Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 50- Mall


__ADS_3

Pintu kaca mobil terbuka, Sean yang masih kesal segera membuka kaca mobil


"Anda tahu apa kesalahan anda?? " Tanya seorang perempuan pada Sean


Sean menggelengkan kepalanya,


"Wah rupanya anda sangat bodoh! "


"Anda hampir membuat jantung saya copot! "


"Saya tahu mobil anda sangat mahal dan pasti anda bisa membelinya kapanpun, tapi tolong! Jika menutup pintu mobil jangan terlalu keras,.. "


"Anda bisa lihat dia?? " Tanya wanita itu yang menunjukan arah pada seorang nenek yang sedang memunguti belanjaannya


Sean mengangguk, dia melihat dari dalam mobil seorang nenek yang sedang memunguti belanjaannya


"Turun! Dan cepat bantu dia! Karna ulahmu belanjaannya terjatuh.. "


Sean mengernyitkan keningnya, dia bertanya-tanya dalam pikirannya


"Ulah?? " Gumamnya yang masih bisa di dengar wanita disamping nya


Wanita itu membuka pintu mobil dan menyeret Sean, Sean yang mendapat serangan mendadak pun tak siap, dia menurut perintah wanita itu, segera dia membantu nenek itu


"Terimakasih anak muda.. " Ucap nenek tersebut yang telah ditolong Sean.


Sean menganggukan kepalanya, setelah melihat nenek itu pergi, dia kembali kedalam mobilnya


Langkahnya terhenti saat dia tidak melihat wanita yang menegurnya


"Kemana dia?? " Gumamnya melihat sekeliling parkiran


"Ah sudahlah, untuk apa aku mencarinya.. " Ucapnya lalu masuk kedalam mobil menunggu majikannya


"Kita mau kemana hubby.. "


"Emm bagaimana kalau kita nonton.. " Tawar Vino pada istrinya


"Atau aku temani kamu berbelanja.. "


"Atau kita bermain di area permainan.. "


"Emm bagaiamana ya hubby, ini masih siang, pekerjaanku masih banyak.. "


Vino menghentikan langkahnya lalu berbicara "Ya sudah, pergilah,.. "


"Ish tidak romantis sekali, aku hanya ingin bujukan darimu bukan diusir.. " Oceh Nesa yang menyeret suaminya kedalam tempat pembelian tiket nonton.


Vino tersenyum, dia mengikuti langkah kecil istrinya yang sedang marah, sesampainya di tempat pembelian tiket, Nesa melepaskan gandengannya dan menyuruh Vino menunggu.


"Biar aku saja, kamu tunggu disini.. " Ucap Vino tersenyum lalu meninggalkan istrinya


Nesa melihat dari kejauhan saat suaminya membeli tiket, banyak kaum wanita yang mencuri pandang dan ada yang tidak segan-segan memuji ketampanan Vino.


"Boleh kenalan?? " Tanya wanita yang berpakaian minim, dia berusaha menggoda Vino


"-_-"


"Tampan si, tapi sikapnya terlalu dingin.. " Timpal wanita lain yang melihat sikap Vino


"Bukannya dia pemimpin perusahaan besar, wah tampan sekali, lebih tampan aslinya daripada di foto.. "


"Tuan, boleh saya meminta foto bersama.. " Sambung wanita lainnya yang di dekat Vino


Tiba-tiba Nesa datang dan menyeret suaminya keluar dari loket tiket.

__ADS_1


"Jangan goda suami saya! "


"Ayo ikut aku!. "


"Sayang, pelan-pelan.. " Ucap Vino yang tak bisa mengimbangi langkah kaki istrinya


Sambil berjalan Nesa mengomel tidak jelas, dia memaki suaminya yang tebar pesona terhadap wanita lain


"Aku menyesal mengajakmu kemari by! "


"Aku tidak suka kamu tebar pesona dan di kerubungi wanita cantik.. "


"Pokoknya aku tidak suka hubby!!! "


"Sayang siapa yang tebar pesona, aku hanya membeli tiket.. " Vino berhenti berjalan dan membuat Nesa sedikit terhuyung kebelakang, beruntung Vino sigap menangkap istrinya yang sedang cemburu.


"Sayang.. "


"Pokoknya aku tidak suka kamu di dekati wanita lain, ingat kamu sudah memiliki istri, atau kamu senang ya, jika didekati banyak wanita cantik dan sexy!! " Ucap Nesa yang memalingkan wajahnya


"Aku sudah mempunyai istri yang sangat cantik, dan baik hati.. "


"Aku rasa badanmu juga semakin berisi dan terlihat lebih sexy daripada wanita tadi.. " Ucap Vino memegang tangan istrinya


"Jangan berbohong, aku tahu ini trikmu agar aku tidak marah denganmu kan?? "


"Aku tidak berbohong sayang... "


"Dan bukannya kamu yang menyuruhku membeli tiket?? "


"Tidak, aku tidak menyuruhmu, aku hanya memintamu menunggu, kamu saja yang menahanku.. " Jawab Nesa dengan cemberut


"Ya sudah kita jadi nonton tidak,?? "


"Tidak, aku sudah malas.. " Jawab Nesa jutek


Nesa mengedarkan pandangannya, matanya terfokus pada area bermain, seketika tangan Vino terseret oleh istrinya, dia membawa suaminya masuk kedalam area bermain.


"Aku akan beli koin, kamu tetap berada di belakangku.. " Ucap Nesa yang diangguki Vino


Vino menurut dia setia di belakang istrinya, menengok kanan kiri pun tak boleh, istrinya setiap menit selalu mengecek mata suaminya


Setelah membeli koin, Nesa mencari permainan yang ia sukai, tapi sebelum dia menemukan permainan yang disukai, fans dari Vino sudah mendekat dan banyak yang meminta foto pada Vino, orang yang berpengaruh dalam dunia bisnis


"Hentikan!!! Dia suami aku!! " Teriak Nesa pada fans Vino


"Ikut aku!! " Lagi dan lagi Vino di seret oleh Nesa, dia mengajak suaminya keluar dari Mall tersebut,


Sean bisa melihat dari kejauhan saat Vino ditarik paksa oleh istrinya, di dalam hatinya dia tertawa puas


"Rupanya Nona bisa bertindak kejam juga dihadapan umum.. " Batin Sean tersenyum


Nesa membuka pintu mobil dan menyuruh Vino masuk, dia mendorong tubuh suaminya agar masuk kedalam mobil lalu menutup pintu mobil


"Sekertaris Sean antar bossmu pergi dari sini.. " Ucap Nesa kepada Sean lewat kaca jendela mobil


"Tunggu! "


Vino keluar dan menggandeng tangan istrinya agar masuk bersama dalam mobil


"Jalan Sean.. " Perintah Vino saat mereka sudah berada di dalam mobil


"Jangan sekertaris Sean!! " Nesa menghentikan pergerakan sekertaris Sean yang hendak menyalakan mesin mobilnya


"Cepat jalan!! "

__ADS_1


"Jangan sekertaris Sean!! "


"Jalan Sean!! "


"Jangan sekertaris Sean!! "


Sean di buat bingung oleh sepasang kekasih yang sedang bertengkar


"Hentikan!!!! "


"Jangan membuatku bingung, apakah kalian tidak kasihan padaku.. " Sean mengungkapkan isi hatinya, lalu dia menutup mulutnya, dia baru sadar dengan ucapan yang baru saja dia lontarkan


"Maafkan saya Tuan Nona.. "


Vino dan Nesa menatap sekertaris Sean bersamaan,


"Rupanya bisa marah juga.. " Gumam Nesa yang masih bisa di dengar kedua laki-laki itu


"Namanya juga manusia pasti mempunyai tingkat kemarahan Nona.. " Batin Sean


"Sayang, kenapa kamu tidak mengizinkan Sean menyalakan mobil.. " Vino berusaha mendekat agar tidak ada jarak diantara mereka, tapi Nesa semakin menjaga jarak dari suaminya


"Sean keluarlah! " Ucap Vino yang langsung di angguki sekertarisnya.


Setelah melihat Sean keluar, Vino langsung memeluk istrinya, Nesa memberontak tapi kelamaaan dia luluh, dia membalas pelukan suaminya


"Jangan marah, .. "


"-_-"


"Sayang.. " Ucap Vino yang memegang dagu Nesa, agar Nesa mau menghadap dirinya


"-_-"


Melihat istrinya diam saja tanpa mau berbicara, Vino langsung mencium dan melu**t bibir istrinya, tak ada penolakan dari Nesa, dan juga tidak ada balasan dari Nesa, dia hanya diam saja.


Setelah merasakan tidak ada balasan, Vino melepaskan ciuman itu dan memeluk istrinya


"Maaf sayang.. " Vino mengecup pucuk kepala Nesa


"Aku tidak suka kamu di dekati wanita lain.. "


"Iya, maafkan aku, .. "


Nesa menganggukan kepalanya, dia tersenyum saat suaminya meminta maaf


"Ayo kita pulang.. " Ucap Vino yang melihat jam dipergelangan tangannya menunjukkan pukul 3 sore


"Aku harus ke kantor by.. "


"Sean masuk!!! "


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


....... #Happy Reading😘#......


__ADS_2