
"Pantas saja kau tidak bisa ku hubungi!!" Cibir Rai sambil duduk di sofa.
"Ada apa mencari ku, apa ada masalah?" Tanya Satria.
"Kita harus London sekarang." Jawab Rai.
"London? Memangnya ada apa disana?"
Rai tak menjawab, ia melirik wanita yang baru selesai Satria pakai. Melihat wanita itu sedang memakai pakaiannya, hasrat Rai yang sempat drop karena rasa penasarannya tadi pada Mishea kembali bergejolak.
Satria mengikuti arah mata Rai memandang.
"Pakailah, kalau kau mau pakai!" Ucap Satria lalu memakai pakaiannya.
"Aku ke bar bawah dulu. Hubungi aku kalau sudah selesai." Ucap Satria lagi lalu keluar dari unit kamar hotelnya.
Setelah Satria keluar, barulah Rai berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri wanita itu dan memeluk wanita yang baru selesai memakai b.r.a-nya dari belakang.
"Apa kau mau bermain dengan ku Babe?" Tanya Rai sambil menggigit pelan telinga wanita itu.
Wanita itu tersenyum tipis lalu membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan Rai.
"Baik, siapa takut. Aku ingin lihat seberapa hebat permainan mu. Apa sama dengan cara bermain teman mu." Balas wanita itu.
"Jelas aku lebih hebat. Akan ku buat kau mengerang berkali-kali." Balas Rai.
Rai pun menarik wanita itu ke atas ranjang lalu membaringkannya.
Dengan gerakan cepat, Rai melucuti semua pakaiannya dan membuangnya kesembarang arah.
Setelah dirinya dalam keadaan polos, barulah Rai ikut naik keatas ranjang dan menindih wanita itu.
Mereka pun saling memanaskan tubuh dengan sentuhan-sentuhan kenikmatan sebelum mereka masuk ke permainan inti.
__ADS_1
*
*
*
Setengah jam kemudian.
Setelah selesai bercinta dengan wanita yang sudah Satria pakai, Rai dan wanita itu pun keluar dari kamar hotel Satria.
Saat sampai di lantai bawah, wanita itu keluar dari hotel sedangkan Rai berbelok ke arah fasilitas bar hotel.
PUK. Rai menepuk pundak Satria yang sedang asyik menikmati wine-nya dari belakang.
Sontak Satria pun menoleh.
"Sudah selesai?" Tanya Satria.
"Mmm."
"Sialan kau!"
Dan hanya di balas dengan cekikikan oleh Satria.
"Oh iya, tadi kau bilang kita harus ke London. Apa ada masalah?" Tanya Satria.
"Kau ingat si kembar Mishea dan Mishella?" Rai malah balik bertanya.
Satria mengernyitkan keningnya, ia berusaha mengingat sosok yang Rai sebutkan.
Tak lama Satria menggelengkan kepalanya.
"Masa kau tidak ingat? Itu si kembar cupu, adik kelas kita yang dulu sering jadi bahan bullyan."
__ADS_1
Satria mencoba mengingatnya kembali.
"Ah.. iya, aku ingat!!" Ucap Satria.
"Lalu hubungannya dengan London apa?" Tanya Satria.
"Tadi aku melihat dia di lift. Karena penasaran, makanya aku kembali ke tempat pesta untuk mencari Mishea. Dan ternyata Mishea adalah karyawan Tuan Jordhie yang bekerja di anak perusahaan Tuan Jordhie di London."
"Jadi maksud mu, kita ke London untuk mencari si cupu itu?"
"Mmm." Jawab Rai sambil menganggukkan kepalanya.
"Gila kau!! Ada-ada saja! Kalau mengejar model papan atas sih tidak jadi masalah!! Ini mengejar gadis cupu!!" Cibir Satria.
"Dia sudah tidak cupu lagi Sat!! Dia cantik, bahkan sangat cantik. Tubuhnya pun seperti gitar spanyol."
"Bagaimana kau yakin kalau itu adalah Mishea si cupu? Bisa saja kan kalau itu Mishea yang lain! Nama Mishea banyak Rai!"
"Awalnya aku tidak yakin, tapi setelah Tuan Jordhie mengatakan kalau Mishea memiliki kembaran bernama Mishella, aku jadi semakin yakin kalau itu dia. Makanya, untuk memastikan feeling ku, kita harus ke London dan memastikannya sendiri!"
Satria menghela nafasnya.
"Terserah kau lah!! Aku ikut saja!" Balas Satria.
"Cepat urus tiket kita ke London." Perintah Rai.
Mau tak mau Satria pun mengurus tiket kepergian mereka ke London.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...