
Mobil Vino yang baru saja terparkir mulus di sebuah gedung kantor yang sangat megah dan mewah, dia langsung membuka pintu mobilnya dan berjalan masuk kedalam kantor tersebut
"Selamat Siang Tuan" Semua karyawan yang melihat putra pemilik perusahaan ini pun menunduk dan memberi hormat padanya
Vino yang terlihat kesal pun mengabaikan semua karyawan yang menyapanya, mendengar cerita Selena, dia langsung tersulut emosi pada Rayhan
"Maaf Tuan Vino, Tuan besar sedang kedatangan klien dan tak bisa diganggu" Ucap Sekertaris Sandra yang menghalangi Vino masuk kedalam ruangan bossnya
"Hentikan omong kosongmu itu! dan jauhkan tanganmu dari lenganku" Sorot mata tajam Vino membuat nyali Sekertaris sandra menciut, berusaha menerobos masuk membuat Sekertaris sandra memegang lengan putra pemilik perusahaan yang dia kerja
"Ta-tapi Tuan, Tuan besar sedang tidak bisa diganggu karena di dalam sana ada tamu penting" Ujar Sekertaris sandra yang berharap Vino mengikuti perintahnya
Brak!
Vino menendang pintu ruangan Rayhan karna tangannya di pegang oleh Sandra membuat Sandra melepaskan tangan Vino karna terkejut
Rayhan dan klien yang sedang membahas masalah pekerjaan pun tak kalah terkejutnya saat pintu di tendang keras, membuat mereka semua menatap Vino
"Maaf, kami akan menghubungi anda untuk kelanjutan kerjasama kita, dan saya mohon maaf sekali lagi karena meeting ini sampai disini dulu, karna saya kedatangan putra saya" Ucap Rayhan yang tetap tersenyum ramah padahal didalam hatinya dia sedang kesal dengan Vino yang masuk tiba-tiba
"Baik, kalau begitu saya permisi dulu, dan saya akan menunggu keputusan dari Tuan Rayhan" Ucap klien sambil menjabat tangan Rayhan lalu berjalan pergi keluar ruangan,
Setelah semua klien sudah keluar ruangan, Steven langsung menutup pintunya dan berjalan menuju Rayhan
Bugh!
Pukulan keras mendarat di perut Rayhan membuat Rayhan meringis kesakitan memegang perutnya
"Apa yang kau lakukan Vin, kenapa kau memukul Ayah! " Pekik Rayhan yang kesakitan
Seakan tuli, Vino melangkah maju ke hadapan Ayahnya, karna Ayahnya sudah tersungkur jatuh
Bugh!
Bugh!
Emosi Vino sudah tak bisa ditahan lagi, dia sangat marah dan kecewa dengan perlakuan Ayahnya yang tega pada Selena
"Dasar anak tidak tahu diri! " Pekik Rayhan membuat amarah Vino semakin menjadi
"Kau yang Ayah tidak tahu diri! apa setelah kematian Vicky kau akan membunuh Selena, istri Vicky hah!" Bentak Vino sambil memukul Rayhan
"Apa maksudmu Vin, Ayah mati di tanganmu jika kau memukul Ayah seperti ini" Pekik Rayhan pada putranya yang sedang membabi buta Rayhan
Melihat Ayahnya sudah terkapar tak berdaya, Vino berdiri lalu membersihkan tangannya pada jasnya "Aku ingin sekali kau mati jika sikapmu tidak berubah! " Ucap Vino membuat Rayhan mematung tak percaya
__ADS_1
Perkataan putranya sungguh menusuk hatinya
"Kenapa? kenapa aku harus membiarkan pembunuh hidup bebas di alam ini, bukankah lebih baik pembunuh mati dan merasakan siksa di alam kubur?" Sambung Vino tersenyum sinis
"Apa maksudmu Vin? pembunuh? " Ulang Rayhan yang berpura-pura tak mengerti
"Apa Vino mengetahui semuanya? " Gumam Rayhan dalam hati
"Hahaha apa kau masih berpura-pura bodoh! "
"Kau memang Ayahku, tapi kalau boleh, aku tak mau mempunyai Ayah sepertimu, seorang pembunuh"
"Pembunuh yang tega membunuh anaknya sendiri karna ke egoisannya" Sambung Vino membuat Rayhan menatapnya tak percaya
"Jangan menatapku seperti itu, aku bahkan mempunyai semua bukti tentang kebusukanmu, tapi aku rela menutupinya karna aku fikir kau akan berubah setelah kematian Vicky"
"Tapi tidak disangka, kau akan menculik Selena dan berusaha melecehkannya, ini sungguh trik yang murahan Tuan Rayhan yang terhormat"
"Melecehkan? Ayah tidak melecehkan Selena"
"Dan Ayah tidak membunuh Vicky, Ayah bukan pembunuh" Elak Rayhan
"Sudahlah, aku muak dengan semua ini! aku tahu kau yang menyekap Selena dan berusaha melecehkannya kan? "
"Jika hal itu sampai terjadi, aku benar-benar akan membunuhmu"
"Ck, apa fikiranmu selalu berfikir pendek hah! "
"Selena sekarang sudah menjadi tanggung jawab aku, dan aku tidak memiliki perasaan apapun padanya"
"Tapi masalah pelecehan itu tidak benar Vin, Ayah tidak pernah melecehkan Selena, pasti dia yang mengarang cerita agar kamu membenci Ayah" Elak Rayhan yang tak tahu apa-apa tentang pelecehan itu
"Cih, memang aku percaya padamu! kau berani membunuh Vicky dan kau menyembunyikan itu dengan rapat, dan kali ini kau menyekap Selena lalu hampir melecehkannya,"
"Sebenarnya apa yang kau inginkan, sampai-sampai kau tega membunuh Vicky dan hampir mencelakai Selena" Tegas Vino
"Kau! jaga ucapanmu! kau sedang berbicara dengan Ayah kandungmu! apa begini caramu memperlakukan Ayah kandungmu! "
"Ayah tidak membunuh Vicky,! "
"Ayah tidak sengaja melakukannya" Akhirnya Rayhan berkata jujur pada Vino, rahasia yang ia ingin tutup rapat-rapat ternyata sudah tercium oleh putranya
"Ck, aku tidak ingin mendengarkan alasanmu, aku kemari hanya untuk membalas apa yang sudah dilakukan kau pada Selena! "
"Sekali lagi aku melihat kau mencelakai Selena, maka aku aka-"
__ADS_1
"Aka apa Vin! kau putra Ayah, seharusnya kau membela Ayah! " Timpal Rayhan cepat membuat Vino menyunggingkan senyumnya tipis
"Membela? apa aku harus membela seorang pembunuh! " Jawab Vino
"Sudahlah, urusan kita sudah selesai, aku harap kau akan berubah setelah ini"
"Tapi Ayah tidak melecehkan Selena, dia yang mengarang cerita sendiri, kau harus percaya dengan Ayah Vin!! " pekik Rayhan keras saat Vino sudah berjalan meninggalkan ruangannya
Setelah Vino keluar dari ruangan Rayhan, Sekertaris sandra yang masih berjaga di depan pintu bossnya pun segera masuk saat mendengar rintihan kesakitan bossnya
"Tuan! " Pekik sandra saat melihat Rayhan terkapar di lantai sambil memegangi perutnya,
"Apa yang terjadi, kenapa anda bisa ada disini" Sambung sandra yang membantu Rayhan bangkit lalu memapah menuju sofa
"Panggilkan anak buah sialan itu kemari! "
"Cepat!! " Bentak Rayhan pada Sandra,
"Ba-baik Tuan" Sekertaris sandra langsung berjalan menuju ruangannya dan menelfon anak buah yang dia sewa kemarin untuk menghadap Rayhan
Setelah selesai menelfon, sandra kembali lagi ke ruangan bossnya, tak lupa dia membawa baskom yang berisi air es untuk mengompres luka di perut Rayhan
"Saya sudah menghubungi anak buah saya, dan mereka sebentar lagi akan tiba disini"
"Oh iya, ini saya bawakan air dingin untuk luka di perut Tuan" Ucap sandra yang meletakkan baskom itu di meja depan sofa
"Kau! kembalilah bekerja! aku akan mengompres perutku dulu, beritahu jika preman sialan itu sudah datang! " Ucap Rayhan yang diangguki Sandra
"Baik Tuan"
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
....... #Happy Reading😘#.....