
"Bagaimana keadaan istri saya dok?? "
"Dan bagaimana keadaan bayi saya? mereka baik-baik saja kan? " Tanya Vicky cemas
Dokter yang baru saja keluar ruangan persalinan pun menghembuskan nafasnya kasar membuat Vicky semakin cemas karna raut wajah dokter yang tampak lesu
"Istri dan anak anda-" Ucapanya terputus saat Vicky membentak dokter wanita itu
"Apa yang kau lakukan didalam sanah hah! kenapa ekspresimu seperti orang kalah beperang! " Bentak Vicky dengan emosi
"Sabar! dokter belum bicara dan kau sudah memarahinya, apa kau waras hah! " Pekik Vino yang terpancing emosi juga
"Bagaimana keadaan Selena dok, biarkan saja mereka bertengkar" Kini Nesa yang sudah lelah dengan perdebatan sengit itupun membawa dokter wanita yang menangani Selena sedikit menjauh
"Alhamdulillah bayi dan ibunya selamat, dan selamat bayinya laki-laki, ibu boleh masuk kedalam, " Ucap dokter tersenyum membuat Nesa meneteskan air mata bahagianya
"Terimakasih dok, terimakasih" Nesa langsung berlari meninggalkan suami serta kakanya yang sedang bertengkar lalu dokter pun juga sudah pergi dari depan pintu persalinan
Nesa masuk dan berjalan, melihat suster menggendong bayi tampan milik Selena, Nesa segera mengambil alih bayi itu
"Biar aku saja sus yang gendong" Nesa mencoba mengambil baby Selena lalu membawanya ketempat tidur Selena
"Tampan sekali sel" Ucapnya sambil meletakkan bayi itu dekapan Selena
"Oh iya bukankah tadi ada Vicky dan Vino, kemana dia? " Tanya Selena sambil mengusap tubuh bayinya lalu menciumnya beberapa kali
"Sedang bertengkar di luar ruangan, karna Vicky sangat mencemaskanmu dan dokter tadi tak sengaja menunjukan wajah lelahnya mungkin kak Vicky sangat khawatir dan Vino berusaha meredamkan emosinya tapi lama kelamaan dia terbawa emosi juga" Jawab Nesa sambil duduk lalu memegang tangan mungil baby tampan
"Apa sudah ada nama untuk baby tampan ini? " Tanya Nesa kembali, dia sangat gemas dengan wajah baby tampan yang sedang tertidur
"Vicky yang sudah menyiapkan nama, "
Dari dekat pintu Vicky dan Vino baru saja masuk kedalam ruangan Selena, mereka bisa melihat para istrinya sedang bercanda ria dengan bayi mungil yang berada di gendongan Selena
"Anak Ayah" Ucap Vicky sambil berusaha mengambil baby tampan,
Seketika membuat Vino merasakan sakit hati yang luar biasa, Vino menatap istrinya yang sedang tersenyum bahagia
"Kenapa rasanya sakit, seharusnya aku bahagia" Gumam Vino dalam hati
__ADS_1
Melihat suaminya mematung di dekat pintu, Nesa segera menghampiri lalu membawa suaminya keluar ruangan sebelumnya Nesa sudah berpamitan pada Selena dan juga Vicky, dia berpamitan untuk membawa Vino ke kantin karna jam ini jam makan siang
"Sayang, mau kemana? " Tanya Vino saat tangannya ditarik paksa oleh istrinya
"Kita ke kantin, aku lapar by" Jawab Nesa, dan Vino menganggukan kepalanya, tapi seketika keningnya mengekerut karna istrinya tidak membawa dia ke kantin melainkan ketaman rumah sakit
"Duduk by" Titah Nesa lalu mendudukan bokongnya dikursi taman
"Ta-tapi kamu bilang, kita mau ke kantin sayang, ayo cepat, jangan sampai istri kecilku ini kelaparan" Ajak Vino sambil mengulurkan tangannya pada istrinya
Nesa menarik tangan suaminya agar duduk di sampingnya "Itu alasanku saja by, aku tidak lapar" Ucapnya sambil menatap suaminya lekat
"Kenapa menatapku seperti itu sayang, apa aku sedang melakukan kesalahan? " Tanya Vino yang diangguki Nesa
Nesa menghembuskan nafasnya dalam-dalam sebelum berbicara, membuat Vino tak mengerti apa yang sedang terjadi pada istrinya
"Hubby" Nesa memeluk suaminya membuat Vino semakin terheran-heran
"Aku tahu kamu sedang sedih," Sambungnya kembali
"Aku? aku tidak bersedih sayang, aku justru bahagia karna Vicky dan Selena dikaruniai seorang anak yang sangat tampan"
"Haha sayang sudahlah, ayo kita kembali ke ruangan Selena tapi sebelum itu kita harus ke kantin, ini sudah waktunya makan siang dan kamu belum makan dari pagi, aku takut kamu sakit sayang" Ucap Vino yang berusaha mengalihkan pembicaraan sambil melepaskan pelukan istrinya
"Apa kau fikir aku Nesa yang dulu, yang gampang semua orang bodohi by! aku tahu hatimu sakit, aku tahu kamu merasa iri dengan kebahagiaan keluarga Vicky yang sudah lengkap dengan kehadiran babynya, jadi tolong jangan berpura-pura tersenyum di depanku, "
"Aku hanya takut kau pergi meninggalkanku disaat kamu mulai bosan dengan keadaan rumah tangga yang tidak ada keramaian seorang anak didalamnya"
"Aku sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi, hanya kamu yang bisa mengerti perasaanku" Jawab Vino sambil mengusap punggung istrinya
"Siapa yang akan meninggalkanmu hubyy, dengar ya, aku ini istri kamu dan selamanya akan tetap menjadi istrimu, "
"Dan jangan bilang kalau kamu tidak mempunyai siapa-siapa lagi selain aku, masih ada kak Vicky dan Ayah yang akan menjagamu"
"Ayah, aku tak tahu apa yang dipikirannya saat ini, dia seperti bukan Ayah yang aku kenal, sikap dan sifatnya berubah, bahkan saat ibu meninggal, Ayah tidak datang kepemakaman "
"Kan sekertaris Ayah sudah bilang, kalau Ayah sedang di luar kota dan tidak bisa datang kepemakaman ibu, Ayah juga sudah mengirimkan karangan bunga untuk ibu"
"Sebenarnya Ayah baik, dia menginginkan yang terbaik untuk semua putranya, kamu jangan sampai membenci Ayah"
__ADS_1
Ucap Nesa sambil melepaskan pelukannya
"Ya sudah ayo kita kembali ke ruangan Selena tapi sebelumnya kita belikan minum untuk kak Vicky dan kamu"
"Kamu pasti haus kan karna perdebatan sengit itu"
"Hahaha istri kecilku memang sangat pintar, ya sudah ayo kita ke kantin"Ajak Vino sambil berdiri lalu mengulurkan tangannya dan Nesa segera meraih uluran tangan suaminya, mereka berjalan berdampingan dengan salah satu tangan Vino merangkul mesra pinggang istrinya
Setelah sampai di kantin, Vino menyuruh Nesa untuk duduk di salah satu bangku yang kosong, dan Vino berjalan membeli minuman
Saat Vino membeli minuman tak sengaja Nesa melihat dokter anton dan alex sedang berbicara layaknya teman dekat membuat Nesa menajamkan penglihatannya
Tapi beberapa menit kemudian Nesa melihat alex berdiri lalu pergi meninggalkan dokter anton sendiri
"Sayang, lihat apa? " Tanya Vino saat istrinya menatap menatap pojok kantin
"Kamu sedang memandang Anton? " Sambungnya tak percaya
"Ish hubby, bagaimana bisa aku memandang dia, aku sedang berfikir saja" Gerutu Nesa, dia mencari Alex tapi dia sudah kehilangan jejaknya
"Sudahlah, dia sudah pergi, ayo kita ke kamar Selena dan berikan minum itu untuk kak Vicky" Sambung Nesa yang diangguki Vino, disetiap perjalanan tak henti-hentinya Nesa berfikir antara pertemuan dokter anton dan Alex membuat Nesa tak sengaja kesandung tong sampah rumah sakit
"Sayang, sebenarnya ada apa? " Tanya Vino saat istrinya melamun
.
.
.
.
.
Hay gaess, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#......
__ADS_1