Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 16


__ADS_3

Enam bulan berlalu.


Enam bulan setelah kejadian di London, Rai tidak lagi penasaran dengan sosok Mishea. Ia seolah tidak peduli apakah Mishea yang ia temui di London adalah Mishea yang sama saat SD, atau pun khawatir dengan Mishea karena takut terjerat tipu daya Chasen.


Rai benar-benar sudah tidak ingin tahu tentang itu. Meski hati dan pikirannya tidak mau tahu lagi tentang Mishea tapi tubuhnya berkata lain.


Rai yang notabene seorang bastard yang sering bergonta-ganti pasangan, tidak lagi melakukan hal itu sejak pulang dari London.


Bukan tidak lagi berhasrat, melainkan setiap dirinya ingin bercinta dengan wanita bebas pakai, seketika hasratnya menurun karena tiba-tiba wajah Mishea saat keluar dari lift waktu di Paris terlintas dalam pikiran Rai.


Mister Maniac-nya pun seketika 3L, Letih, Lesu dan Lunglai.


Mungkin karena alasan itu juga, Rai mensugesti dirinya untuk tidak perduli dengan Mishea. Tapi hasilnya nihil, wajah Mishea selalu terlintas dalam pikiran Rai terutama di saat Mister Maniac sedang garang-garangnya.


Berbeda dengan Satria, ia masih menikmati hidupnya dengan menjadi seorang bastard, walaupun sudah tidak sesering dulu. Dalam sebulan, bisa dihitung dengan lima jari berapa kali Satria bercinta dengan wanita bebas pakai.


Dan di bulan keenam setelah mereka pulang dari London, baru dua kali Satria bercinta dengan wanita bebas pakai.


Bukan karena menjaga perasaan Rai, tapi karena pekerjaan yang sangat padat membuat ia tidak punya waktu untuk bersenang-senang.


Karena setelah kepulangan mereka dari London, Daddy March sudah menyerahkan jabatan CEO-nya pada Rai dan Papa Neon juga menyerahkan jabatan asisten pribadi CEO pada Satria.


*


*

__ADS_1


*


Ruang Kerja Rai.


"Aaaarghh!!!"


PRAAANG...


Suara teriakan diiringi pecahan kaca terdengar dari ruang kerja Rai.


Satria yang hendak keruangan Rai untuk memberikan dokumen-dokumen yang harus di tanda tangani Rai pun langsung berlari ke ruang kerja Rai.


BRAAAK...


Satria yang panik langsung membuka kasar pintu ruang kerja Rai.


"Carikan aku psikiater yang paling bagus di negeri ini!!" Perintah Rai.


"Untuk apa?"


"Kau bertanya untuk apa? Untuk apalagi Sat kalau bukan untuk memeriksakan diri ku!! Mister Maniac ku sudah enam bulan tidak berpetualang ke dalam goa! Bukan kah itu bahaya!"


"Tapi Mister Maniac mu kan masih bisa berpetualang lewat genggaman jari mu!"


"Jelas beda Sat! Kau seperti tidak mengerti saja!" Balas Rai ketus.

__ADS_1


"Kalau begitu kau jangan ke psikiater, tapi ke Mak Jarot, biar Mister Maniac mu tidak meleyot sebelum berpetualang."


"Yang salah bukan pada Mister Maniac ku!! Buktinya dia masih bisa tegak berdiri! Aku rasa yang salah sekarang ini pikiran ku karena aku tidak bisa menghilangkan wajah Mishea dari dalam sini!" Balas Rai sambil menunjuk kepalanya.


"Padahal setiap hari aku sudah mensugesti diri ku untuk tidak mengingat Mishea, tapi tetap saja tidak bisa! Makanya aku butuh bantuan psikiater untuk membantu ku melupakan Mishea." Lanjut Rai.


Melihat wajah Rai, Satria pun menjadi iba, ia tak tega melihat sahabatnya tersiksa karena tidak bisa melampiaskan hasratnya ke dalam goa.


Mungkin karena itu juga, akhir-akhir ini Rai menjadi orang yang sangat arogan dan pemarah. Bulan ini saja sudah tiga orang yang Rai pecat.


"Baiklah, nanti aku cari tahu psikiater terbaik di negara ini." Ucap Satria.


"Sekarang kau tenangkan diri mu dan tanda tangani berkas-berkas ini. Biar aku cari informasi tentang psikiater yang bisa membantu mu." Kata Satria lagi.


"Ingat Sat, orangtua ku tidak boleh tahu tentang hal ini." Balas Rai.


"Iya aku tahu, kau tenang saja." Balas Satria.


Satria pun keluar dari dalam ruang kerja Rai dan kembali ke ruang kerjanya untuk mencari psikiater untuk Rai.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2