
Saat Mishella dan Rai masih dalam keadaan shock karena pernikahan mereka akan diadakan minggu depan, Mommy Julya dengan penuh semangat berdiri dari tempat duduknya.
"Ayo Dad, sekarang kita kerumah calon besan kita. Kita harus melamar Mishea sekarang juga." Ucap Mommy Julya sambil menarik tangan suaminya.
"Harus sekarang? Tidak bisa besok? Kalau melamar kan tidak boleh dengan tangan kosong, sedangkan kita belum ada menyiapkan apa-apa untuk melamar. Cincin saja belum ada." Tolak Daddy March.
"Kalau soal cincin, bisa pakai cincin ku dulu. Kalau soal buah tangan atau apapun itu, kita bisa beli di jalan. Kalau lamaran tidak usah mewah-mewah, yang penting saat resepsi nanti harus mewah." Balas Mommy Julya yang masih memaksa.
Mishea dan Rai hanya bisa menonton perdebatan orang tuanya itu. Niat Rai membawa Mishea hanya untuk memperkenalkan Mishea ke orangtuanya, tapi sekarang malah Mommy-nya memaksa harus segara di lamar dan di nikahkan.
Saat Mommy Julya sedang gigih memaksa Daddy March untuk melakukan lamaran ke rumah Mishea tiba-tiba terdengar suara keributan dari halaman rumah.
"Anak breng*sek, keluar kau!!!" Suara bariton terdengar begitu menggema dari depan pintu masuk. Tapi si laki-laki yang berteriak itu tidak bisa masuk kedalam rumah karena di halangi oleh satpam yang menjaga keamanan mansion Alfian.
Mendengar suara bariton itu, spontan Rai dan Mishea saling menoleh.
"Daddy. Calon Daddy mertua." Ucap Mishea dan Rai bersamaan. Mereka pun berdiri dari tempat duduk mereka dan berjalan dengan langkah panjang menuju pintu depan. Begitu pun dengan Daddy March dan Mommy Julya, mereka langsung berjalan dengan langkah panjang menuju pintu depan.
Ya, laki-laki pemilik suara bariton yang sedang mengamuk di depan pintu depan adalah Daddy Bratt.
__ADS_1
Setelah satu jam lebih di dalam kamar bersama Mommy Alea, Daddy Bratt pun keluar dari dalam kamar dan mendapati kalau putri sulungnya sudah pergi bersama Rai. Jelas saja itu membuat Daddy Bratt berang.
Dengan berbekal alamat yang Mishella berikan, Daddy Bratt pun menyusul Mishella dan Rai ke mansion Alfian.
"Daddy..." Pekik Mishea kaget saat melihat Daddy-nya ada di depan pintu rumah sambil memegang sesuatu. Dan karena sesuatu yang Daddy-nya pegang itu lah yang membuat Mishea kaget, bukan karena kedatangan Daddy-nya.
Sedangkan Rai, Daddy March dan Mommy Julya menganga melihat yang sedang di pegang Daddy Bratt.
"Shea, sini kau!! Ayo kita pulang!!" Perintah Daddy Bratt berteriak.
"Maaf calon Daddy mertua, apa calon Daddy mertua bisa menurunkan benda yang calon Daddy mertua pegang itu. Itu benda yang sangat memalukan!!!" Sahut Rai.
"Hei!! Siapa yang kau maksud dengan bocah tengik tidak punya etika, hah?! Jangan asal bicara yah!! Kalau memang putra kesayangan ku ini tidak punya etika, mungkin putra ku ini tidak akan membawa putri mu kesini, melainkan ke hotel!! Paham kau!!" Amuk Mommy Julya seraya bertolak pinggang.
"Justru yang tidak punya etika itu Anda, datang-datang kerumah orang sambil mengamuk dan sambil angkat-angkat alat mesum lagi!! Anda datang ke sini mau pamer kemesuman, hah?! Asal Anda tahu saja, suami saya lebih mesum yah!!!!" Bentak Mommy Julya lagi.
Mendengar kata-kata terakhir istrinya, spontan Daddy March langsung menoleh ke arah sang istri.
"Kok aku?" Lirih Daddy March dengan ekspresi wajah yang tak terima di bilang lebih mesum dari calon besan-nya itu.
__ADS_1
Sedangkan Daddy Bratt sendiri, ia mengernyitkan keningnya mencerna kata-kata Mommy Julya.
"Alat mesum?" Gumam Daddy Bratt sambil berpikir lalu menurunkan tangannya yang masih di udara untuk melihat alat mesum yang Mommy Julya katakan.
Mata Daddy Bratt langsung membulat seketika melihat benda yang sedari tadi ia pegang yang ia kira pis*tol yang berpeluru karet yang selalu ia taruh di dalam laci dashboard mobilnya untuk berjaga-jaga.
"Kenapa benda ini ada di mobil ku?!" Lirih Daddy Bratt pelan namun masih bisa di dengar Mommy Julya, Daddy Bratt, Mishea dan Rai.
"Cih.. badan saja yang kelihatan kekar dan bugar, ternyata tenaga-nya lemah!! Makanya istrinya sampai menggunakan bantuan vibrator." Ejek Daddy March.
Ya, alat mesum yang di pegang Daddy Bratt adalah vibrator milik Mommy Alea.
Mendengar ejekan Daddy March, Daddy Bratt tidak bisa berkata-kata. Emosinya yang tadi menggebu-gebu karena Rai membawa Mishea, kini menciut dan berganti dengan rasa malu.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...