Julya.
"Cepat pakai baju mu!!" Perintah Julya.
"Aku akan membawa sarapan mu kesini, kau tidak usah keluar dari rumah ini. Awas saja kalau kau keluar!!" Kata Julya lagi. Dan Julya pun keluar dari dalam rumah.
__ADS_1
"Cih. Posesif sekali!!" Decih March setelah Julya keluar dari dalam rumah.
March pun berjalan ke kamar tamu untuk memakai pakaiannya.
Setelah berpakaian lengkap, March pun keluar dari dalam kamar, ia menuruti kata-kata Julya yang menyuruhnya untuk tidak keluar dari dalam rumah.
Sambil menunggu Julya datang membawakan sarapan untuknya, March membuka email di ponselnya untuk mengecek laporan yang masuk ke email-nya.
Hampir lima belas menit March menunggu, tapi Julya tak kunjung datang.
"Kemana sih dia! Katanya mau datang lagi membawa sarapan ku!" Dumel March.
March menghela nafasnya kasar. Ia pun berdiri dari tempat duduknya. Ia sudah tidak bisa lagi menunggu Julya, ia sudah sangat kelaparan.
March pun berjalan menuju warung makan Nenek Julya.
Baru saja March melangkah beberapa langkah dari depan rumah, ibu-ibu yang menunggu March langsung berteriak saat melihat March.
"Itu dia mas bule!!" Teriak salah seorang ibu-ibu.
Mendengar itu March bukannya takut diserbu ibu-ibu, ia malah makin tebar pesona.
March pun melempar senyum menawan ke arah ibu-ibu itu saat March melewati gerombolan mereka.
Bersambung...
__ADS_1