Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 136-Bertemu


__ADS_3

"Rasakan ini" Zeva melayangkan balok kayu itu


Vino menghindar, dia berlari memutari mobil


"Hentikan, ini aku" Teriak Vino membuat Zeva menurunkan balok kayu yang sudah melayang diudara


"Ini aku suami Nesa bukan maling" Sambung Vino kembali sambil membuka penutup kepala jaketnya


Zena mengucek beberapa kali kedua matanya, meyakinkan penglihatannya " Tuan, ada apa Tuan kemari malam-malam, maaf saya pikir Tuan maling yang selama ini meresahkan hati masyarakat sekitar " Ucap Zeva membuang balok kayu lalu menghampiri Vino


"Apa Nesa bersamamu? " Tanya Vino membuat kening Zeva mengkerut


"Apa maksudmu? Nesa bersamaku? Bukankah Nesa bersamamu, semenjak Nesa kembali kerumahmu, dia tidak pernah mengunjungiku lagi, kita bertukar kabar melalui chat pribadi


Tubuh Vino melemas, kemana lagi dia harus mencari istrinya, diusapnya wajahnya dengan kasar "Apa kau tahu dimana Nesa sekarang? "


"Aku sudah menelfon bu Titin yang menjaga rumah Nesa di desa A, tapi katanya Nesa tidak ada disana, aku fikir Nesa menginap ditempatmu" Lirih Vino, tubuhnya bersandar ke mobil Zeva


"Aku tak tahu, lagipula kau selalu menyakiti hati Nesa bukan? Berarti ini kedua kalinya Nesa pergi meninggalkan mu, seharusnya kau berfikir kesalahanmu, jangan sampai kamu menyesal dikemudian hari"


"Maaf aku berbicara seperti berbicara pada temen sendiri, menurutmu memang tidak sopan tapi, kamu bisa memikirkan ucapanku"


"Dimana Nesa! Kau pasti tahukan keberadaan istriku! " Vino mencengkram kerah baju Zeva, ucapan Zeva barusan seakan-akan bahwa Nesa sedang bersama Zeva


"Aku tidak tahu! Kau bisa membunuhku uhuk.. uhuk.. " Zeva berbicara dengan nafas terasa sesak


"Bohong! "


"Geledah saja rumah dan tokoku jika aku berbohong, seharusnya tadi aku memukulmu dengan balok kayu itu, aku bisa mati! Lepaskan aku!! "


Vino melepaskan cengkramannya dengan kasar membuat Zeva terjatuh "Beritahu aku jika ada kabar tentang Nesa,"


"Dia sedang sakit, aku takut terjadi sesuatu padanya"


"Apa!! Sakit! " Pekik Zeva menghentikan langkah Vino yang hendak masuk kedalam mobil


"Coba cari dirumah sakit, siapa tahu Nesa ada disana" Sambungnya lagi membuat Vino semakin emosi, dia menghampiri Zeva yang baru saja merapihkan pakaiannya


"Maksudmu? Kau menyumpahi istriku masuk rumah sakit hah! Teman macam apa kau!! " Teriak Vino di hadapan Zeva


Melihat mata merah Vino, Zeva berusaha menenangkannya, jujur saya dia juga takut melihat kemarahan Vino, jalanan yang sepi membuat tubuh Zeva merinding


"Tuan coba saja, saya bukan menyumpahi Nesa, tapi kata Tuan, Nesa sedang sakit" Lirih Zeva, nada bicaranya pun sudah tak seberani awalnya


Vino memikirkan ucapan teman istrinya yang ada benarnya juga "Bantu aku cari Nesa, cek semua rumah sakit yang kau lewati, dan ini-" Vino menyerahkan kartu namanya yang diambil dari dompet

__ADS_1


"Hubungi aku, jika kamu sudah menemukan Nesa" Sambung Vino langsung pamit pergi


Setelah melihat kepergian Vino, hati Zeva merasa lega, di pegangnya kartu nama yang diberikan Vino "Aku fikir Vino memberikanku uang, eh malah kartu nama"


"Dan kenapa Nesa bisa kabur dari rumah? Apa mereka bertengkar" Gumam Zeva lalu cepat masuk kedalam mobilnya


Di dalam perjalanan, Vino menghubungi Anton lagi, dia menanyakan rumah sakit yang di kerjai Anton untuk mengecek nama istrinya


"Aku sudah pulang dan aku tidak tahu" Ucap Anton saat dia merebahkan tubuhnya kekasur empuknya


"Jangan bilang istrimu hilang lagi Vin" Anton pura-pura terkejut


"Iya, aku sedang mencarinya sekarang, kau bantu aku cari Nesa, fikiranku tidak tenang, dia masih sakit, aku takut terjadi sesuatu padanya"


"Dari kemarin kamu kemana saja Vin, sekarang istrimu hilang baru kau cemaskan" Ucap Anton


"Aku mau tidur, badanku terasa lelah" Sambung Anton langsung mematikan telfonnya


"Ahhh sial!! kenapa semuanya bersikap dingin padaku, apa salahku!!" Vino memukul stir mobil


Setelah Anton memutuskan telfon Vino, dia segera menghubungi Alex, "Sebaiknya mulai sekarang kamu jangan pernah menjenguk Nesa lagi" Ucap Anton saat panggilannya sudah terhubung oleh alex


Alex yang baru saja selesai mandi pun terkejut dengan ucapan Anton "Ada apa? aku yang membawanya kerumah sakit dan aku harus menjamin keselamatan Nesa, lagipula suaminya tidak peduli, kasihan jika dia tak ada yang menemani" Ujar Alex sambil mengeringkan rambutnya yang basah


"Huh! Vino akan mengetahui keberadaan Nesa, jadi sebaiknya kamu jangan bertemu Nesa lagi, karna aku tak mau Nesa dan Vino bertengkar akibat ulahmu itu"


" Dan satu lagi, dia tak mungkin membuat masalah denganku, karna perusahaannya masih membutuhkanku" Tegas Alex langsung mematikan telfonnya


Tak membutuhkan waktu lama untuk menemukan keberadaan Nesa istrinya, bantuan dari sekertaris sean dan Zeva sangat berpengaruh, baru saja mereka mencari selama 1 jam, Vino sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan Nesa


Dan kini, Vino sudah sampai di parkiran rumah sakit yang diyakini salah satu pasiennya adalah istrinya


vino berjalan menuju resepsionis, dia bertanya pada resepsionis tersebut


"Tolong carikan pasien bernama Vanessa liana cepat!! " Titah Vino yang dianggukin oleh petugas resepsionis


"Sebentar, saya cari dulu" Ujar resepsionis itu sambil menatap layar komputernya


"Ada tuan, pasien dirawat di ruang****"


"Terimakasih" Jawab Vino langsung berlari menuju ruangan istrinya, hatinya sangat gelisah, fikiranya sudah sangat kacau.


Saat Vino sampai di depan ruangan yang ditunjukkan pegawai resepsionis, Vino segera membukanya


Krek, pintu terbuka, Vino masuk kedalam,

__ADS_1


Hatinya terasa sakit saat melihat kondisi istrinya yang sedang dirawat dengan infus yang menancap ditangannya


Vino berjalan pelan, dia takut membangunkan istrinya yang sedang tertidur,


Saat sudah di dekat Nesa, Vino duduk di kursi yang sudah disediakan, sebelumnya Vino sudah mencium kening Nesa lalu duduk di kursi, tangannya terulur mengusap kening istrinya


Merasa ada yang membangunkannya, Nesa mengerjapkan matanya perlahan, samar-samar dia melihat suaminya sedang tersenyum menatapnya


"Maaf aku sudah membangunkanmu" Ucap Vino lirih sambil memegang tangan istrinya yang terbebas dari infus


Nesa tersenyum, lalu menarik tangannya yang berada di genggaman Vino, memembuat Vino menjadi kikuk


"Untuk apa kamu kesini? siapa yang akan menjaga Selena dan baby Revan jika kami disini by" Nesa berbicara dengan lirih,


"Lebih baik kamu pulang saja, jangan khawatirkan aku" Sambungnya lagi


"Ta-tapi Nes, disini kamu sendirian, aku gak bisa ninggalin kamu sendiri disini"


"Ada suster, dan lagipula besok ada dokter Anton, jadi kamu tenang aja, sekarang lebih baik kamu pulang,"


"Dan darimana kamu tahu aku ada disini? "


"Apa dokter Anton yang memberitahumu? "


"Apa dokter gila itu mengetahui keberadaanmu dan merahasiakannya dariku? " Tanya Vino tak percaya


"Aku yang menyuruhnya, aku tidak mau membuatmu kamu khawatir, pasti dokter Anton lupa memberitahukan Vier"


"Sebaiknya kamu pulang saja by, Selena mengkhawatirkanmu"


Kesabaran Vino telah habis karna sedari tadi nesa selalu membahas Selena


"Selena! Selena Selena! terus yang kau pikirkan, memangnya istriku Selena hah! " ucap Vino yang bangkit dari duduknya,


.


.


.


.


.


Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)


......... #Happy Reading😘#......


__ADS_2