
"Azzoospermia, kau akan susah mempunyai keturunan.. "
Degg...
"Apa! apa kau becanda! "
"Aku tidak mungkin mempunyai penyakit itu.. " Ucap Vino terkejut
"Lebih baik kau pergi kerumah sakit dan mengecek kebenarannya, aku juga baru bisa memperkirakan, dan itu bisa jadi perkiraanku saja.. "
"A-aku tidak bisa mempunyai anak?? " Tanya Vino yang semakin frustasi
"Bukan tidak bisa, tapi susah.. "
"Sama saja bodoh! .. "
Flashback off...
"Bisakah kau tinggalkan aku sendiri, dan jangan bahas ini lagi.. "
"Apa kedua orang tuamu sudah mengetahui?? "
"Tidak, mereka tidak boleh tahu, kau tetap rahasiakan ini.. "
"Tapi kedua orang tua mu berhak tahu Vin.. "
"Ikuti perintahku, lagipula ini masih perkiraanmu saja, pergilah.. " Usir Vino dengan gerakan tangannya
"Baik, aku juga banyak pasien yang harus aku urus, ingat! Ini baru perkiraan, jika kau penasaran pergilah kerumah sakit.. " Ucap Anton lalu bangkit dari duduknya dan membawa tas perlengkapan kerjanya dan meninggalkan Vino sendiri di kamar.
Kreeekkk...
Pintu terbuka, disana Nesa dan Rayhan sedang menunggu, Rayhan sudah menyuruh Nesa untuk pulang tetapi dia tetap ingin menunggu suaminya
"Bagaimana keadaan Vino.. "
"Dia baik-baik saja, mungkin karna faktor minuman yang berlebihan, lebih baik om bisa menjaga ketat anak om dari sekarang, jangan sampai sesuatu terjadi padanya.. "
"Siapa dia? " Sambung Anton
"Istri Vino.. " Tas yang berada dalam genggaman Anton terjatuh, dia shock saat mendengar gadis disamping Rayhan adalah istri saudaranya
"Kapan dia menikah dan kenapa dia tidak memberitahuku, apa aku sudah tidak dianggap sebagai, Ah sudahlah bukankah aku sudah biasa diperlakukan seperti ini.. " Anton mengambil tasnya yang terjatuh, lalu segera pamit
"Oh iya lebih baik kalian pulang saja, Vino membutuhkan istirahat yang cukup, jadi lebih baik kalian jangan menganggu nya
"Kita pulang saja Nes, biar Ayah antar.. "
"Tapi yah.. "
"Ikuti apa yang diperintahkan Anton demi keselamatan suamimu... "
"Baik yah,.. "
Akhirnya mereka bertiga meninggalkan Vino sendiri di apartemen, sesekali di dalam mobil, Nesa menghubungi suaminya walaupun dia tahu, tidak akan diangkat
__ADS_1
"Masih tidak diangkat nak?? "
Nesa menghembuskan nafasnya kasar, dia menganggukan kepalanya
"Ini memang salahku yah, seandainya kalau dari awal aku jujur kepada Vino, pasti semuanya tidak akan seperti ini.. "
"Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, mungkin ini bisa kau jadikan pengalaman, lain kali jujurlah pada suamimu, walaupun jujur itu sulit tapi biarlah suamimu tahu dari mulutmu sendiri.. "
"Iya yah.. "
Setelah beristirahat dengan cukup di apartemennya, dia segera menelfon sekertarisnya untuk membawa beberapa OB.
"Cepat kemari dan bawa OB untuk membersihkan apartemenku.. "
"Baik Tuan.. "
Vino melemparkan ponselnya keatas nakas, berapa kali Nesa menghubunginya tetapi tetap di abaikan olehnya
"Jika benar aku tidak bisa memiliki anak, apa Nesa masih mau menerimaku, dan apa dia akan meninggalkanku lalu memilih laki-laki itu sebagai pengganti ku?? jika itu terjadi apa aku harus melepaskamu Nes, bukan karna aku tidak mencintaimu tapi karna aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin masa depanmu tidak bahagia jika bersamaku.. " Gumam Vino yang menatap langit kamarnya
Ting Tong....
Bel berbunyi, dan Vino segera melangkah membukakan pintu, aroma yang pertama kali Sean cium adalah alkohol, tapi dia juga bisa melihat beberapa botol alkohol yang masih utuh..
"Rupanya dia meminum untuk melampiaskan kekecewaannya, aku harus beritahu kebenarannya kepada tuan.. " Gumamnya dari dalam hati
"Tuan.. "
"Kita bicara di balkon saja Sean, dan suruh OB itu untuk membersihkan kekacauan ini.. "
"Baik Tuan.. "
"Ba-baik sekertaris Sean.. "
2 orang OB yang dibawa Sean langsung membersihkan kekacauan dan Sean menghampiri bossnya yang sudah berada di balkon.
"Maaf Tuan, saya hanya ingin mengklarifikasi kesalahan saya, ternyata Nona dan Tuan Vicky tidak ada hubungan, mereka tidak sengaja bertemu di taman dan.. "
"Jadi dia tidak mengkhianati ku Sean?? "
"Tidak Tuan, cinta Nona untuk Tuan besar dan tulus.. "
Bugh..
"Sudah berani kau mengadu domba aku dan istriku hah!
" Ma-maaf Tuan.. "
"Jika sudah seperti ini! apa yang harus aku katakan pada istriku! " Vino mencengkram kemeja Sean dan
Bugh..
Beberapa kali pukulan itu mendarat di tubuh dan wajah Sean
"Akan ku beri pelajaran anak buahku nanti.. " Batin Sean yang merasakan sakit disekujur tubuhnya
__ADS_1
"A-ampun Tuan, maafkan kesalahan saya.. "
"Aku pecat kau! pergilah!! "
"Ja-jangan Tuan, ampuni saya, saya masih membutuhkan pekerjaan saya.. " Sean bersujud dihadapan bossnya
"Saya janji saya tidak akan mengulangi kesalahan lagi.. " Sambungnya
"Apa ucapanmu bisa dipercaya? "
"Bi-bisa Tuan,.. " Ucap Sean menunduk
"Baik, aku akan berikan 1 kesempatan untukmu, bangkitlah. "
"Terimakasih tuan terimakasih.. " Ucap Sean sambil bangkit dari sujudnya
"Sekarang tolong urus jadwalku untuk berkunjung kerumah sakit Permata.. "
"Baik Tuan, ada yang bisa saya bantu lagi.. "
"Cukup rahasiakan ini kepada semua orang termasuk istriku.. "
Sean mengernyitkan keningnya, lalu ia tersadar jika dia tidak boleh ikut campur terlalu dalam.
"Baik Tuan.. "
"Aku ingin menemui Ayah ku, apa dia sudah kembali ke kantorku?? "
"Saya cek dulu Tuan.. "
Sean menelfon resepsionis kantor dan bertanya tentang Rayhan, ternyata Rayhan tidak kembali ke kantornya.
"Maaf Tuan, Ayah anda tidak ada dikantor, mungkin dia sedang mengantar Nona atau sedang dikantornya.. "
"Benar katamu.. "
"Lacak keberadaan Ayah ku, .. "
"Kenapa harus dilacak sih! Anda kan bisa mengirim pesan atau menelfon dan bertanya sedang dimana.. " Batin Sean yang terlihat kesal tetapi dia tetap menuruti perintah Tuannya
"Ayah anda sedang berjalan menuju kantornya Tuan.. "
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#......
__ADS_1