
"Hai vin.. " Sapanya dengan gaya yang genit..
Vino yang mendengar suara itu pun langsung memutar bola matanya dengan jengah
"Pantas Tuan menyebutnya dengan ******, lihat saja penampilan dari atas sampai bawah, terpampang jelas belahan dadanya dan apa itu! rok mininya yang kekurangan bahan untuk memperlihatkan paha mulusnya.. " Batin Sean sekertaris Vino
"Untuk apa kau kemari.. "Tanya Vino dengan nada yang tak bersahabat, dia sangat jijik melihat penampilan Selena yang seperti ******
"Aku rindu kamu Vin, beberapa hari ini aku selalu mengunjungimu tapi kamu selalu tidak ada di kantor.. "
"Jangan sentuh aku!! " Ucap Vino saat Selena memeluknya dari belakang
"Sean, percepat jadwal meeting kita.. "
"Baik Tuan.. "
Tiba-tiba Vino teringat dengan istri kecilnya itu. Dia menepuk jidatnya lalu mencari ponselnya
"Sayang kau sedang mencari apa?? " Tanya Selena yang melihat Vino menggeledah laci meja kerjanya
"Sean bawa dia pergi dari sini.. " Ucap Vino saat sudah menemukan ponselnya
"Baik Tuan.. "
"Mari Nona, silahkan anda keluar dari ruangan ini, karna Tuan Muda sedang tidak ingin di ganggu.. " Ucap Sean dengan lembut
"Vin, aku masih meridukanmu.." Ucapnya yang melangkah dan duduk diatas meja kerja Vino,
"Sean!!! " Bentak Vino yang sudah jijik dengan sikap Selena,
Vino mengerti Selena mendekatinya karna hanya ingin mengincar hartanya, karna sudah banyak cerita dari rekan bisnisnya yang tertipu oleh Selena
"Mari Nona,.. " Ucap Sean menyeret lengan Selena
"Jangan sentuh aku, aku bisa pergi dari sini sendiri.. " Ucap Selena dengan kesalnya
"Awas saja kamu Vin, jika bukan karna hartamu, aku tidak sudi menjatuhkan harga diriku pada manusia dingin dan kaku sepertimu.." Batin Selena lalu pergi meninggalkan Vino
Saat Selena sudah keluar dari ruangannya, Vino segera menghembuskan nafasnya dengan lega
"Akhirnya ulat bulu yang menjijikan itu pergi juga... "
"Benar Tuan,.. "
"Lihat saja penampilannya Sean, seperti mau jual diri saja.. " Ucap Vino bergidik ngeri
"Hei Tuan, sekarang kau menghinanya, tidak ingatkah dulu saat dia memutuskanmu dan kau memohonnya sampai hampir bersujud di kakinya, agar cintamu tidak ditolak.."
"Dan sejak kapan Tuan menjadi banyak bicara? bukankah setelah kejadian itu dia menjadi pribadi yang pendiam" Batin Sean mengernyitkan kening,
"Apa ini karna istrinya? jika benar! aku harus banyak berterimakasih, setidaknya semua orang dikantor tidak akan ketakutan lagi jika berhadapan dengan CEO mereka.. " Sean berbicara di dalam hatinya
"Jika kau berminat ambilah Sean.. " Ucapnya lagi yang menyadarkan lamunan sekertarisnya itu
"Tidak Tuan, tapi jika untuk sekedar bermain-main mungkin saya mau Tuan,..." Ucap Sean membayangkan tubuh sexy Selena
"Hahaha, carilah di club malam, dan Sean lebih baik kau cepat menikah agar kau tahu rasanya memiliki seorang istri,.." Ucap Vino kepada sekertarisnya
"Wah enteng sekali ucapanmu, apa kau tahu waktuku habis hanya untuk mengurus kantor, sedangkan kau enak-enakan bercinta dengan istrimu, lalu sekarang kau menyuruhku untuk menikah, buat cari pacar saja aku tidak punya waktu, ini malah disuruh menikah.." Batin Sean dengan kesal
"Saya tidak punya pacar Tuan.." Ucap Sean dengan nada yang tak kalah dinginnya.
Vino mengernyitkan keningnya saat mendengar nada dingin dari mulut Sekertarisnya
"Ada apa dengamu?? " Tanya Vino dengan sorot mata yang tajam
"Ti-tidak Tuan.. "
"Kamu bisa keluar dari ruanganku, aku ingin menghubungi malaikat kecilku.. " Ucap Vino yang mengusir sekertarisnya itu
Sean pun mengernyitkan keningnya saat mendengar kata "malaikat kecil"
__ADS_1
"Malaikat kecil?? " Gumam Sean masih bisa di dengar oleh Vino
"Istriku.. "
"Oh istri Tuan.. " Jawab Sean dengan mengganggukan kepalanya lalu pergi dari ruangan itu
...................
"Vin kamu ini kemana aja si? Aku bangun tiba-tiba kamu sudah tidak ada....
" A-aku takut kamu pergi.. " Sambungnya saat panggilannya sudah terhubung dengan suaminya
"Maaf Nes, tadi aku harus pergi mendadak dan tidak memberitahumu.... "
"Setidaknya kamu bisa membanggunkan aku Vin kalau ada urusan mendadak?? " Ucap Nesa dengan nada yang kesal
"Maaf, aku tidak tega membanggunkanmu, aku lihat wajahmu sangat lelah.. "
"Ya, kamu kan bisa kirim pesan.. "
"Maaf sayang, aku lupa.. "
Kata "sayang" yang diucapkan Vino mampu membuat Nesa tersipu malu, mendadak ia teringat dengan kejadian panas semalam.
"Nes.. " Panggil Vino
"Eh, iya Vin.. " Ucap Nesa yang tersadar dengan lamunannya
"Kamu mengingat kejadian malam tadi??" Tanya Vino yang ingin menggoda istrinya
"Kejadian apa? aku tidak ingat.." Elak Nesa dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus, untung saja mereka hanya bertelfonan biasa jadi Vino tidak bisa melihat wajahnya.
"Hahaha, pasti wajahmu sudah berubah warna.." Kekeh Vino yang membayangkan wajah malu-malu Nesa
"Apaan sih Vin, aku matiinn telfonya nih.."
"Jangan dong, aku cuma mau jelasin, tadi pagi-pagi buta sekertaris aku telfon dan dia bilang kalau ada meeting yang sangat penting, dan aku harus memimpin meeting itu.. "
"Terus??? "
"Hem ya sudah, semoga lancar meetingnya.. "
"Ya sayang, ya sudah masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan, nanti aku pulang larut malam, kalau kamu sudah ngantuk tidur aja Nes, aku bawa kunci cadangan rumah.. "
"Iya Vin, Hati-hati pulangya.. "
Akhirnya panggilan itu berakhir dan Vino segera melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda..
Tok.. Tokk..
"Masuk.. " Ucap Vino pada sekertarisnya
"Maaf Tuan, saya hanya ingin menyampaikan ini.." Ucap Sean yang memberikan sebuah undangan..
"Apa ini Sean? Undangan???"
"Iya Tuan, itu undangan pesta dari perusahaan Best Company dan Tuan adalah tamu terpenting dan terhormat karna Tuan pemegang saham terbesar disana.. "
"Besok??" Gumam Vino saat membaca undangan tersebut
"Iya Tuan, jika Tuan tidak keberatan Tuan boleh membawa pasangan.. "
Tiba-tiba dua wanita cantik datang dan menerobos masuk kedalam ruangan Vino,
"Aku akan menjadi pasangan dari Vino.. " Ucap Selena tiba-tiba, ia bergelanyut manja di lengan Vino
"Lepas!! " Ucapnya dengan menepis kasar tangan Selena sehingga membuat Selena terjatuh ke lantai
"Aww sakit tante.. " Selena mengadu kesakitan kepada Renata
"Vino! ibu tidak pernah mengajarkan kamu kasar kepada wanita! " Bentak Renata yang membantu Selena bangkit
__ADS_1
"-_-"
"Huft, .." Renata menarik nafasnya dengan kasar..
"Vino ibu khawatir sama kamu nak, beberapa hari ini kamu susah dihubungi.. " Ucap Renata dengan nada lembut, ia menghampiri anaknya
"Siapa yang menyuruh dia masuk?? " Tanyanya sambil melihat arah Selena
"Ibu nak, tadi ibu bertemu Selena di loby, dan ibu juga yang menyuruh dia untuk menemani kesini.. "
"Dan biarkan Selena menemanimu ke pesta itu.. " Sambung Renata yang membujuk anaknya
"Bu, aku.. "
"Maaf Tuan, 15 menit lagi kita meeting.. " Tiba-tiba ucapan Vino dipotong oleh sekertarisnya
"Lancang sekali kamu memotong ucapan bos kamu!! " Ucap Renata dengan kesal
"Biarkan saja bu, dia memotong ucapanku demi pekerjaan penting.. " Jawab Vino yang membela sekertarisnya
"Ayo, kita berangkat sekarang.. " Ucap Vino yang menyambar jas mahalnya
"Baik Tuan.. "
"Sampai jumpa besok Vino sayang.. " Ucap Selena dengan seringai licik, akhirnya ia bisa dekat dengan Vino, dan ia akan membuat sebuah rencana agar Vino menjadi miliknya
.....
Di dalam perjalanan menuju tempat meeting.
"Sean, jika aku datang ke pesta bersama istriku bagaimana?? " Tanya Vino saat sudah berada di dalam mobil
"Menurut saya jangan Tuan, akan bahaya bagi Nona Nesa "
"Maksudmu?? "
"Wanita itu pasti akan datang untuk menjadi pasangan Tuan.. "
"Benar apa yang dikatakan kamu.. "
Di sebuah caffe...
"Pah kalau tidak tampan aku tidak mau.. " Ucap seseorang dengan gaya angkuhnya
"Dia laki-laki tampan, dan ingat kamu harus membuat dia jatuh hati padamu, jangan mengecewakan papah.. "
"Belum menikah kan pah, orang kaya kan??
"Setahu papah dia belum menikah, dia juga orang kaya, jika kamu bisa mendapatkannya, hidupmu akan bergelimang harta selama 7 turunan
"Wah, boleh di coba nih.. " Ucap seorang wanita dengan senyum liciknya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat😁😁
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
......... #Happy Reading😘#.....