Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 54


__ADS_3

Dari pergerakan Novi, Neon bisa merasakan kalau saat ini gai*rah Novi sedang menggebu-gebu. Sama seperti Novi, gai*rah Neon juga sudah menggebu-gebu, bahkan Mas Perkasa juga sudah bangun dari tidurnya.


Karena gai*rah yang sudah sama-sama membuncah, perlahan Neon membaringkan tubuh Novi diatas ranjang. Setelah Novi berbaring kembali Neon mendaratkan bibirnya di bibir Novi. Tangannya pun tidak tinggal diam, satu persatu Neon membuka kancing seragam Novi.


Namun saat jemari lincah Neon ingin membuka kancing yang ketiga, tiba-tiba tangan Novi menghalangi tangannya.


Sontak Neon pun melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Novi.


"Kenapa?" Tanya Neon.


Novi menggigit bibir bawahnya. Ada rahasia besar yang Novi belum katakan pada Neon.


"Maaf, aku tidak bisa." Ucap Novi lalu menggeser tubuh Neon dan mengubah posisinya menjadi duduk.


"Maaf Tuan, sepertinya aku harus menarik kata-kata ku menerima lamaran Anda." Ucap Novi sambil tertunduk.


Mata Neon membulat.


"Kenapa? Apa kau marah dengan apa yang aku lakukan barusan?!" Tanya Neon menerka-nerka.


"Kalau kau marah, baiklah aku minta maaf. Aku tidak akan melakukannya lagi. Aku bisa menunggunya sampai kita menikah. Tapi aku mohon jangan tarik kata-kata mu." Kata Neon lagi.

__ADS_1


Novi menggelengkan kepalanya.


"Lalu kenapa Nov? Katakan apa alasan mu, jangan buat aku menerka-nerka kesalahan ku seperti ini!!" Paksa Neon dengan nada meninggi.


"Bukan Anda yang salah Tuan, tapi saya yang salah!" Balas Novi sambil terisak.


"Maksud mu?" Tanya Neon sambil mengernyitkan keningnya.


"Saya sudah tidak virgin Tuan!" Jawab Novi. Tangis Novi pun semakin pecah.


Mendengar itu Neon pun kaget. Tapi ia juga tidak boleh egois dan sok menjadi orang suci yang menginginkan pasangan hidup yang suci padahal dirinya sendiri sering memakai jasa wanita pemuas ranjang untuk melepaskan hasratnya.


"Aku tidak masalah dengan keadaan mu Novi. Aku juga bukan manusia suci. Bahkan aku lebih kotor dari mu." Ucap Neon.


"Setiap akhir pekan aku selalu memakai jasa wanita pemuas ranjang untuk melampiaskan hasrat ku." Lanjut Neon.


Neon pun melepaskan pelukannya dan menaikan dagu Novi agar Novi bisa menatapnya.


"Apa kau mau menerima keadaan ku yang seperti ini?" Tanya Neon.


Dengan air mata yang masih berlinang, Novi menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Apa Tuan juga mau menerima aku yang sudah tidak virgin lagi?" Novi bertanya balik.


"Pastinya." Balas Neon.


"Tapi apa aku boleh tau dengan siapa kau melakukan itu?" Tanya Neon penasaran. Pasalnya dari gaya Novi berciuman, Neon bisa merasakan kalau Novi adalah seorang pemula yang sedang berusaha mengimbangi permainan sang profesional.


"Ibu tiri ku." Jawab Novi lirih.


Mata Neon membulat mendengar pengakuan Novi.


"Apa maksud mu? Apa Ibu tiri mu seorang....." Neon tak sanggup melanjutkan kata-katanya.


Novi menggelengkan kepalanya.


"Waktu itu saya masih kelas 3 SMP, saya pulang terlambat karena ada les tambahan sekaligus mengerjakan tugas kelompok. Saya pulang kerumah pukul delapan malam. Begitu saya sampai dirumah, Ibu tiri saya sudah menunggu di teras rumah dengan rotan ditangannya. Tanpa mendengar alasan saya pulang terlambat, saya langsung diseret ke ruang tengah dan di pukuli habis-habisan dengan rotan." Novi menjeda sesaat kalimatnya.


"Ibu tiri saya mengira kalau saya pulang telat karena berpacaran. Bahkan menuduh saya sudah berhubungan intim dengan pacar saya. Saya sampai bersumpah kalau saya tidak seperti itu. Tapi Ibu tiri saya tidak percaya dan malah membuka rok dan pakaian dalam saya. Katanya ia ingin memastikannya sendiri kalau saya masih virgin. Saya meronta, tapi Ibu tiri saya langsung memukul kepala saya dengan gagang rotan sampai saya setengah sadar. Dan disaat saya dalam keadaan setengah sadar, Ibu tiri saya memasukkan gagang rotan ke dalam organ intim saya. Ingatan itu masih sangat jelas dalam otak saya, bahkan rasa sakitnya pun masih terasa sampai sekarang." Lanjut Novi.


Neon tercengang mendengar pengakuan Novi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2