
Julya yang sejak tadi memperhatikan gelagat aneh Mey disaat memohon pada March memutar bola matanya malas.
"Cih!!! Dasar ular betina!! Memangnya aku tidak tau apa yang sedang kau rencanakan!" Decih Julya dalam hati.
"Oke, kalau kau ingin bermain-main dengan ku. Akan ku ikuti permainan mu dulu. Setelah itu, kau yang harus mengikuti cara bermain ku!!" Gumam Julya dalam hatinya lagi.
"Suami ku sayang, biarkan lah dia tinggal disini. Apa kau tidak kasihan melihat mantan istri mu itu, sudah dicampakkan dalam keadaan hamil, tidak memiliki uang dan tempat tinggal lagi. Jadi biarkan lah dia tinggal disini. Ya.. ya." Ucap Julya dengan wajah melasnya.
Mata March membulat mendengar permintaan Julya.
"Yang benar saja kau!! Aku tidak mau!!!" Tolak March mentah-mentah.
"Enak saja mau membiarkan si pengkhianat ini tinggal di apartemen ku!!! Apalagi ini malam pertama ku dengan Julya. Aku sudah membayangkan bercinta dengan Julya disetiap ruangan di apartemen ini, kalau wanita ini ada disini, bagaimana aku mau merealisasikannya!!" Gumam March dalam hati.
"Ayo lah sayang. Aku mohon, yah.. yah..!" Mohon Julya sekali lagi dengan mata sendunya.
March menghela nafasnya.
"Apa yang sebenarnya direncanakan Julya!" Melihat sorot mata Julya, meski Julya sudah membuat matanya terlihat sendu, tetap saja March bisa membaca kalau ada sesuatu yang sedang Julya rencanakan.
"Ayolah suami ku sayang." Mohon Julya lagi dengan manjanya.
Mendengar nada manja Julya, Mey memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"Dasar perempuan genit!! Jadi begini cara menggoda March!!" Ejek Mey dalam hatinya.
Sekali lagi March menghela nafasnya.
"Baiklah. Aku akan mengizinkan wanita ini tinggal bersama kita." Akhirnya March mengizinkan Mey tinggal di apartemennya.
Mendengar itu, Mey pun senang. Spontan Mey hendak memeluk March.
Melihat Mey hendak memeluk March, cepat-cepat Julya menangkap tangan Mey dan mendorong Mey pelan.
Dan tanpa banyak bicara, Julya lah yang memeluk March dan mendaratkan bibirnya di bibir March. March pun membalas ciuman Julya. Dan didepan mata Mey, March dan Julya berciuman panas dalam waktu kurang lebih satu menit.
"Makasih sayang. Kau memang suami yang paling the best." Puji Julya sambil memberikan dua jempolnya untuk March.
March hanya membalas dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Hish!!!" Geram Mey saat melihat March yang begitu memperhatikan Julya.
"Lihat saja, sebentar lagi perempuan itu akan menyesal sudah menggoda March!! Pasti dia pikir March adalah pria perkasa!!" Gerutu Mey.
Mey pun beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju kamar tamu yang ada di lantai bawah yang pernah Julya pakai.
*****
__ADS_1
Di kamar utama.
Sesampainya di dalam kamar, March pun menurunkan Julya.
"Sekarang katakan pada ku, apa yang sebenarnya sedang kau rencanakan?!" Todong March.
"Tidak ada." Jawab Julya sambil berjalan menuju meja rias.
"Jangan bohong! Pasti ada yang sedang kau rencanakan, makanya kau bersikeras meminta si pengkhianat itu tinggal bersama kita!" Balas March lagi.
"Aku tidak merencanakan apa-apa Tuan March yang terhormat!! Aku hanya mengikuti permainannya saja!" Balas Julya.
"Memangnya si pengkhianat itu merencanakan apa?!" Tanya March polos.
"Kau itu memang bodoh apa pura-pura bodoh sih!! Masa kegagalan tidak membuat mu banyak belajar!" Ejek Julya.
"Mantan istri mu itu sedang berencana untuk merebut mu! Dia masih mengira kalau kau itu impoten dan semua omongan ku tentang kehebatan mu diranjang tidak dia percaya! Aku yakin, pasti yang ada di pikirannya sekarang kalau aku akan menyesal menikah dengan mu dan akan berselingkuh dari mu. Dan disaat itu terjadi dia akan masuk untuk merebut mu!"
"Wah, sepertinya kau mempunyai keahlian membaca pikiran orang yah!!"
"Tapi tenang saja, sebelum itu terjadi, aku yang akan membuat dia angkat kaki dengan sendirinya dari tempat ini." Ucap Julya sambil tersenyum licik.
"Caranya?"
__ADS_1
Julya pun membisikkan apa yang ada di dalam pikirannya.
Bersambung...