Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 117-Pertengkaran


__ADS_3

"Aku tidak menyembunyikan apapun," Ucap Vicky yang mengerti dengan fikiran Ayahnya


"Dan aku ada pekerjaan yang mengharuskanku meninggalkan kantor dan apartemen" Sambungnya lagi


Diluar lobby, Selena yang sedang berjalan keluar pun melihat Nesa bersama Vino


"Nesa! " Sapa Selena,


"Sel, ada apa?kenapa kamu terlihat ketakutan, dan dimana kak Vicky" Tanya Nesa, langkahnya terhenti saat Selena memanggilnya


"Di apartemen ada Ayah, dan Vicky sedang menanganinya, Vicky juga menyuruhku untuk bersembunyi di dalam mobil,"


"Kamu mau kemana? "


"Kita mau menjengukmu, sekalian mau memberikan makanan ini, aku tadi membelinya banyak"


"Ya sudah aku temani kamu bersembunyi ya, biar Vino masuk menemui Vicky dan Ayah"


"Gapapa kan by? " Tanya Nesa yang diangguki oleh Vino


"Kabari aku jika situasi sudah aman" Teriak Nesa pada suaminya


Setelah sampai di dalam mobil Vicky, Nesa memberikan camilan yang dia bawa pada Selena, karna wajah Selena tiba-tiba pucat membuat Nesa sedikit khawatir


"Makan dulu, pasti kamu belum makan, ingat kamu sudah mempunyai anak dan anakmu butuh ASI darimu" Ucap Nesa sambil menyodorkan roti coklatnya


"Terimakasih Nes, aku memang belum makan siang, hanya sedikit sarapan pagi" Selena mengambil roti coklat lalu memakannya, beberapa potong roti sudah habis dimakan Selena, wajahnya yang pucat kini sudah tak terlihat lagi


"Aku dan Vino berniat mampir kerumah sakit menjengukmu, tapi kata suster, kamu baru saja pulang, jadi aku meminta Vino untuk menemaniku ke apartemen kak Vicky, lalu kita sengaja membawa makanan ini untuk berpesta"


"Merayakan kelahiran anak pertamamu" Ucap Nesa


"Haha maaf, aku belum memberi kabar untukmu, dia sangat rewel" Tunjuk Selena pada bayinya yang tertidur


"Boleh aku gendong sel? " Tanya Nesa ragu


"Boleh"


Nesa langsung mengambil baby tampan kedalam gendongannya lalu meminta Selena untuk memfotokan dirinya dengan baby tampan


"Sudan cocok Nes" Ucap Selena sambil memperlihatkan hasil jepretannya pada Nesa


"Wahh iya Sel, kirim ke ponselku,"


"Ta-tapi bukannya ponselmu sudah rusak karna aku, dan aku belum menggantinya? "


"Jangan difikir, Vino kan banyak duit, saat mengetahui ponsel aku rusak, dia langsung memberikan ponsel baru, lihat ini? " Ucap Nesa sambil menunjukkan ponsel yang berada di tasnya

__ADS_1


..........


Di apartemen Vicky, Rayhan yang tak henti-hentinya bertanya pada Vicky dan Vino


"Apa saja yang kalian lakukan! "


"Sampai mengurus perusahaan saja tidak bisa? "


"Dan kau Vino! Ayah sudah memperingatkan beberapa kali bahwa istrimu sudah memberikan pengaruh buruk padamu"


"Dan kau Vicky! Ayah yakin kau sedang menutupi sesuatu dari Ayah!"


"Sudah selesai kan? lebih baik Ayah pergi, aku ada urusan penting yang harus aku selesaikan" Jawab Vicky pada Rayhan, didalam lubuk hatinya dia merasakan kecemasan membiarkan istrinya sendiri dimobil,


"Ayah lelah, karna anak Ayah semuanya menjadi pembangkang! "


"Berani-beraninya kalian mengusir Ayah kandung kalian" Rayhan terlihat emosi, dia bangkit dari duduknya


"Bukan aku, tapi Vicky" Vino membela dirinya sendiri


"Kalian berdua sama saja! "


Tak sengaja Rayhan berbalik, dia melihat kamar Vicky yang tidak tertutup rapat, perlahan Rayhan melangkah menuju kamar putranya


Melihat Rayhan menghampiri kamarnya, Vicky segera berdiri dan menghadang di depan pintu kamarnya


"Jika sudah tidak ada keperluan lagi, lebih baik Ayah pergi"


"Apa kamu menyembunyikan sesuatu dikamarmu? " Tanya Rayhan berusaha menerobos Vicky, dia samar-samar melihat tumpukan baju kecil


"Jangan halangi Ayah" Sambungnya lagi


"Ini kamarku dan aku berhak melarang siapapun untuk masuk kedalam kamarku! " Ujar Vicky


Vino yang melihat situasi semakin kacau pun segera berfikir,


"Ayah! " Panggil Vino sambil menghampiri Ayahnya


Rayhan menoleh menatap putranya yang lain "Ada apa? " Tanyanya lagi


"Apa kau bersengkongkol dengan Vicky? "


"Tidak, aku hanya bertanya apa Ayah tidak memiliki pekerjaan, ini sudah jam 2 siang,"


"Lebih baik Ayah balik ke kantor, aku dengar Ayah sedang menangani proyek masalah besar," Vino berusaha meyakinkan Rayhan


Rayhan berfikir sejenak lalu berjalan keluar apartemen,"Kau benar, pekerjaanku lebih penting dari kamar itu" Jawab Rayhan pada putranya Vino

__ADS_1


"Kau kembalilah bekerja, Ayah akan mengantarmu"


"A-aku ada urusan dengan Vicky, aku tidak bisa ikut denganmu Yah, lebih baik kau duluan saja hehe" Vino menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, bagaimana bisa dia ikut dengan Ayahnya lalu meninggalkan istrinya disini menjadi obat nyamuk antar Vicky dan Selena


"Kalian ini! jika kalian tidak kembali ke kantor kalian dalam waktu minggu ini, Ayah akan pastikan kantor kalian menjadi milik Ayah lagi, Ayah dengan susah payah membangun dan membesarkan kantor itu, tapi kalian malah sibuk cari alasan agar bolos! " Ancam Rayhan pada kedia putranya


Mendengar ancaman itu, Vino langsung melototkan matanya "Bagaimana bisa! lalu aku menghidupi istriku dengan apa! " Protes Vino


"Biarkan saja! kan isterimu mempunyai perusahaan, kau bisa menumpang hidup dengan isterimu, dan Vicky kau bisa mencari wanita kaya yang mau dijadikan istrinya daripada kau yang dimanfaatkan oleh Selena wanita tidak tahu diri itu, lebih baik kau yang memanfaatkan wanita diluar sana, kalian cukup tampan dan berwibawa"


Mata Vicky memanas saat Rayhan menghina istrinya, tangannya mengepal erat, ditinjunya kaca yang menempel dinding temboknya


Prannggg


Kaca pecah dan memberi luka di tangan Vicky membuat Rayhan dan Vino menatapnya


"Jangan sekali-kali menghina Selena! dan aku tidak akan tinggal diam jika perusahaanku diambil alih" Vicky berjalan menuju Ayahnya dengan tangan sudah berlumur darah


"Aku masih menghormati Ayah sebagai orang tua kandungku tapi aku juga tidak akan tinggal diam saat Selena dihina! " Sambungnya lagi


"Apa istimewanya gadis itu hah! dan kenapa kamu selalu membelanya, yang seharusnya dibela itu Ayah, Ayah yang sudah membesarkan kamu bukan dia! dia hanya bisa memanfaatkan kekayaanmu! " Teriak Rayhan membuat Vino terkejut, kini Vino berada di tengah-tengah dua pria yang sedang tersulut emosi


"Sangat istimewa, bahkan aku menyayangi dia seperti aku menyayangi ibuku sendiri" Ucapan Vicky membuat Rayhan semakin terbakar emosi


"Bedebah! anak tidak tahu diri! " Rayhan melayangkan tamparan tapi dengan sigap Vino menjadi tameng untuk Vicky


"Kau membela dia! " Pekik Rayhan saat Vino menghalangi Rayhan


"Ayah pergi! jangan memperkeruh suasana! apa Ayah tidak melihat tangan Vicky, dia butuh diobati, darahnya sudah menetes dilantai! " Ucap Vino pada Rayhan


"Jangan halangi dia, biarkan dia melakukan apa yang dia suka" Ucap Vicky membuat Vino memundurkan langkahnya


"Apa kamu mau melihat istri dan anakmu menangis meratapi kematianmu hah! " Bisik Vino tepat di telinga Vicky, membuat Vicky tersadar bahwa dia melakukan tindakan bodoh


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


....... #Happy Reading😘#.......

__ADS_1


__ADS_2