Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 34


__ADS_3

Setelah mengecup pipi Rai, Mishea pun kabur ke kamarnya di lantai atas.


Sedangkan Mommy Alea terkekeh kecil melihat tingkah putrinya yang seperti bocah. Memang dibanding Mishella, Mishea sedikit kekanak-kanakan dan lebih feminim dari Mishella.


Bukannya Mommy Alea mendukung keagresifan Mishea, hanya saja melihat Mishea yang seperti itu, Mommy Alea semakin yakin kalau Mishea akan cepat melupakan kejadian kelam hari itu jika bersama Rai.


Sedangkan orang yang mendapat kecupan mendadak dari Mishea masih menganga sambil memegang pipinya.


"Kamu tidak pa-pa?" Tanya Mommy Alea sambil menepuk pundak Rai.


Tepukan Mommy Alea di pundak Rai pun mampu menyadarkan Rai bengong-nya.


"Iya Bibi, saya baik-baik saja." Jawab Rai gugup.


"Maafkan keagresifan Mishea yah." Ucap Mommy Alea.


"Tidak masalah Bibi." Balas Rai.


"Saya pulang dulu, Bibi." Pamit Rai untuk yang kesekian kalinya.


"Hati-hati di jalan." Balas Mommy Alea.


Rai pun berjalan menuju pintu keluar Mansion Wilson.


Tak lama setelah Rai pergi, tiba-tiba Daddy Bratt datang menghampiri Mommy Alea.


"Kau!! Kenapa kau membiarkan Shea mencium bocah tengik itu, hah?!" Omel Daddy Bratt.


"Memangnya kenapa? Namanya juga emansipasi wanita!" Balas Mommy Alea santai lalu berlalu meninggalkan Daddy Bratt.

__ADS_1


*


*


*


Kini Rai sudah sampai di apartemennya dan sudah berada dalam kamarnya.


Di dalam kamar, Rai langsung membaringkan tubuhnya kasar di ranjang.


Sambil menatap langit-langit kamar, Rai mengingat lagi kecupan yang Mishea berikan tadi. Jantungnya kembali berdegup kencang, wajahnya juga memerah mengingat kejadian itu.


"Apa benar aku sudah jatuh cinta dengan Shea?" Gumam Rai sambil memegang pipi-nya.


Tadi sewaktu Rai mencari informasi tentang masalah jantungnya yang berdegup kencang melalui aplikasi kesehatan, jawaban yang diberikan kurang memuaskan untuk Rai ditambah lagi istilah-istilah kedokteran yang tidak Rai mengerti membuat Rai memberanikan diri bertanya pada dokter Jagapati. Padahal dokter Jagapati bukanlah dokter spesialis jantung.


Tak ingin mempercayai kata-kata dokter Jagapati, Rai pun tidak memasukkan ke hati diagnosis yang dokter Jagapati berikan dan memutuskan untuk langsung memeriksakan dirinya kerumah sakit pada keesokan harinya.


Kembali ke Rai yang akhirnya kepikiran dengan ucapan dokter Jagapati.


Tak lama Rai pun mengubah posisinya menjadi duduk.


Ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya lalu mencari tahu definisi jatuh cinta lewat si Embah yang serba tahu, Embah Gulugulu.


Jatuh cinta adalah kondisi dimana kamu merasakan ketertarikan dan hasrat kepada seseorang. Jantung mu akan berdebar sangat kencang dan hati mu terasa menggelitik bila berada di dekat orang itu. Namun hati dan pikiran mu akan merasa gelisah dan bayangan orang itu akan terus merasuki pikiran mu jika kamu jauh dari orang itu.


Begitulah definisi jatuh cinta yang Rai dapatkan dari Embah Gulugulu.


"Merasa tertarik dan berhasrat?" Lirih Rai saat melihat kalimat pertama si Embah Gulugulu.

__ADS_1


"Itu juga yang aku rasakan pada Mishea."


"Jantung berdebar kencang dan hati terasa menggelitik?" Lirih Rai lagi saat melihat kalimat yang kedua.


"Itu juga yang aku rasakan pada Mishea."


"Hati dan pikiran gelisah?" Lirih Rai lagi saat melihat kalimat yang ketiga.


"Itu juga yang aku rasakan saat Mishea masih berada di London."


Setelah mencocokkan informasi dari si Embah Gulugulu dengan apa yang saat ini Rai rasakan, Rai pun membuat kesimpulan bahwa apa yang saat ini ia rasakan adalah perasaan jatuh cinta terhadap Mishea.


Rai yang tadi tidak sependapat dengan diagnosis dokter Jagapati pun akhirnya mempercayai diagnosis dokter Jagapati.


Senyum manis pun merekah di bibir Rai.


"Aku harus mengungkapkan ini segera pada Mishea sebelum waktu sebulan yang Daddy berikan padaku habis." Gumam Rai.


"Tapi tunggu... Kalau Daddy-nya Mishea tidak setuju Mishea dengan ku bagaimana?" Monolog Rai bertanya-tanya.


"Bukan masalah, jangan panggil aku Rai kalau aku tidak bisa menjungkir balikkan hati Paman Wilson. Lagi pula, sepertinya Bibi Wilson menyukai ku dan itu akan mempermudah diriku mendapat restu dari Paman Wilson." Monolog Rai lagi menjawab pertanyaannya sendiri.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2