Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 20


__ADS_3

Sesampainya di lantai bawah Mishea pun berlari menuju pintu, ia sudah tidak memperdulikan keadaannya yang tidak memakai baju. Yang ada di pikiran Mishea saat ini hanya lah kabur, kabur dan kabur.


Hingga akhirnya Mishea pun berhasil keluar dan langsung berlari menuju lift. Namun siapa sangka, saat dirinya sudah sampai di depan lift dan pintu lift terbuka, ia melihat sang kembaran ada dalam lift.


Mata Mishella membulat saat melihat kembarannya sudah bertelanjang dada.


"Shella..." Lirih Mishea lalu tak lama pingsan tepat di depan pintu lift.


Mishella pun mencoba membangunkan Mishea, namun saat melihat sosok Chasen yang berlari mendekati mereka, Mishella pun keluar dari dalam lift sambil mengeluarkan semprotan cabai yang selalu ia bawa dalam tas-nya lalu berjalan mendekati Chasen.


"Dasar laki-laki breng*sek!!!" Teriak Mishella lalu menyemprotkan semprotan cabai tepat ke mata Chasen.


"Aaargh...." Teriak Chasen sambil memegang matanya yang pedas dan perih karena semprotan cabai.


BUGH.. BUGH.. BUGH..


Masih belum puas menyemprotkan semprotan cabai ke mata Chasen, Mishella pun memukuli Chasen dengan tas-nya.


Chasen yang hilang keseimbangan pun tumbang seketika di lantai.


Melihat Chasen sudah tumbang sambil terus menjerit, Mishella pun berlari menuju lift lalu menarik Mishea masuk ke dalam lift setelah itu, barulah pintu lift bisa tertutup.


Mishella pun memakaikan blazer yang ia pakai ke tubuh Mishea.


Ting. Pintu lift terbuka.

__ADS_1


Untung begitu pintu lift terbuka, Mishella sudah selesai memakaikan blazer ke tubuh Mishea.


"Tolong.. tolong Kakak saya!" Mohon Mishella pada dua orang laki-laki yang berdiri di depan lift. Mishella meminta pertolongan, selain karena ia tak sanggup membopong Mishea, ia meminta pertolongan karena sekalian ingin mengadukan apa yang terjadi pada Mishea.


Dua laki-laki itu pun menggendong Mishea dan membawa Mishea ke sofa yang ada di lobi.


Melihat Mishea di gendong oleh dua orang laki-laki, sontak petugas keamanan yang sedang berjaga di depan pintu lobi bergegas menghampiri Mishella.


"Selamat malam Nona. Apa yang terjadi?"


"Kakak saya hampir menjadi korban pemerkosaan." Jawab Mishella.


"Cepat hubungi kepolisian!" Perintah salah satu laki-laki yang tadi membantu menggendong Mishea pada laki-laki yang satunya lagi.


"Di unit ..." Belum selesai Mishella menyebutkan unit apartemen Chasen, tiba-tiba Chasen muncul dari lift.


"Itu dia orangnya yang ingin memperkosa Kakak saya!!" Teriak Mishella sambil menunjuk Chasen.


Sontak dua petugas keamanan itu pun menoleh ke arah yang Mishella tunjuk.


Tahu kalau Mishella sudah melaporkannya, Chasen pun kembali masuk ke dalam lift sedangkan dua petugas keamanan itu pun berlari mengejar Chasen.


"Sebentar lagi polisi akan datang." Ucap laki-laki yang tadi menghubungi kepolisian.


"Eugh..." Mishea melenguh.

__ADS_1


Mendengar suara lenguhan Mishea, Mishella pun menoleh ke arah Mishea lalu mendekati Mishella.


"Kak..." Lirih Mishella.


"Shella...." Tangis Mishea sambil memeluk Mishella.


"Terimakasih sudah datang. Aku tidak tahu bagaimana nasib ku kalau kau tidak datang." Kata Mishea lagi sambil menangis.


Tadi sewaktu berkumpul bersama dengan teman-temannya, ada satu orang temannya menceritakan tentang Chasen dan yang pasti tentang keburukan Chasen.


Awalnya Mishella berpikir mungkin Chasen yang temannya sedang ceritakan itu adalah Chasen yang berbeda. Hingga akhirnya temannya itu menunjukkan foto Chasen.


Mata Mishella membulat karena foto Chasen yang temannya tunjukkan sangat berbeda dengan Chasen yang ia kenal saat ini, tapi yang membuat Mishella akhirnya percaya adalah tatto kecil bergambar lebah di ceruk leher Chasen, yang waktu itu pernah tidak sengaja Mishella lihat. Karena selama ini jika Chasen ke apartemen Twin Mi, Chasen selalu menutupi tatto lebah-nya dengan hansaplast, tapi pernah suatu hari secara tidak sengaja, hansaplast yang Chasen pakai untuk menutupi tatto-nya terbuka sedikit dan Mishella melihat itu.


Setelah melihat foto itu dan mendengar cerita dari teman-temannya tentang Chasen, firasat Mishella pun mengatakan kalau Mishea sekarang sedang dalam bahaya.


Mishella pun menyusul Mishea. Meski tidak tahu dimana apartemen Chasen, tapi untungnya Mishella dapat melacak keberadaan kembarannya dari ponsel Mishea.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2