
"Apa yang sedang kamu lakukan?? " Tanya Renata saat pak diman duduk bersantai dengan memandang layar ponselnya
Pak diman langsung terkejut, dia bangkit dari duduknya saat melihat Nyonya besarnya mempergoki dirinya bersantai di pos satpam
"Apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku? " Selidik Renata yang melihat raut wajah gelisah pak diman
"Tidak Nyonya,.. "
Pak diman berusaha mengelak, dia mematikan ponselnya dan menaruh di saku celananya
Renata mencium gelagat aneh dari pegawainya yang satu ini,
"Sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu di ponselmu.. "
"Cepat serahkan, aku ingin melihatnya.. " Lanjutnya kembali
"Eh..anu Nyonya, emmm saya...saya tidak menyembunyikan apapun, tadi saya terkejut dengan kehadiran Nyonya saat saya sedang menonton film.. " Ucap pak diman dengan gelagapan
"Oh berikan ponselmu, aku juga ingin melihat film itu,.."
"Anu filmnya sudah selesai Nyonya... "
Ucap Pak diman sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, rasanya dia ingin pergi sekarang juga saat Nyonya besar menatapnya dengan selidik
"Maaf Nyonya, saya harus pergi menjemput Nona.. "
"Nona!! "
"Kemana dia! Dari semalam saya tidak melihat ada dirumah.. "
Degg...
"Aduh! aku bingung harus menjawab apa.. " Batin pak diman
"Emm Nona sedang.. " Pak diman berfikir sejenak, dia mencari alasan yang masuk akal,
Renata yang melihat gerak gerik aneh pada supir anaknya pun semakin curiga
"Apa yang kamu sembunyikan dari saya! Jika kamu tidak mau memberitahu, aku akan mencacatkanmu sekarang juga.. " Ancam Renata yang sudah kehabisan cara
Pak diman memohon dia bersujud di hadapan Nyonya besar sambil mengatupkan kedua tangannya"Ampun Nyonya, jangan pecat saya.. "
"Cepat katakan, jika kau masih ingin bekerja disini.. "
"Baik Nyonya, tapi jangan pecat saya.. "
"Hemm.. " Renata menyilangkan kedua tangannya di dada, dia menunggu pak diman menceritakan rahasia yang telah disembunyikan
Pak diman bangkit dan merogoh sakunya, dia mengeluarkan 1 bungkus rokok+korek, Renata yang melihat itu semua pun marah, dia serasa di permainkan,
"Apa waktuku akan habis untuk melihatmu mengambil barang yang tidak berguna itu hah!! " Pekik Renata tersulut emosi
Pak diman semakin ketakutan, tangannya gemetar, beberapa kali dia salah membuka sandi ponselnya,
"I-ini Nyonya,.. " Pak diman memberikan ponselnya pada ibu bossnya
__ADS_1
"Apa ini?? " Renata mengambil dan melihat rekaman video yang dibuat pak diman, matanya membulat saat Renata mengenali wanita yang berada digendongan pria lain
"Bukannya dia..."
"Apa dia mengkhianati putraku! " Gumam Renata tercengang lalu beberapa detik dia menampilkan senyum liciknya
Renata mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya dan berkata "kirimkan video itu ke ponselku, dan ini.. " Renata mengeluarkan amplop coklat di tasnya lalu memberikan pada supir anaknya
"Ini apa Nyonya.. " Tanya pak diman heran,
"Nyonya jangan pecat saya, saya mohon.. " Lagi dan lagi pak diman memohon dia mengatupkan kedua tangannya di depan dada
"Ini bonus untukmu karna kamu sudah memantau wanita murahan itu.. " Jawab Renata yang langsung masuk kedalam rumah
"Akhirnya aku dapat memisahkan putraku dengan gadis murahan seperti dia.. "
"Sudah cukup aku di hina oleh teman-temanku karna aku belum memiliki cucu.. "
"Jika boleh jujur, kamu adalah gadis yang baik Nes, tapi percuma jika kamu tidak bisa memberikan cucu untuk aku.. " Gumam Renata sambil melangkah masuk kedalam rumah.
Pak diman mengambil dan menyimpan uang itu, lalu dia mengirimkan video itu sesuai perintah ibu bossnya
"Apa aku harus senang atau sebaliknya.. "
"Aku juga tidak yakin jika Nona mengkhianati Tuan, dilihat dari raut wajah sedihnya kemarin.. "
"Maafkan aku Nona, aku masih ingin bekerja di keluarga Sanjaya... " Batin pak diman lalu masuk kedalam pos satpam
"Jika besok ada masalah kamu harus meluruskan dan bertanggungjawab.. " Ucap pak satpam yang melihat kejadian Renata dan pak diman
"Tolong kamu tutup mulut dari Tuan mengenai masalah ini dan kita akan bagi 2 uang itu, bagaimana.. " Tawar pak diman yang ditolak mentah-mentah oleh pak satpam
...........
Perbedaan waktu di negara lain sudah biasa bagi Vino, sekarang di negara B waktu sudah larut malam, dia juga sudah menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin, demi ingin bertemu dengan istrinya
"Aku akan buat kejutan untukmu.. " Ucap Vino sambil membereskan barang-barangnya
"Kamu mau kemana vin?? Kita baru 1 hari disini.. " Bella berucap sambil mengantarkan minuman untuk Vino
"Kembali, aku akan kembali, karna aku mempunyai rumah dan istri yang sudah menungguku.. "
"Selesai.. " Ucap Vino mengangkat kopernya
"Kamu belum makan dan minum, lebih baik kamu sarapan dulu, agar di dalam perjalanan perutmu tidak kosong.. "
Vino menatap Bella, dia ragu untuk memakan atau meminum yang diberikan Bella
"Maaf bel, pesawatku sebentar lagi terbang, aku akan terlambat.. " Ucap Vino yang langsung pergi dari hotel,
Saat di perjalanan menuju bandara, ponselnya berbunyi, dia melihat ada notifikasi pesan masuk dari ibunya.
"Apa yang dia kirim.. " Gumam Vino yang melihat pesan ibunya
Degg...
__ADS_1
Nafas Vino mendadak tak beraturan, tangannya meremas ponsel yang di genggamnya
"Apa-apaan ini, kenapa kamu tega mengkhianati aku.. " Gumamnya saat melihat video itu
Drttt... Drttt.....
Ponsel Vino berdering, nama ibunya tertera di layar ponselnya, segera dia mengangkatnya
"Sekarang kamu tahu kan kebusukan istrimu.. " Ucap Renata dari sebrang sana
"A-aku tidak mempercayai itu semua.. "
"Vino, jangan jadikan cinta membutakan segalanya,.. "
"Ceraikan dia, dia tidak pantas untukmu.. "
Tiba-tiba telfon terputus, itu karna Vino memutuskan secara sepihak, sekali lagi dia melihat video yang diberikan ibunya
"Kalian berdua keterlaluan!! " Batin Vino
Seketika Vino langsung menghubungi istrinya, dia sengaja tidak membalas pesan dari istrinya karna ingin fokus menyelesaikan pekerjaannya dan kembali dengan cepat.
"Bodoh! Apa yang kau lakukan, mereka sedang bersenang-senang, dan pantas saja ponsel istrimu tidak aktif.. " Maki Vino pada dirinya sendiri
Vino mengusap wajahnya dengan kasar, dia benar-benar frustasi, ucapan Nesa yang akan menerima kekurangannya tiba-tiba hilang sekejap
"Jika aku ceraikan dia, dia pasti akan bahagia bersama pria bajingan itu.. "
"Tak akan aku biarkan semuanya terjadi.. "
"Sebelum aku membuangnya tidak ada yang boleh mengambilnya dariku!! " Batin Vino yang tersenyum penuh arti
"Maaf Tuan, anda sudah sampai. " Ucap pak supir taksi online
"Terimakasih.. "
Vino keluar dan masuk kedalam bandara dengan membawa kopernya, dia menghubungi Sean untuk datang menjemputnya, tapi dia juga yang meminta Sean untuk tidak memberitahukan kepulangannya pada Nesa
"Jangan beritahu istriku! Aku akan buat kejutan yang tidak terduga untuknya.. " Senyum sinis tepancar di sudut bibir Vino
"Baik Tuan.. "
.
.
.
.
. Kisah akan dimulai
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
........ #Happy Reading😘#.......