Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 82- Bertemu sang Istri


__ADS_3

Pagi yang cerah, toko bunga milik Zeva telah dipadati oleh pengunjung, beberapa orang datang untuk mengambil pesanan, dan beberapa orang sedang menunggu dan mencari karangan bunga yang bagus menurutnya


"Terimakasih, silahkan datang kembali.. "


Nesa menghembuskan nafasnya secara kasar, di pagi hari dia harus membantu karyawan Zeva di bagian kasir karna banyaknya pembeli sampai penjaga kasir kewalahan.


"Akhirnya berkurang juga tuh orang, aku sangat lelah, huft, hehe.. " Kekeh Nesa pada karyawan kasir yang bernama Tia


Tia mengangguk tersenyum, lalu mengambil dua minuman yang dia simpan di laci kasir


"Minum, pasti kamu lelah Nes.. "


Nesa mengangguk lalu menerima cup boba rasa coklat "Segernya bukan main Ti.. "


"Iya, akhirnya kita bisa minum juga Nes"


Sruutttt....


Bunyi sedotan membuat keduanya tertawa bahagia,


"Kurang? " Tanya Tia saat minuman Nesa habis


"Nanti kita beli lagi, aku ketagihan minum boba, enak" Jawab Nesa membuang cup boba di tong sampah


"Nes! "


"Ini buket bunga yang kamu buat semalam, " Zeva menyerahkan buket bunga khusus yang dia buat Nesa untuk makam Reza


"Aku akan mengunjungi makam Reza sekarang juga, aku tidak mau bunganya layu,"


"Okeh, tapi kamu harus hati-hati, dan cepat kembali sebelum toko ini ramai,.. "


"Baik.. " Sambil memegang buket bunga dia menyambar slingbagnya


"Aku pergi! "


Setelah beberapa menit, akhirnya Nesa sampai di desa A, tepat dimana dia dilahirkan, ingin rasanya dia kembali ke desa ini, tapi suaminya pasti akan datang dan mencarinya kesini


Diparkirnya mobil Nesa di depan TPU, dia berjalan sambil membawa buket bunga dengan wajah tersenyum bahagia.


"Aku datang.. " Nesa berhenti dimakam kekasihnya, dia meletakkan buket bunga di atas makam Reza


Cukup lama Nesa berjongkok dimakam Reza, dia memanjatkan doa serta membersihkan sedikit dedaunan yang berterbangan dimakam Reza, walaupun dia sudah membayar penjaga makam untuk membersihkan makam Reza, tapi dia tahu bahwa daun kering itu selalu berterbangan


"Maaf Nona cantik.. " Tiba-tiba penjaga makam datang


"Benar, dia yang dicari Tuan Muda kemarin, aku harus menghubungi Tuan itu, aku membutuhkan uang untuk membayar sekolah anakku.. " Batin pria tua itu


"Maaf Pak, saya lupa membayar uang bulanan, bisa tunggu sebentar, saya ingin berdoa.. "


Pria tua itu mengangguk, dia meninggalkan Nesa dan menelfon nomor yang tertera di kartu nama


"Jangan sampai dia pergi, halangi dia, saya dan Tuan saya akan pergi kesana! "


Kata-kata itu terus terngiang ditelinga pria tua itu


"Ini uang untuk bapak, terimakasih selama ini sudah menjaga dan membersihkan makam kekasih saya" Nesa menyodorkan amplop coklat berisi uang, bersyukur dia masih mempunyai sedikit tabungan jadi dia bisa membayar penjaga malam tersebut


"Terimakasih Nona.. "


"Saya juga berterimakasih pada bapak, ya sudah saya pergi dulu. " Nesa berjalan menjauh tapi langkahnya di halangi oleh pria tua penjaga makam


"Maaf Nona, bisa bicara sebentar, ada sesuatu yang harus saya sampaikan.. "


Nesa menghentikan langkahnya dia kembali menatap pria tua itu lalu menganggukan kepalanya

__ADS_1


"Apa uang yang saya kasih kurang?? " Tanya Nesa yang sudah didekat pria tua itu


"Emm, ti-tidak Nona,.. "


Pria tua itu berfikir keras, bagaimana caranya agar Nesa tetap di sini sampai Tuan Muda datang


"Emm--"


"Ada apa pak?? "


"Katakan.. "


"Nona, lebih baik kita duduk di warung depan makam, daripada kita berbicara disini, kaki Nona bisa pegal" Pria tua itu berusaha mengulur waktu, dia sesekali melirik ponsel bututnya, waktu terasa begitu lama


"Baiklah,. "


Nesa berjalan mendahului pria tua penjaga makam, benar yang dikatakan bapak ini, jika berbicara sambil berdiri pasti kakinya akan pegal, terlebih dia juga belum sarapan pagi karna toko Zeva ramai


"Bapak sudah sarapan?? " Tanya Nesa saat sudah berada di warung depan


"Aku harus jawab apa? Jika aku jawab sudah, pasti dia akan cepat pulang, ah lebih baik aku jawab tidak. " Batin bapak penjaga makam


"Belum Nona.. "


"Ya sudah, saya juga kebetulan belum sarapan pagi, kalau begitu kita sarapan dulu sambil bapak bercerita"


"Iya Nona. "


Setelah memesan, dan pesanan itu sampai di meja, Nesa dan bapak penjaga makam itu memakan makanannya, Nesa yang kelaparan memakan makanannya dengan nikmat dan lahap, tapi berbeda dengan bapak penjaga makam, dia selalu melirik ponselnya, berharap orang yang ditunggunya datang


Sudah 1 jam berlalu dan Nesa semakin bingung dengan bapak penjaga makam yang duduk dihadapannya, dia bilang akan bercerita tapi kenapa sampai sekarang dia belum bercerita juga, sampai tiba-tiba Nesa menemukan kejanggalan


"Maaf saya mau bertanya, apa ada yang mengunjungi makam kekasih saya selain saya? Karna saya tadi melihat ada buket bunga disamping makam kekasih saya"


"Pak! Apa bapak dengar saya? "


"Eh, iya ada apa Nona?? "


"Saya melihat buket bunga disamping makam kekasih saya, apa ada yang mengunjungi makam selain saya?? " Tanya Nesa kembali


"Oh itu makam kekasih Nona, "


"Iya Pak, dia kekasih saya" Nesa semakin kesal karna pertanyaan tidak dijawab malah diabaikan oleh penjaga makam,


Ponsel bapak penjaga makam bergetar, dia melihat ada notif pesan, segera dia buka


"Saya sudah sampai di depan TPU, anda masih bersama istri Tuan saya kan?? "


"Masih Tuan, saya dan Nona cantik berada diwarung depan makam, anda bisa kemari,"


"Pesan dari siapa pak? " Tanya Nesa semakin curiga


"Dan apa yang bapak ingin bicarakan? Waktuku tidak banyak"


"-_-"


"Ya sudah kalau bapak tetap tidak mauu berbicara, saya akan pergi! " Kesal Nesa langsung bangkit dari duduknya, dia berjalan ke luar warung dengan bapak penjaga makam dibelakangnya


Mata Nesa membulat saat melihat seseorang yang sedang menatapnya sambil berjalan kearahnya


"Maafkan saya Nona.. " Bapak penjaga makam meminta maaf pada Nesa


"A-apa maksud bapak meminta maaf, kenapa dia ada disini! "


"Aku harus cepat-cepat pergi dari sini, "

__ADS_1


"Sayang! " Vino berlari menuju Nesa, dia memegang dan memeluk erat istri yang dirindukan selama beberapa hari ini


"Maafkan aku. "


Nesa masih terpaku, menurutnya ini diluar kendali, dia dan kak Vicky sudah menyusun rencana tapi kenapa rencana itu berantakan


"Lepaskan! " Nesa berusaha melepaskan pelukan dari suaminya


Setelah dilepas, dia menghadap bapak penjaga makam yang sedang tertunduk "Dibayar berapa bapak sama dia ha! Dan kenapa bapak bisa mengenal dia! " Tiba-tiba emosinya menguasai dirinya, bayangan Vino menuduhnya bermain api dengan Alex dan Vicky kembali terlintas, hatinya yang sudah sembuh kini terasa sakit kembali


"Maafkan saya Nona, saya membutuhkan uang untuk biaya sekolah anak saya, dan kata Tuan, dia suami Nona, saya hanya ingin mempertemukan suami Nona dengan Nona cantik. "


"Tapi tidak seperti ini caranya pak! Apa bapak tahu kesalahan apa yang dilakukan dia ha! Tidak tahu kan! Jika bapak butuh uang saya akan memberikannya, walaupun tidak sebesar uang yang diberikan mereka"


"Dan untuk apa kamu datang mencariku? Apa kamu mau menuduhku bermain api lagi ha! Aku sudah cukup tenang tanpa kehadiran dirimu! " Ketus Nesa yang berusaha menerobos suaminya


"Aku meminta maaf, kita mulai dari awal, aku janji, aku akan mempercayaimu seutuhnya"


"Aku masih membutuhkan waktu sendiri, jangan ganggu aku"


"Maaf, aku mau melihat bagaimana kamu memohon di depanku, didepan umum dan didepan sekertarismu itu, bila perlu aku ingin kamu memohon di semua publik" Batin Nesa


Dia berjalan keluar melewati Vino yang masih mematung,


"Aku harus pergi, aku dan kak Vicky harus menyusun rencana lagi"


Kunci mobil, Nesa mencari kunci mobil di slingbagnya tapi dia tidak menemukannya, sejenak dia berfikir"Ah pasti tertinggal di dalam sana"


"Mau tidak mau aku harus mengambilnya"


Nesa berjalan mendekat dan memasuki warung makan itu,


Vino pikir Nesa berubah pikiran dan mau memaafkannya, senyum sudah terukir dikedua sudut bibir Vino saat melihat Nesa menghampirinya, tiba-tiba senyumnya memudar saat Nesa melewatinya, dia mencari kunci mobil di meja yang dia duduki tapi tidak ada


"Apa Nona cantik mencari ini? " Tanya bapak penjaga makam yang memperlihatkan kunci mobil


"Berikan padaku, aku harus pulang" Nesa mengambil paksa kunci mobil lalu berjalan melewati suami serta sekertaris Sean


"Sean, apa benar dia istriku? Bukankah istriku tidak bisa menyetir mobil? " Tanya Vino yang tidak dijawab oleh Sean, dia juga tampak terkejut


"Tuan, kejar istri anda jangan sampai dia hilang lagi! " Perintah Sean yang di angguki Vino, dia kembali mengejar Nesa sampai menerobos masuk kedalam mobil Nesa


"Sayang"


"Aku minta maaf.. "


"Biar aku yang menyetir mobil" Sambung Vino kembali


.


.


.


.


.


.


Hay geas, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


....... #Happy Reading😘#.......

__ADS_1


__ADS_2