
"Tapi kaka rasa Nona Nesa adalah orang baik, kaka tidak tega berlama-lama memanfaatkan kepolosannya.. "
"Kaka suka dengan dia?? "
"Jaga ucapanmu! kaka hanya memuji.. "
"Hmm baiklah..
"Kata orang dia memang orang baik, tapi aku tidak perduli itu, yang aku inginkan hanya Vino kak.. " Ucap wanita itu lalu bangkit dari duduknya
"Ya sudah aku pergi dulu, cepatlah pulang, aku tidak bisa menyembunyikan keberadaanmu terlalu lama pada Ayah.."
"Jika sudah saatnya, aku pasti pulang kerumah itu.. "
"Ayolah kak, waktu itu Ayah hanya menggertakmu saja, dia tidak serius dengan ucapannya.. "
"Cepatlah pulang kak, Ayah sangat merindukanmu... " Ucap wanita itu dengan wajah memelasnya
Alex tersenyum, dia merebahkan tubuh dikasur empuknya
"Pergilah, aku lelah.. "
"Kak!! "
Wanita itu tampak kesal, dia menghentakan kedua kakinya berulangkali
"Aku sudah katakan, jika sudah saatnya, aku akan kembali kerumah itu, biarkan aku sukses dengan kerja kerasku, aku ingin membuktikan bahwa hidupku akan sukses tanpa bantuannya.. "
"Terserah, intinya aku tidak mau kamu dan Ayah bertengkar karna masalah sepele seperti ini!! "
Brakk..
Pintu kamar tertutup dengan kencang, Alex yang sudah memejamkan matanya pun terkejut
"Anak tidak tahu aturan, beruntung dia adiku, jika tidak! Sudah aku habisi dia.. " Gumam Alex yang melanjutkan tidurnya
........
"Ky, apa yang kamu lakukan pada mereka, kenapa mereka keluar dengan raut wajah emosi.. " Tanya Rain yang sedang bersantai disofa sambil memainkan ponselnya
Vicky melirik sekilas lalu melanjutkan pekerjaannya,
"Aku tidak melakukan apapun padanya.. "
"Aku tidak percaya jika kamu tidak melakukan apapun pada mereka,.."
Vicky menghela nafas dengan kasar, dia menutup laptopnya lalu berjalan menuju Rain.
Rain yang melihat Vicky berjalan menghampirinya pun langsung menutup ponselnya
"Apa kesalahanku sangat fatal? Aku hanya ingin menolongnya.. " Ucap Vicky sambil mendudukan bokongnya di samping Rain
Rain mengernyitkan keningnya lalu bertanya "Apa yang kamu lakukan?"
"Lalu maksud dari menolong itu apa? " Sambungnya kembali
"Pesta Alex.. " Gumam Vicky yang masih bisa didengar Rain
"Pesta?? " Ulang Rain, dia menatap serius bossnya
Vicky mengangguk, dia menceritakan semua kejadian di pesta itu, dari awal Alex menyuruh Nessa maju kedepan panggung sampai pingsan di kamar yang dia yakini adalah kamar Alex
Rain menganga saat mendengarkan penjelasan dari Vicky, tak percaya jika Tuan Alex yang dihormati serta pemimpin perusahaan besar dapat melakukan hal sekeji itu
"Kamu tidak salah ky, niatmu sangat baik.. " Satu kalimat itu terdengar dari telinga Vicky
Vicky bangkit lalu mengambil 2 softdrink untuknya dan Rain.
"Minumlah.. "
Rain mengangguk, dia meminum minuman itu
__ADS_1
"Aku tidak salah, aku tahu itu, hanya saja video yang mereka lihat membuat aku dan Nesa menjadi salah.. " Ucap Vicky sambil meminum minumannya
"Jelaskan semuanya pada mereka ky, bila perlu cek CCTV, kemungkinan besar di rumah Alex ada CCTV.. "
"Aku fikir rumah itu bukan milik Alex.. " Ucap Vicky tiba-tiba, dia menyenderkan badannya kebelakang
"Maksudmu? "
"Dia menyewa rumah, itu maksudku.. "
"Ta-tapi, bagaimana kamu tahu ky kalau itu rumah sewa??" Tanya Rain penasaran
"Jadi gini ceritanya.. "
Beberapa hari lalu..
Vicky keluar dari mobil mewahnya dan berjalan masuk kedalam rumah yang sangat megah,
"Rumah yang bagus.. " Batin Vicky melihat sekeliling ruangan
Tiba-tiba dari jauh terdengar seseorang yang sedang memberi perintah pada bawahannya "Cepat selesaikan pekerjaan kalian, para tamu sudah banyak yang berdatangan.. " Ucap seorang pelayan yang dipikir Vicky adalah ketua pelayan
"Baik... "
Para pelayan kembali pada tugasnya masing-masing,
tapi tiba-tiba tidak sengaja Vicky mendengar ketua pelayan menyuruh salah satu pelayan untuk membawa pelayan lain ke rumah ini agar pekerjaan mereka cepat selesai.
Vicky sesekali mencuri dengar, dia duduk di salah satu kursi yang sudah di sediakan, lalu dia meminum minumannya sebelum Alex datang
"Selamat datang Tuan Vicky.. "
Vicky tersenyum lalu menjawab "Selamat ulang tahun Tuan Alex.. "
Setelah cukup berbincang-bincang, Alex pergi menemui rekan bisnis lainnya, dan di waktu bersamaan, pelayan yang di pikir Vicky adalah ketua datang membawa makanan ringan, segera Vicky menghentikan langkah pelayan tersebut.
"Hei!! " Panggil Vicky pada pelayan yang baru saja melintas di hadapannya
"Ada yang bisa saya bantu Tuan??... "
Vicky mengambil amplop coklat berisi uang 5jt lalu menyodorkan pada pelayan tersebut "Ini.. "
Pelayan tersebut terkejut, dia bingung dengan orang yang dihadapannya karna tiba-tiba memberikan uang
"Cukup jawab pertanyaanku dengan jujur, maka aku akan memberikan uang ini padamu.. " Ucap Vicky menaruh amplop itu di atas meja.
Pelayan tersebut langsung melihat situasi, dia menengok kanan dan kiri lalu bertanya "Apa itu?? "
Vicky tersenyum saat pelayan ini mau bekerjasama dengannya
"Ini benar rumah Alex? "
Pelayan itu mendekat, dia berpura-pura menaruh minuman yang dibawanya ke meja, lalu menjawab "Bukan, Tuan Alex hanya menyewa rumah ini untuk acaranya.. "
"Terimakasih Tuan.. " Lanjut pelayan itu sambil mengambil uang itu lalu dimasukkan kedalam saku celananya
"Apa ada lagi Tuan? "
"Untuk sekarang cukup, tapi ingat, jangan bocorkan ini pada siapapun.. " Ucap Vicky yang diangguki oleh pelayan tersebut
"Baik, mari Tuan.. "
..........
"Jangan bilang saat kamu tahu Nona Nesa berada di kamar Alex berkat pelayan itu juga??" Selidik Rain yang diangguki oleh Vicky
"Oh tidak, kamu suap pelayan itu demi kepentingan yang menurutku tidak masuk akal, itu sangat tidak penting ky.. " Rain menggelengkan kepalanya lalu meminum minumannya
Vicky mengernyitkan keningnya "Tidak penting?? " Gumam Vicky
"Iya tidak penting, yang seharusnya menjaga Nona Nesa itu suaminya bukan kamu.. " Jawab Rain
__ADS_1
"Aku tidak sengaja menemukan kejanggalan dari pesta itu, dan tujuanku hanya menolongnya.. "
"Tapi jika sudah seperti ini, mereka akan menuduhmu bermain gila dengan Nona Nesa.. "
Ucapan Rain membuat Vicky tersenyum, dia membenarkan ucapan sekertarisnya
"Bukankah itu bagus, jadi aku bisa melihat seberapa besar cinta dia untuk Nesa.. "
"Kau gila ky! Kalau mereka pisah bagaimana? "
"Nona Nesa pasti akan gila.. "
Vicky langsung tertawa saat sekertaris Rain mengatai dirinya gila
"Aku memang gila, tapi untuk kebaikan.. "
"Aku tahu anak pembunuh itu tidak akan menceraikan istrinya, aku melihat cinta dimatanya.. "
"Tapi.... " Tiba-tiba Vicky menggantungkan kalimatnya dan membuat Rain penasaran
"Tapi apa?? " Tanya Rain penasaran
"Aku tidak yakin jika Nesa diperlakukan baik setelah kejadian ini.. "
"Hufttt, aku fikir apa..."
"Sudahlah, lebih baik kamu jangan memikirkan hal itu lagi, itu bukan urusanmu.. " Jawab Rain yang bangkit lalu pergi
"Aku belum selesai berbicara.. "
"Kerjaanku numpuk, aku harus menyelesaikannya.. "
........
"Besok ada pemotretan untuk pakaian baru kita.. " Send Selena
"Okeh, aku akan datang tepat waktu.. "
Nesa tersenyum lalu memasukan ponselnya kedalam tas, sekarang dia berniat pulang kerumah.
"Sebelum Vino sampai, aku harus lebih dulu sampai.. " Gumam Nesa masuk kedalam mobil
"Kita pulang pak.. "
"Baik Nona.. "
Saat di dalam perjalanan, Nesa teringat dengan kejadian di pesta Alex, segera dia menanyakan kebenaran pada supirnya
"Pak.. " Panggil Nesa
"Iya Nona.. "
"Apa bapak melihat sesuatu aneh di pesta tadi malam.. "
Degg...
Wajah pak diman berubah pucat seketika, dia bingung harus menjawab apa
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
......... #Happy Reading😘#.....