
"Apa kau habis memenangkan lotre?? " Tanya Rain yang tiba-tiba datang
"Ini masih jam kerja!!! " Vicky geram ia melemparkan tatapan tajam kepada sahabatnya
"Kalian ini, tiada hari tanpa bertengkar!! " Rayhan menggelengkan kepalanya dan tersenyum
"Dia sedang jatuh cinta kepada gadis desa om!! " Ucap Rain kepada Rayhan
"Oh ya!! Siapa dia, dari desa mana!! "
"Dari desa A om,.. "
"Rain!!!!! " Teriak Vicky yang tidak suka urusan pribadinya diketahui Ayah nya
"Aku hanya menyampaikan apa yang aku ketahui pada Ayahmu.. " Jawab Rain tersenyum penuh kemenangan
"Rasakan kamu ky, ini hukuman mu karna kamu menunda meeting penting dan aku harus kena marah klien hahaha.. " Batin Rain yang terkekeh melihat Vicky yang angkuh menjadi tak berdaya dihadapan ayahnya
"Apa yang diucapkan Rain benar?? " Tanya Rayhan menyelidik
"Pantas dia tersenyum bahagia.. " Batin Rayhan, ia bahagia saat melihat kebahagiaan anaknya
"Tidak, semua itu tidak benar.. " Elak Vicky
"Bedebah kau Rain!!! aku potong gajimu!! " Batin Vicky yang melirik tajam sekertarisnya itu
"Sudahlah jujur saja, atau aku ceritakan semuanya yang kau lakukan di desa A.. " Rain semakin tertarik membuat Vicky kesal tanpa tahu resiko selanjutnya
"Secepatnya bawa dia ke hadapan Ayah, dan ingat jangan terlalu lama memendam perasaan, nanti diambil orang, haha.. " Kekeh Rayhan menggoda anaknya
"Ayah merestui?? Dia bukan dari kalangan seperti kita!! " Tanya Vicky yang terkejut dengan ucapan Ayahnya
"Skak mat, .. " Vicky menutup mulutnya yang keceplosan
Rayhan tersenyum, akhirnya anak yang satu ini mau berkata jujur, ia tidak ingin menghilangkan kesempatan hari penting anaknya lagi, cukup ia tidak menyaksikan Vino menikah
"Jika kamu mencintai dia Ayah akan selalu mendukungmu!! " Ucapnya yang tersenyum
"Secepatnya aku akan bawa dia.. " Vicky kembali tersenyum kali ini senyumnya berbinar-binar
"Eh tunggu om, tapi aku mempunyai pertanyaan untuk Vicky.. "
"Apa!! " Tanya Vicky malas, senyum yang ia terbitkan sudah kembali dengan wajah datarnya
"Apa dia suka sama kamu ky?? Lihatlah kemarin, dia lari terbirit-birit saat melihatmu haha.. " Kekeh Rain dan tiba-tiba sebuah buku mendarat di kepala Rain
"Aduh, sakit!! " Ringisnya sambil memegang kepalanya
"Diam!!! Urusi pekerjaanmu!! "
"Jika dia tidak menyukaiku, aku akan menaklukkan dia, pesona seorang Vicky akan membuat seluruh wanita jatuh kedalam pelukannya.. " Batin Vicky yang merasa percaya diri
Saat membahas desa tiba-tiba Rayhan teringat kepada Vino dan menantunya, lalu ia bangkit dari duduknya, ia ingin beranjak pergi,
"Ayah pergi dulu, ada sesuatu yang harus Ayah urus!! " Ucapnya lalu meninggalkan ruangan Vicky.
Tersisa hanya Vicky dan Rain
__ADS_1
"Apa kamu yakin, kamu menyukainya?? " Tanya Rain mendudukan diri di tempat yang Rayhan tadi tempati
"Ada perasaan nyaman jika aku dekat dengannya, apalagi sewaktu aku berbicara, detak jantungku serasa bekerja dua kali lipat.. " Jawab Vicky yang membuat bingung Rain
"Maksudmu?? "
"Bukanya dia berbicara kepadamu dengan menahan emosi, apa yang membuatmu nyaman!! " Batin Rain
"Tidak, dia gadis kecil yang imut dan baik.. " Vicky membayangkan senyum dan tawa Nesa saat bersama ditaman tadi
"Orang gila!! " Gumam Rain yang masih bisa di dengar Vicky
"Siapa yang gila?? " Ucap Vicky yang melotot kepada Rain, tapi Rain tidak takut sama sekali dengan mata Tuan sekaligus sahabatnya
"Cinta memang buta, baru beberapa kali pertemuan, dia sudah dibuat jatuh hati kepada gadis kecil itu.. " Batin Rain
"Tapi, pantas saja jika dia jatuh hati, aku saja melihat dia sampai tidak mengedipkan mataku, wajah polos dan keberanian menghadapi Vicky itu sangat luar biasa.. " Batin Rain tersenyum
Vicky melihat senyum sekertarisnya, ia mengkerutkan kening dan melempar pulpen ke tubuh Rain agar tersadar dari lamunannya
Pletakk...
Pulpen itu mendarat di kening Rain, ternyata Vicky salah sasaran
"Aduh.. " Ringis Rain yang tersadar
"Siapa yang berani melemparku dengan ini!!! " Geram Rain sambil memegang keningnya
"Aku! Mau apa! " Tantang Vicky yang sudah berdiri dari kursinya
"Apa!! Kalau berani menantangku, akan ku kirimkan kamu ke desa terpelosok! Agar tahu rasanya hidup di desa yang tidak ada sinyal.. " Ucap Vicky serius, Rain yang mendengar ancaman bossnya segera keluar dari ruangan Vicky dengan perasaan kesal.
"Vin, ibu sakit!! " Ucap mamahnya dengan suara yang dibuat-buat
"Jangan berbohong bu!!.." Jawab Vino yang ingin meminum kopi dihadapannya
"Ibu tidak berbohong, ibu sedang sakit nak,.."
"Hah! serius!! !! " Vino cemas, ia memuntahkan kopi yang baru di minumnya
"Kamu pulang ya Vin, ibu sakit.. "
"Iya, aku pulang sekarang, suruh para pelayan untuk mengurus ibu .."
"Iya.. "
Panggilan berakhir, segera Vino menutup laptopnya dan mencari istrinya
"Sayang!! " Panggil Vino
"Iya hubby.. " Teriak Nesa dari dapurnya
"Kita berkemas-kemas, kita pindah ke kota sekarang juga.."
"Hah! Ada apa!! " Tanyanya yang terkejut
"Ibu sakit.. "
__ADS_1
"Apa!!
Nesa yang sudah selesai membereskan dapur pun segera berkemas-kemas, ia mengambil beberapa baju miliknya dan Vino.
Sekitar 2 jam mereka sampai dirumah yang sangat luas, dengan pagar yang menjulang tinggi menyapa di depannya,
Satpam membuka pintu gerbang, dan para pelayan berbaris menyambut kepulangan Tuan mudanya.
Vino turun dari mobilnya diikuti Nesa, mata pelayanan tertuju kepada gadis kecil itu, tetapi saat mereka mendapat deheman dari Vino, mereka semua menundukan kepalanya.
Tubuh Nesa bergetar, ia gugup bertemu sang mertua, tangannya dingin, padahal didalam mobil Vino sudah memperingatkan untuk bersikap biasa saja, karna ada dia disampingnya
Vino mengenggam tangan Nesa yang dingin, diliriknya istri kecilnya yang sedang menunduk tidak berani menatap pelayan atau suaminya,
Tangan satunya digunakan untuk meremas bajunya.
"Jangan khawatir.. " Ucap Vino tersenyum, dan membuat Nesa mendongakan wajahnya, ia tersenyum membalas senyuman suaminya
Sedikit perasaan lega ada didirinya, mereka masuk kedalam rumah dan menuju kamar mamahnya
"Siap dia! " Ucap pelayan yang berbisik kepada pelayan lain
"Tidak tahu, mungkin kekasih Tuan?? "
"Mana ada! Lihat dia seorang gadis kecil!! "
"Jangan bergosip! " Ketua pelayan menegur pelayan yang sedang menggosip gadis yang dibawa Vino
"Bu.. " Panggil Vino yang melihat mamahnya terbaring lemas dikasur
"Vin.. "
"Apa penyakit Ibu kambuh lagi?? " Vino mendekat ke kasur Renata,
"Mungkin, darah tinggi ibu akhir-akhir ini suka kambuh.. " Jawabnya dengan melebih-lebihkan
Renata tersadar jika ada seorang gadis kecil berdiri disamping Vino dengan tangan menggenggam tangan Vino
"Siapa dia??" Tanya Renata kepada gadis kecil dibelakang Vino
"Perkenalkan dia Vanesa istri aku!! " Ucap Vino memperkenalkan istrinya
"Hahaha darah tinggi ibu makin kambuh dan berefek ke telinga ibu, sampai-sampai pendengaran ibu juga ikut bermasalah.." Ucap Renata yang tidak percaya.
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat.
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
......... #Happy Reading😘#........