Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 130-Anton 2


__ADS_3

Nesa mengangguk, dia menuruti perintah dokter Anton, setelah berbaring, Anton mengecek kondisi Nesa dan menanyakan beberapa keluhan


Vino yang melihatnya dari kejauhan pun mendekati saat Anton menyentuh kening istrinya


"Jangan cari kesempatan dalam kesempitan! " Ketus Vino lalu menepis tangan Anton, kini dirinya benar-benar sudah berani menghadapi Anton


"Apa-apaan sih kamu!! siapa yang mencari kesempatan dalam kesempitan! aku hanya ingin memastikan tubuh Nesa masih panas atau tidak! Gerutu Anton lalu menyentuh kening Nesa lagi


"Kau kan bisa bertanya padaku atau Nesa, tidak usah menyentuh keningnya, sedari tadi aku melihat kau menyentuh istriku terus! "


"Vin! kalau seperti itu apa gunanya aku menjadi dokter hah! " Geram Anton lalu membereskan peralatannya


"Sudahlah, kau sudah selesai kan? lebih baik kau pergi, ini sudah larut malam, tak baik tamu pulang malam seperti ini" Ucap Vino


"Hubby" Nesa mencegah suaminya untuk tidak bertindak kasar


"Dok, ini sudah malam, kalau dokter mau, dokter bisa menginap disini, jangan dimasukan hati ucapan Vino, dia memang sedikit sensitif akhir-akhir ini" Ucap Nesa yang diangguki Anton


Anton melihat jam dipergelangan tangannya "Ini sudah pukul 11 malam, dan rumahku sedikit jauh, lebih baik aku menginap disini, lagipula disini banyak kamar tamu yang kosong kan? Tanya Anton pada Nesa


" Banyak dok, biar bibi yang menyiapkan untuk dokter "


"Hubby, bisakan kamu bantu dokter Anton, kasihan dia, ini sudah larut malam"


"Sayang, seorang dokter mau pulang pagi atau tengah malam itu hal biasa, dia tak pernah takut akan hal seperti itu, apalagi dia seorang laki-laki," Vino berusaha meyakinkan istrinya, agar Anton tak menginap disini, ntah kenapa perasaan aneh saat Anton mau menginap disini, padahal sedari dulu Anton anti sekali dengan namanya menginap dirumah orang


"Dokter Anton bisa pulang kan? " Tanya Vino sambil menatap tajam, membuat Anton terkekeh


"Rupanyaa suamimu tak membolehkan aku menginap disini, ya sudah aku pulang saja," Ucap Anton yang diangguki oleh Vino tapi tidak dengan Nesa, dia justru merasa kasihan pada dokter Anton


"Dokter Anton kan sudah meluangkan waktunya untuk mengecek keadaanku, dan aku juga sudah beberapa kali diselamatkan oleh dokter, jadi jika dokter ingin menginap disini tak apa-apa"


"Tapi, suamimu tidak mengizinkanku Nes? " Ucap Anton dengan wajah lesunya membuat Nesa semakin kasihan


"Biar aku saja yang memanggil bibi, " Nesa berusaha bangkit tapi di cegah oleh Vino dan Anton


Vino menghembuskan nafasnya kasar "Ya sudah, aku akan membiarkan dia menginap disini, dan aku akan bicara pada bibi untuk menyiapkan kamar,"


"Jangan memaksakan diri untuk hal yang tidak penting, aku tidak mau kamu kenapa-napa sayang" Ucap Vino sambil membenarkan selimut istrinya lalu mengecup kening Nesa


"Aku akan berjaga disini" Tiba-tiba Anton mengeluarkan pendapat konyolnya

__ADS_1


"Mana bisa! kau harus ikut denganku!!! aku tidak bisa membiarkan kau disini bersama istrriku yang sedang sakit," Protes Vino


"Aku akan menjaga Nesa, bagaimana jika Nesa membutuhkan sesuatu lalu tidak ada orang disini"


"Pergilah, " Titah Anton pada Vino


"Sayang" Ujar Vino pada Nesa


"Tidak apa-apa by, lagipula dokter Anton saudaramu, dia tidak berani berbuat macam-macam kepadaku"


"Jangan lari, " Jawab Nesa


Dengan langkah berat, Vino meninggalkan istrinya berdua di dalam kamarnya, pintu sengaja terbuka agar tidak menimbulkan fitnah karena Vino tak mau jika ada pelayan atau Selena melewati kamarnya lalu melihat mendengar suara Anton dan Nesa di dalam kamar


"Bi! bibi!!!" Teriak Vino sambil menuruni tangga setengah berlari,


Bibi yang baru saja masuk kedalam kamar pun terkejut, dia langsung lari menghampiri Tuan mudanya


"Ada apa Tuan? " Tanya bibi dengan mata yang sudah mengantuk


"Maaf jika aku membangunkan bibi, tapi bibi tolong bereskan kamar tamu yang belum terpakai untuk Anton ya, karna Anton akan menginap disini"


"Setelah selesai, bibi bisa panggil Anton dikamarku, ingat bi! yang cepat ya!! " Ujar Vino yang diangguki bibi


Setelah kepergian bibi, Vino yang hendak pergi ke kamarnya di kejutkan dengan suara baby Revan yang sedang menangis, mau tak mau Vino menghampiri kamar Selena


Kamar yang sedikit terbuka memperlihatkan Selena sedang menggendong putranya


Tok. Tok.. Tok..


Vino mengetuk pintu lalu masuk kedalam "Sel, kenapa dia menangis? " Tanya Vino berusaha mengambil baby R dalam gendongan Selena


"Aku gak tahu Vin, dia suka susah tidur dimalam hari, apa mungkin karna siang hari dia selalu tertidur" Ucap Selena sambil memberikan baby R kedalam gendongan Vino


Tak lama kemudian, baby Revan berhenti menangis saat berada digendongan Vino


"Dia kangen sama Vicky sel, " Gumam Vino


"Mungkin saja Vin, oh iya besok aku akan mencari pelaku pembunuhan Vicky Vin, aku izin padamu"


"Dan aku juga akan mencari pekerjaan agar tidak tergantung padamu, aku sudah melihat berita bahwa perusahaanmu sedang diambang gulung tikar," Selena berjalan duduk diatas ranjang, lalu menatap Vino yang sedang berdiri menggendong baby R yang baru saja tertidur

__ADS_1


"Jangan beritahu kabar perusahaanku pada Nesa, aku tak mau dia tahu, aku mau Nesa fokus untuk kesembuhannya, dan kau tenang saja, aku sudah mengatasi semuanya,


" Dan untuk masalah kasus Vicky, biar aku saja yang menyelidikinya"


"Tapi Vin, aku tidak bisa mengandalkan kamu seterusnya, dan Vicky juga pasti kecewa denganku karna selalu merepotkanmu"


"Aku akan mengungkap kasus Vicky sendiri, aku akan coba melihat rekaman CCTV yang ada di dekat kejadian itu, aku yakin pasti ada CCTV dan aku bisa melihat plat nomor mobilnya"


Vino meletakkan baby Revan kedalam box bayi, lalu dia berjalan ke sofa dan mendudukan bokongnya disofa


"Kau percaya padaku? aku akan mengungkap semuanya, tapi tidak sekarang, aku harus mengetahui motifnya terlebih dahulu" Ucap Vino yang membuat Selena bingung


"Apa maksudmu Vin? kau sudah tahu? siapa yang membunuh Vicky?"


"Serahkan semuanya padaku, aku akan mencari informasi lebih detailnya" Ucap Vino langsung berdiri dan berjalan menuju pintu


"Siapa yang membunuh Vicky Vin!! katakan!! aku ingin tahu!! kau pasti tahu kan!! " Pekik Selena membuat baby Revan terbangun menangis


"Sel, jaga nada bicaramu," Vino menghampiri dan menggendong baby Revan kembali, dia berusaha menidurkan anak Vicky


"Maafkan aku Vin, aku reflek, tapi tolong katakan siapa pelaku yang membunuh suamiku!


" Apa kau mau Vicky dialam sana tidak tenang karna seseorang yang membunuhnya belum mendapatkan balasan yang setimpal"


"Sel, aku peringatkan padamu, jangan bertindak gegabah! "


"Jaga nada bicaramu! aku harus menemui istriku di kamar, aku tidak bisa meninggalkannya berdua dengan Anton" Ucap Vino meletakkan baby Revan di box dan berjalan keluar


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


........ #Happy Reading😘#.......


__ADS_2