Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 9- Malam Indah


__ADS_3

"Terus Vin.. " Ucap Nesa yang tidak ingin Vino berhenti dari permainanya


Kini mereka sudah terbakar gairah masing-masing, Nesa sangat menikmati permainan yang diberikan suaminya,


Setelah puas bermain di dua gundukan besar milik Nesa, Vino segera melucuti pakaiannya, dan sekarang mereka sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai benang.


Nesa berteriak lalu menutup matanya saat tak sengaja melihat sesuatu panjang dan besar milik Vino,


"Boleh? " Tanya Vino yang sudah siap memasukan senjatanya kedalam sarang milik Nesa.


Nesa yang sudah terbakar gairah pun hanya mengganggukan kepalanya,


"Tapi pelan-pelan Vin.. " Ucap Nesa sedikit takut, ia tidak bisa membayangkan milik Vino memasuki sarangnya yang cukup sempit.


"Aw sakit Vin.. " Ringis Nesa yang sudah menitikan air matanya saat senjata Vino mencari jalan untuk masuk kedalam sarangnya.


Vino yang melihat Nesa kesakitan pun segera m*****t bibir mungil istrinya, ia menenangkan Nesa, setelah Nesa terbuai dengan ciuman itu, perlahan Vino memasukan kembali senjatanya itu.


"Vin.. " Nesa


"Aw.. "


Tangan Nesa mencakar punggung suaminya, ia menahan rasa sakit yang luar biasa, setelah sukses mencari jalan akhirnya milik Vino bisa menerobos masuk kedalam sarangnya..


"Vin. " Nesa sangat menikmati, ia seperti diterbangkan ke surga dunia


Dan tanpa sadar ia meminta Vino agar mempercepat ritme nya,


"Vin.. "


"Lebih cepat Vin.. "


"Vin!! "


"Iya Nes.. "


"Aku sayang kamu Vin.. "


"Aku juga sayang kamu Nes!.. "


"Panggil namaku Nes!! "


"Vi- Vino.. "


"Arrrrrrgggghhhkk.. "


Akhirnya mereka melakukan penyatuan, Vino sangat beruntung saat mengetahui bahwa ia yang pertama kali menyentuh Nesa


Ia mengecup kening Nesa berulang-ulang kali, kini hidupnya sudah lengkap dengan memiliki Nesa sepenuhnya


"Nes, terimakasih.. "


Nesa merasakan tubuhnya sangat lemas, tulangnya seperti dipatahkan, tetapi ia sangat bahagia saat ia menyerahkan mahkotanya kepada seseorang yang ia cintai dan kini seseorang itu telah menjadi suaminya


"Terimakasih sudah mau menjaga tubuhmu untuk suamimu ini.. "


Nesa hanya membalas dengan senyuman, rasanya ia sungguh lelah menghadapi permainan suaminya yang sangat liar


"Sekali lagi.. " Ucap Vino memohon, kini Nesa seperti candu baginya

__ADS_1


Nesa yang terbuai dengan permainan suaminya pun meng"iya"kan dan mereka mengulang apa yang sebelumnya terjadi.


Malam ini adalah malam yang terindah bagi kedua insan yang sedang memadu kasih di desa A, beberapa kali mereka mengulang adegan panas itu.


Ke esokan harinya


Vino menggeliat saat ponselnya berbunyi, ia meraba mencari ponselnya


"Ada apa telfon malam-malam begini.." Ucap Vino dengan kesal karna sudah waktu tidurnya terganggu.


"Maaf Tuan ini sudah pagi,,saya hanya mengingatkan bahwa hari ini perusahaan kita akan meeting dengan Rich Company.." Ucap Sean selaku sekertaris Vino


"Hah pagi??" Segera Vino melihat jam di dinding kamarnya dan jam itu menunjukkan pukul 5 pagi.


"Apa meeting itu penting?"


"Sangat penting Tuan,.."


"Ya sudah, nanti aku ke kantor.."


Setalah panggilan berakhir, ia melihat Nesa yang sedang tertidur pulas, sesaat bayangan panas di malam hari terlintas di otak Vino, segera ia mencium kening istrinya dan membenarkan selimut Nesa, lalu ia segera memakai boxer nya dan bergegas ke kamar mandi


Setelah selesai mandi, Vino segera ke kamar dan ia melihat istri kecilnya itu masih terlepap dalam tidurnya, Vino yang merasa tidak tega membangunkannya pun hanya mengecup kening istrinya


"Maaf aku harus pergi, aku akan menghubungimu nanti lewat telfon.." Batin Vino dengan membenarkan rambut Nesa yang menutupi wajah cantiknya


Setelah itu ia pergi mengendarai mobilnya, tidak memakan waktu lama untuk sampai ke kota karna jalanan masih sepi.


Saat sampai dikota ia segera menuju kantornya karna waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB, setelah sampai ia sudah disambut oleh sekertarisnya yang bernama Sean


"Meeting diadakan jam 9 pagi Tuan, " Ucap sekertaris Vino saat sudah berada di ruangan CEO


"Semua aman Tuan, hanya saja wanita yang bernama Selena itu datang hampir setiap hari hanya untuk mencari anda.. "


"Sudah aku duga.. "


"Oh ya Sean, segera urus pernikahanku agar sah di mata negara," Ucap Vino yang sedang mengecek beberapa dokumen perusahaan


"Baik Tuan, ada yang bisa saya bantu lagi?? "


"Emmm.." Vino berfikir sejenak lalu ia memerintahkan sekertarisnya untuk merahasiakan pernikahannya dari wanita jala*g itu,


"Aku hanya tidak ingin istriku tersakiti Sean." Ucapnya lagi yang mengingat betapa nekadnya Selena


"Baik Tuan.. "


"Tuan, ini ada laporan yang harus anda pelajari sebelum kita meeting.." Ucap Sean yang memberikan beberapa dokumen penting


"Letakan saja disini, aku harus mengecek semuanya, karna setelah meeting aku akan kembali ke kedesa A"


"Tapi Tuan, cukup banyak meeting yang kita tunda, diantaranya ada beberapa klien penting.. "


"Emm atur jadwal meeting untuk beberapa klien penting sekarang"


"Baik, saya permisi .. "


...........


Di desa A

__ADS_1


Terlihat Nesa menggeliat sambil tanganya meraba samping tempat tidurnya, sekarang ia sedang mencari suaminya tetapi tidak menemukannya


"Vin.. " Panggil Nessa


"Masih pagi buta, kemana dia pergi. " Gumamnya saat melihat jam di dindingnya


Segera ia bangkit dari tidurnya tetapi ia baru sadar jika kini ia dalam keadaan polos, tiba-tiba pikirannya tertuju pada malam panasnya, tanpa sadar ia tersenyum saat mengingat kejadian itu bersama Vino, pipinya bersemu merah,


Lalu dengan cepat ia melilitkan selimutnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari keringat yang terasa lengket, setelah selesai mandi ia mencari kembali sosok Vino tetapi ia sama sekali tidak menemukan Vino.


"Kemana Vino pergi?? " Batin Nessa


Lalu ia segera mengambil dan mengecek ponselnya tetapi tidak ada notif pesan masuk dari suaminya


"Apa dia sudah meninggalkanku disaat aku sudah menyerahkan semuanya??". Batin Nesa


Fikiran Nesa menjadi tidak tenang, ia sangat gelisah, tanpa terasa air matanya menetes


Segera dia menelfon suaminya, tetapi ponselnya tidak aktif. Berulang kali ia menghubungi Vino tetapi ponselnya selalu tidak aktif, pesan yang dikirimnya pun tidak dibaca oleh Vino


Hiks.. Hiks.... Nesa menangis, badanya terasa lemas, ia fikir Vino sudah meninggalkannya


.........


Hari sudah menjelang siang dan sampai kini Vino belum sempat melihat ponselnya dan ia juga lupa tidak memberi kabar kepada istrinya karna kesibukan yang sangat padat.


"Apa masih banyak Sean??" Tanya Vino yang sudah mulai jenuh


"2 meeting lagi selesai Tuan.. "


Tiba-tiba ada seseorang wanita cantik yang datang dan masuk ke dalam ruangan Vino


"Hai Vin.. " Sapa nya dengan gaya genit..


.


.


.


.


.


.


.


#Hay readers semua🥰🥰


#Terimakasih sudah mau mampir ke karya aku


#Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat 😁😁


#Salam bahagia, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rejeki🥰


#Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)


......... #Happy Reading😘#.......

__ADS_1


__ADS_2