Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 53


__ADS_3

"Tu-an.." lirih Novi gugup. Tak bisa di pungkiri, dengan jarak mereka yang sangat dekat, sorot mata Neon yang memancarkan ketulusan, membuat hati Novi berdegup sangat kencang.


Sama dengan Novi, jantung Neon juga memompa dua kali lipat dari biasanya


"Kau lah perempuan pertama yang bisa membuat jantung ku berdetak lebih cepat." Ucap Neon.


"Aku pernah bersumpah pada diri ku sendiri, jika ada wanita yang bisa membuat jantung ku berdetak lebih cepat dan bisa membuatku merasakan getaran-getaran yang tak pernah aku rasakan sebelumnya, maka aku akan menikahinya. Dan sekarang aku menemukan wanita itu. Wanita itu adalah kau Nov." Ucap Neon lagi.


"Mungkin Anda terkena gejala penyakit jantung, Tuan." Balas Novi. Sebenarnya ia terbuai dengan kata-kata Neon, tapi ia tidak mau langsung mempercayai kata-kata Neon.


"Aku serius Novi." Balas Neon dengan wajah yang serius.


"Tapi Tuan..." Novi meragu.


Melihat sorot mata Novi yang meragukan ketulusannya. Neon pun merangkum wajah Novi dengan kedua tangannya.


"Tatap mata ku, lihatlah ketulusan yang ada di dalamnya. Aku serius meminta mu menikah dengan ku. Izinkan aku menjadi sosok pengganti Ayah mu, yang menjaga mu, melindungi mu, memberi mu kebahagiaan, memenuhi semua kebutuhan mu lahir dan batin, memberi semua yang kau inginkan. Aku mohon, terima aku, menikahlah dengan ku." Ucap Neon sungguh-sungguh.

__ADS_1


Ucapan Neon kali ini berhasil meruntuhkan benteng keraguan yang ada dalam hati Novi.


"Aku terima." Jawab Novi sambil menganggukkan kepalanya.


Neon pun tersenyum bahagia mendengar jawaban Novi.


Sedangkan Novi ia tertunduk malu sambil menggigit bibir bawahnya.


Melihat Novi yang menggigit bibir bawahnya, naluri laki-laki Neon pun meronta-ronta. Ingin sekali Neon menggantikan Novi menggigit bibir bawah gadis yang ada di pangkuannya itu.


"Tahan Neon!! Tahan!!" Neon berusaha mengontrol hasratnya.


"Nov..." Panggil Neon dengan suara yang sudah berat.


Novi pun mendongakkan wajahnya dan menatap wajah Neon.


"Ya.."

__ADS_1


Tanpa basa-basi Neon langsung mendaratkan bibirnya di bibir Novi, satu tangan Neon menahan tengkuk Novi dan satu tangannya lagi menahan punggung Novi.


Mata Novi membulat saat Neon mendaratkan bibirnya secara tiba-tiba di bibirnya.


Novi tidak menolak tapi juga tidak membalas, ia masih kaget dengan apa yang Neon lakukan.


Merasa tidak ada perlawanan dari Novi, Neon pun melu*mat lembut bibir Novi yang terasa manis itu.


Tak sampai satu menit, Novi yang tadinya hanya diam kini membalas ciuman yang Neon berikan. Dan mereka pun berciuman dengan sangat panas.


Tangan Neon pun juga tidak tinggal diam. Tangannya mulai merayap masuk kebalik seragam kerja yang Novi pakai. Dengan lincahnya tangan Neon membuka pengait penutup dua gundukan daging yang Novi pakai.


Novi yang sedang terbuai dalam ciuman panasnya dengan Neon tidak sadar dengan apa yang sedang tangan Neon kerjakan.


Setelah pengait terbuka, Neon pun mengeluarkan tangannya dari balik seragam Novi. Lalu melepaskan tautan bibirnya dengan Novi, namun bibirnya tidak ia biarkan menganggur begitu saja. Bibir nya kini sudah berpindah ke leher Novi. Neon menciumi, memainkan lidahnya bahkan membuat jejak kepemilikannya di leher Novi.


Apa yang Neon sedang lakukan membuat gai*rah Novi menggebu-gebu. Tubuhnya membuat merasakan rasa yang baru pertama kali ia rasakan. Tapi ia malu untuk mengeluarkan des*ahannya, Novi melipat kedua bibirnya agar suara merdu hasil rasa nikmat itu tidak keluar dari dalam mulutnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2