Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 118-Kemarahan Vicky


__ADS_3

Melihat kedua putranya berbisik dan darah Vicky terus menetes, akhirnya Rayhan meninggalkannya, dia berjalan lalu menutup pintu apartemen Vicky dengan keras


"Kau gila ya! sudah aku peringatkan berapa kali, tahan emosimu! sifatmu yang seperti ini yang membuat keadaan semakin kacau! " Ucap Vino menyuruh Vicky duduk di sofa


"Duduk!" Ucap Vino saat Vicky tak mau menuruti perintahnya


"Aku harus menghampiri istri dan anakku! "


"Jangan sekarang, tunggu beberapa menit, biarkan Ayah pergi, jangan sampai Ayah memergokimu dibawah atau pun diparkiran! "


"Dan kau tenang saja, ada Nesa yang menjaga Selena" Sambungnya lagi


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Vino turun sendirian ke lantai dasar, awalnya Vicky menolak diam diapartemen tapi sewaktu Vino berbicara bahwa Selena akan cemas jika melihat lukanya, Vicky langsung patuh, dia duduk di sofa menunggu kedatangan istri dan saudaranya


Vino sempat mengendap-endap saat berada diparkiran, dia sesekali melirik pada seluruh sudut parkiran memastikan bahwa tidak ada Rayhan, saat Vino mau menghampiri istri dan Selena, dia sempat melihat mobil Rayhan yang masih terparkir di pojok parkiran membuat Vino harus mengumpat dibalik tembok, dia pun mengirim pesan pada istrinya agar tidak keluar dari mobil karna Ayahnya masih memantau di mobil


Cukup lama Vino berdiri di sudut tembok, dan mungkin Rayhan lelah karna tidak menemukan apa-apa, akhirnya Rayhan pergi dari parkiran itu, Vino bernafas lega saat mobil Rayhan sudah melaju melewatinya


"Akhirnya pergi juga, kakiku sudah pegal sedari tadi berdiri" Dengus Vino yang langsung berlari masuk kedalam mobil Vicky


"Bagaimana by, apa situasi sudah aman? " Tanya Nesa saat suaminya masuk kedalam mobil


"Sudah, mobil Ayah juga sudah pergi"


Melihat tidak ada Vicky dibelakang Vino, Selena pun segera bertanya tentang keadaan Vicky, dia mencemaskan Vicky karna sikap Vicky yang mudah emosi dan tak bisa menahan amarah


"Dimana Vicky? " Tanya Selena yang diangguki oleh Nesa


"Iya, dimana kak Vicky by? " Kini Nesa yang bertanya pada suaminya


Vino mengambil minum istrinya lalu meminumnya dan menjelaskan semua yang terjadi "Vicky ada di apartementnya, lebih baik kita turun dan temui Vicky"Ucap Vino yang dianggkui Nesa dan Selena


"Biar aku yang membawa perlengkapan bayimu Sel, " Vino langsung mengambil tas yang berisi perlengkapan baby R


"Terimakasih Vin, "


Setelah berjalan 5menit akhirnya mereka sampi di apartement Vicky, mereka langsung masuk kedalam dan menemukan Vicky sedang duduk di sofa, sesekali membersihkan darah yang masih menetes menggunakan tissu nya


Selena langsung meletakkan bayinya kedalam box bayi dan melihat keadaan Vicky, alangkah terkejutnya saat Selena melihat tetesan darah dilantai, dia mengikuti tetesan darah tersebut yang menuju Vicky


"Ky! " Panggil Selena, tapi segera mungkin Vicky menyimpan tangan dan tissue bekas darahnya di belakang tubuhnya, Nesa yang melihat interaksi keduanya pun meminta penjelasan pada suaminya, tapi suaminya hanya mengedikan bahunya

__ADS_1


"Apa yang kamu sembunyikan? " Tanya Selena sambil berusaha menerobos melirik sesuatu yang disembunyikan oleh Vicky


"Aku tidak menyembunyikan apapun, lebih baik kamu istirahat dan jaga anak kita" Ucap Vicky, wajahnya tiba-tiba pucat dan Selena bisa melihat tetesan demi tetesan darah membuat Selena menutup mulutnya


"Kamu kenapa ky! " Pekik Selena dia berusaha meraih tangan Vicky yang disembunyikan sehingga Vicky mengadu kesakitan


"Aw sakit" Ringis Vicky


"Sel, obati dia,! " Ucap Vino yang berada dibelakang Selena sambil membawa p3k


"Dan kau duduk! kau bilang kan jika kau ingin diobati oleh istrimu? " sambungnya lagi


"Kenapa bisa seperti ini! apa yang terjadi! " Tanya Selena cemas sambil merebut kotak p3k dan menyuruh Vicky duduk lalu perlahan dia membersihkan darah yang masih mengalir


"Jawab ky! " Kesal Selena yang tak sengaja menekan luka Vicky dengan kapas


"Aww sakit! sakit! Sel!" Pekik Vicky langsung menarik tangannya dari genggaman istrinya


"Apa yang terjadi? " Kini Selena bertanya dengan pandangan menuju Vino, Nesa yang mengerti tatapan itu segera menyenggol suaminya yang sedang memainkan ponselnya membuat ponsel itu terjatuh


"Sayang" Dengus Vino pada istrinya


"Hubby, lihat! " Nesa menyuruh suaminya melihat Selena yang sedang menatapnya


"Kenapa bisa? "


"Lalu? apa Vicky mencelakai Ayahnya? " Tanya Selena pada Vino sambil membersihkan luka Vicky,


"Hampir saja mereka saling membunuh untung ada aku yang melerainya" Jawab Vino membuat Vicky melototkan matanya tak terima


Selena yang melihat suaminya melototkan matanya pada Vino pun menekan luka itu dengan obat merah membuat Vicky mengadu kesakitan


"Sakit sel! " Pekik Vicky yang kakinya diinjak oleh Selena


"Diam! aku tidak mau anaku bangun karna ulahmu"


"Dan apa-apan saling membunuh memangnya kamu punya nyawa berapa hah! Ucap Selena


"Siapa yang saling membunuh, Vino saja yang membuat cerita itu,! "


"Dan kau Vin, jan-"

__ADS_1


"Awww sakit Sel" Ringis Vicky saat Selena menekan lukanya


"Bisa diem! kamu sudah salah tapi tetap mengelak," Ketus Selena


Dan Vino yang sedang duduk pun terkikik membuat Nesa yang berada disampingnya terheran-heran, sekejap Nesa berfikir lalu sepersekian detik Nesa mencubit pinggang suaminya


"Hubby, apa kamu mengarang cerita? " Bisik Nesa


"Aww sakit, sakit sayang, aku tidak mengarang cerita," Ringis Vino


.............


Di dalam kantor, terlihat Rayhan yang sedang marah pada anak buahnya yang tidak bejus


"Apa-apan ini! hanya mencari keberadaan wanita murahan itu kalian saja tidak bisa;!


"Saya, sudah membayar kalian mahal, cepat temukan keberadaan wanita murahan itu!" Pekik Rayhan pada anak buahnya


"Ba-Baik bos, tapi kami harus mencari keberadaan Nona Selena dimana? semua tempat di kota ini sudah kami cari, tapi tidak ada hasil" Jawab anak buah itu


Rayhan mendekat lalu menghajar habis anak buahnya "Cari bodoh! jika aku tahu dimana keberadaan wanita murahan itu, aku tidak akan membayar mahal preman tak bejus sepertimu" Pekik Rayhan membuat anak buahnya ketakutan


"Ma-Maaf bos, kami akan mencarinya! " Ucap anak buah itu sambil memegang perutnya yang terkena pukulan


"Cepat pergi!!! "


"Iy-iya bos"


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote Dan hadiah🎁)


........ #Happy Reading😘#.......


__ADS_2