Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 80- Mabuk


__ADS_3

Tak ada sahutan dari dalam kamar, Bella mencoba memutar handle pintu dan tersenyum kemenangan saat pintu kamar Vino tidak terkunci "Rupanya hari ini aku sangat beruntung" Batin Bella tersenyum puas


Dia perlahan masuk kedalam kamar lalu melihat Vino yang sedang terbaring sambil memejamkan matanya


"Sudah aku bilang, aku lelah!! " Vino berbicara sambil memejamkan matanya, dia pikir yang datang adalah ibunya


"Vin.. "


Mata Vino terbuka lebar, dia terkejut lalu bangkit dari tidurnya "Siapa yang menyuruhmu masuk ke kamarku hah!! "


"Keluar!!! " Teriak Vino


Bella wanita tidak tahu diri itu semakin mendekat pada Vino padahal Vino sudah mengusirnya


"Jangan mendekat, kau sudah gila atau tuli hah!! Apa kau tidak dengar aku menyuruhmu keluar!! "


"Aku sudah mendapat izin dari ibumu untuk masuk kedalam kamarmu,.. " Bella berjalan sambil melihat setiap foto di sekeliling kamar Vino


"Aku tahu istrimu meninggalkanmu,.. " Ucap Bella lagi sambil melihat bingkai foto Nesa di dinding kamar


"Jangan sentuh apapun yang berada di kamarku! "


"Pergi!! "


"Kau tahu, saat mendengar istrimu kabur dari rumah aku merasa dewi keberuntungan berpihak padaku,.. "


"Cih, .. " Vino berdiri di dekat jendela sambil memandang bangunan besar


Drrtt.. Drrrtt....


Ponsel Vino berdering, dia merogoh lalu mengangkatnya


"Apa kau mati suri! " Ucap Vino saat panggilannya sudah terhubung


"Dimana kau!! " Sambungnya lagi


"Ada apa kau menelfonku berulangkali?? " Tanya Vicky dari sebrang sana


Vino melirik pada Bella yang sedang duduk diatas ranjangnya dengan malas


"Aku akan menemui sekarang, kirim lokasimu!! "


"Aku ada di apartemen, kau langsung saja kemari.. "


Vino memutuskan panggilannya, dia mengambil 1 pasang baju lalu pergi meninggalkan Bella yang terpaku dikamarnya


"Vin!!! " Teriak Bella tapi dihiraukan Vino


Derap kaki terburu-buru semakin mendekat, Renata bisa melihat anaknya menuruni tangga sendirian


"Dimana Bella?? " Tanya Renata yang tidak melihat batang hidungnya


"Tolong usir dia dari kamarku, hanya aku dan istriku yang boleh menempati kamarku, dan satu lagi! Jangan pernah bawa dia kemari lagi!! "


Vino berjalan melewati Renata,


"Setidaknya hargai tamumu Vin!! Dia sudah datang jauh-jauh hanya ingin bertemu denganmu! "


"Dan jangan seenaknya kamu pergi seperti ini! " Teriak Renata


Vino tetap berjalan menuju mobilnya, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh,


"Kenapa bisa wanita ular itu kenal dengan ibu. " Gumam Vino, dia semakin menambah kecepatan mobilnya


Tingg. . Tong...


Bel apartemen berbunyi, hubungan Vicky dan Vino semakin membaik, mereka sudah bisa menerima status mereka masing-masing


Krekk


"Masuk!! " Ucap Vicky lalu membuka pintu, Vino masuk dengan penampilan yang acak-acakan


"Ada apa denganmu!! Tanya Vicky saat melihat penampilan Vino yang acak-acakan, dan juga dia melihat Vino membawa papberbag


"Kita minum?? Aku bawa.. " Vino mengeluarkan minuman keras yang dibelinya di jalan tadi


Vicky menggelengkan kepalanya lalu dia kedapur untuk mengambil makanan "Makanlah, sebenarnya aku ingin menemuimu untuk berbagi makanan ini, tapi kamu sudah lebih dulu datang kemari... " Ucap Vicky menyodorkan sup daging yang baru saja dihangatkan


"Aku butuh teman minum bukan makan! " Ketus Vino, dia melepaskan sepatunya


"Minum sebelum makan itu tidak bagus, dan aku tahu kamu belum makan seharian ini kan? "

__ADS_1


"Emm ini enak, cium wanginya saja sudah buat aku kelaparan lagi.. " Sambung Vicky agar Vino dapat tergoda dengan makanannya


"Emm apa itu enak.." Perut Vino tiba-tiba merasa lapar, cacing diperutnya seakan-akan meminta jatah makan


"Mau tidak! jika tidak, akan aku makan!!"


"Kau sudah menawarkan padaku! tidak sepantasnya kamu menarik ucapanmu itu sebelum aku menjawabnya.."


"Dan mungkin apa yang kau katakan benar, aku mendadak lapar,"


"Aku akan mencobanya, berhari-hari aku mencari istriku tapi aku masih belum bisa menemukan keberadaannya, apa kau sudah bisa melacak keberadaan istriku??


" Hahaha jika aku sudah menemukan istrimu, aku akan memberitahumu, kau aneh! "


"Ya sudah cepat dimakan! itu masih hangat!! "


"Iya iya, ternyata mempunyai kaka sepertimu tidak begitu buruk.. "


"Maksudmu apa? memang kamu menganggap aku seperti apa! "


"Seperti pria kejam,.. "


"Setelah aku makan, kau temani aku minum.. " Pinta Vino pada Vicky


"Banyak bicara!"


Vino mulai mengambil mangkok yang berisi sup daging, diambil sendok lalu dia mengaduk-aduk supaya dan mengambil sedikit air kaldunya lalu menyeruput hingga tak ada sisa di sendok


Degg..


Mata Vino membulat dia merasakan rasa makanan yang tak asing dilidahnya "I-ini, dimana kau membeli ini"


"Ada apa? Apa makanannya tidak enak?? " Tanya Vicky pura-pura terkejut, padahal didalam hatinya dia tersenyum puas saat melihat ekspresi Vino, beruntung sebelum pulang Nesa memasakan sup itu untuknya, Vicky berniat mengetes Vino, jika dia benar-benar mencintai Nesa, Vino akan merasakan sesuatu yang berbeda di dalam sup itu


"Cepat katakan! Atau kau yang membuat sup daging ini? " Tanya Vino sekali lagi, eh tapi mana mungkin pria sepertimu bisa memasak makanan seenak ini dan--" Kata-kata Vino menggantung membuat Vicky menajamkan pendengarannya


"Dan kenapa rasanya mirip sekali dengan sup buatan Nesa.. " Batin Vino seketika mengingat istrinya


"Dan apa??" Tanya Vicky penasaran


"Dan, ah..sudahlah aku lapar.." Vino menyuapkan sup itu dengan lahap,


"Oh iya, kau belum jawab pertanyaanku!"


"Kau, kau membeli ini dimana??"


"Jika sup itu enak maka makanlah, jika tidak enak biarkan saja, kau bisa meletakkan diatas meja, aku mau mandi, badanku terasa lengket.. " Jawab Vicky yang berdiri memasuki kamar mandinya


"Hei aku butuh jawabanmu!"


"Kau membuatku curiga!!! "


Vicky hanya tersenyum tipis saat Vino memanggilnya "Belum saatnya kamu mengetahui keberadaan istri mu. " Batin Vicky masuk kedalam kamar mandi.


"A-apa Vicky tahu keberadaan Nesa, tapi kenapa dia tidak memberitahuku, tapi tadi Vicky bilang bahwa dia tidak mengetahui Nesa.. "


"Atau aku yang terlalu rindu pada Nesa sampai-sampai aku memakan masakan ini seperti aku memakan masakan Nesa, ah mungkin aku sangat merindukan Nesa,.. " Gumam Vino setelah itu dia melanjutkan memakan sup daging itu dengan lahap, rasanya dia benar-benar senang, bayangan Nesa tiba-tiba terlintas diotaknya saat memakan sup daging ini, dia berasa bahwa Nesa yang memasaknya


Setelah beberpa menit, akhirnya Vicky keluar dari kamar mandi, dia bisa melihat Vino tak berdaya dengan berbagai macam racauannya akibat minuman keras


"Kau mabuk?? "


Ucap Vicky yang melihat gelas dan botol minuman keras yang sudah berkurang setengah.


Berbagai umpatan dan makian untuk ibunya dia keluarkan, Vicky yang mendengarkan pun merasa kasihan, tapi dia juga masih ingin mengetes cinta Vino pada Nesa


"Aku akan memberitahukan keberadaan istrimu saat kamu benar-benar menyesali perbuatanmu.. " Batin Vicky sambil mengambil botol minuman keras itu, dia menyimpan botol itu agar Vino tidak terlalu mabuk, walaupun dia tahu sekarang Vino sudah mabuk berat


"Hei mau diapakan minumanku!!! Kembalikan!! Kita bisa minum bersama!! " Rebut Vino dengan badan yang sempoyongan


"Lebih baik kau pulang kerumahmu!! Aku tidak ingin apartemenku berantakan karna ulahmu!! "


"Hahahaha... Aku, " Vino menunjuk dirinya sendiri


"untuk apa aku pulang hahaahaa! Tidak ada yang menungguku dirumah!! Orang yang aku cintai bahkan sudah pergi meninggalkanku, hahaha, aku tidak ingin pulang! temani aku minum.... " Setelah mengucapkan itu tubuh Vino ambruk di ranjang Vicky


Vicky yang melihat itu segera berjalan kedapur untuk mengambil air es


"Bangun!! " Vicky menendang kaki Vino


"Kau!! Jangan ganggu aku, aku sedang menikmati waktuku bersama istriku.. " Vino memeluk dan menciumi bantal guling milik Vicky, membuat pemilik bantal guling itu menelan salivanya

__ADS_1


"Benar-benar gila!


"Hentikan Vin!! Kau membuat bantal gulingku terkontaminasi dengan air liur mu!! " Vicky meletakkan air es diatas mejanya lalu berusaha mengambil bantal guling kesayangannya


Terjadilah tarik menarik antara Vicky dan Vino


"Berani-beraninya kau menyentuh istriku!! " Geram Vino menarik paksa bantal guling milik Vicky


"Bodoh! Dia bukan istrimu!! " Tarik Vicky sekuat tenaga


"Kau bisa membuat istriku kesakitan, bodoh! !!! "


"Kau yang bodoh atau aku hah! "


"Lepaskan! Ini guling kesayanganku!!"


"Hahaha, kau bilang apa!! guling!!


"Dia istriku bodoh! "


"Ah sudahlah, aku akan gila jika meladenimu, lebih baik aku pergi dari sini.. " Gumam Vicky melepas bantal guling kesayangan sehingga Vino terjungkal kebelakang


"Ingat! Jangan membuat kekacauan dikamarku!! Kau boleh tidur!! " Ancam Vicky keluar dari kamarnya dan duduk disofa ruang tengah sambil tangannya mengirim pesan pada Rain.


"Huft, aku lupa merekam kegilaan Vino, pasti lucu jika tadi aku merekamnya, dan jika aku tunjukkan pada Nesa pasti dia akan tertawa terbahak-bahak, ah lain kali akan aku merekamnya, bila perlu sekarang aku membuatnya marah seperti tadi.. "Kekeh Vicky saat bergumam di dalam hati


Panggilan telfon masuk di ponsel Vicky, membuat si pemilik ponsel itu tersadar dari lamunannya


"Ada apa menyuruhku menelfonmu! Apa kau belum puas hah!! kau meninggalkan kantor tanpa sepengetahuanku, padahal sebelumnya aku sudah mengingatkan mu akan ada meeting penting! dan kau!! kau sudah mengacaukan semuanya, kau membuatku mati kutu dihadapan klien penting!!! " Geram Rain pada boss sekaligus sahabatnya


"Cepat cari Alex sekarang juga, cari dia dan bawa kehadapanku! "


"Hei!! sedari tadi aku bercerita panjang lebar dan kau! kau malah mengabaikan curhatan hatiku!!"


"Lalu menyuruhku untuk mencari keberadaan Alex,!"


"Kau keterlaluan Ky!!" Rain semakin kesal dengan bossnya, dia mengumpat dan mencaci maki Vicky


"Aku tidak butuh curhatanmu, dan aku yakin kau bisa menangani masalah kantor,"


"Sekarang tugasmu cari Alex! bawa dia kehadapanku!!"


"Jika kau berhasil, aku akan memberimu bonus 2x lipat dari gajimu.."


"Apa 2x lipat??"


"Tidak, aku tidak mau, aku mau 5x lipat.." Tawar Rain


"Kapan lagi aku bisa memanfaatkanmu Ky! hahaha.." Batin Rain tersenyum puas


"Kau, kau ingin memerasku!! "


"Jika kamu tidak mau tidak apa-apa.. "


"Cepat cari! masalah uang itu masalah gampang! " Akhirnya Vicky menyetujui permintaan sekertaris Rain, dan Rain dari sebrang sana sudah kegirangan, dia melompat-lompat seperti anak kecil sambil di dalam hatinya berteriak "yes! yes! yes! "


"Tapi, untuk apa aku harus mencari Alex, apa dia sudah membuat masalah padamu?? "


"Cepat cari! Jangan banyak tanya? Sekap dia di tempat biasa! "


"Aku akan kesana jika kau sudah berhasil menangkapnya!!"


"Heh!!! Kenapa kau menyuruhku cepat dan cepat seolah-olah aku tidak memiliki pekerjaan!! Pekerjaanku banyak!! kau harus ingat itu, bersabarlah dulu, aku akan mengusahakannya.. "


"Aku beri waktu kamu 24 jam untuk mencari dan mendapatkan Alex, jika tidak! aku--"


.


.


.


.


.


.


.


Hay gaes mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


...... #Happy Reading😘#......


__ADS_2