
"Kecelakaan yang menimpa Renata dan kamu membuat luka dalam ditubuh Renata dan tim dokter telat mengetahuinya membuat tubuh Renata drop lalu meninggal dunia"
"Ta-tapi" Tanya Bella ragu, dia meletakkan makanan yang dia pegang di atas meja,
"Ini bukan salahmu Bell, ayo kita pergi melayat"
"Tidak, aku takut, aku takut mereka akan menyalahkanku, dan kenapa kamu beritahu berita ini kepadaku? seharusnya kamu simpan berita itu"
Di pemakaman..
Semua orang datang berbondong-bondong untuk menyaksikan pemakaman Renata, bahkan banyak rekan kerja Vino dan Nesa yang turut hadir dan berduka cita,
Setelah acara pemakaman selesai, satu per satu orang pamit pergi pergi tersisa tinggal Vino, Nesa dan Vicky
"Aku turut berduka cita atas kematian ibumu"
"Sekarang kau merasakan apa yang pernah aku rasakan dulu, kehilangan seseorang yang sangat berharga dalam hidup kita, memang sangat menyedihkan, seperti separuh jiwa kita ada yang hilang, tapi percayalah ibumu disana sudah bahagia" Ucap Vicky
"Maafkan kesalahan ibuku selama ini ky yang sudah jahat padamu"
"Lupakan, biarkan masalalu itu kita tutup, dan sekarang sudah waktunya kita buka lembaran baru untuk masa depan kita masing-masing"
"Dan itu semua juga bukan kesalahanmu, ibuku terbunuh karna ibumu bukan kamu, jadi kamu tidak perlu meminta maaf padaku, aku sudah melupakan itu semua"
"Terimakasih ky,"
"Ayo kita pulang, hari sudah mau gelap" Ajak Vicky sambil mengelus punggung Vino yang sedang berjongkok di depan makam ibunya
"Aku pulang dulu bu, maafkan aku tidak bisa ikut denganmu ke surga, semoga Tuhan memberikan tempat terbaik untukmu disana" Ucap Vino lalu berdiri, dan Nesa segera menggandeng lengan suaminya karna terlihat lemas diikuti Vicky yang mengekor dari belakang
"Dimana Selena? " Tanya Nesa saat menyadari bahwa Vicky datang seorang diri
"Dia ada di mobil, aku sengaja tidak memperbolehkan dia turun, karna kehamilannya membuatnya tak kuat berdiri lama, dan aku takut dia kecapean"
"Oh, bagaimana hubungan kalian? apa kalian sudah mengungkapkan perasaan masing-masing? " Kini giliran Vino bertanya
"Hahaha" Tawa Vicky terhenti saat dari kejauhan melihat seseorang sedang menuju kearahnya
Vino dan Nesa segera menoleh, dia melihat apa yang dilihat oleh Vicky
"Hay Vin, sudah lama kita tidak bertemu" Ucap Bella
"Aku turut berduka cita atas kematian ibumu"
"Kecelakaan yang pernah dialami oleh pasien membuat pasien seperti ini"
__ADS_1
Kata-kata dokter itu tiba-tiba terlintas dipikiran Vino membuat Vino menganggap semua yang menimpa ibunya saaat ini ulah dari Bella wanita yang sedang berada di hadapannya
"Untuk apa kamu kemari Bell,? " Tanya Nesa sedikit terkejut, seharusnya dalam situasi seperti ini Bella jangan muncul di hadapan Vino karna akan membuat Vino teringat kembali alasan kematian ibunya
"Aku kemari karna aku mau melayat ibunya Vino, apa tidak boleh? " Ucap Bella dengan polos
"Lebih baik kamu pergi, ibuku tidak butuh belas kasihanmu, apa kau tahu, semua ini yang menimpa ibuku itu karna kau, ibuku meninggal karna kau! "
"Pergi dari sini, ibuku pasti tidak ingin melihat kedatangan kau disini" Ucap Vino dengan wajah yang tak ingin menatap Bella dan tangan yang sudah menggenggam erat
"Hubby jaga ucapanmu, ini sudah takdir"
"Dan maafkan ucapan Vino barusan Bell, Vino berbicara seperti itu karna dia sangat terpukul oleh kepergian ibunya" Nesa berusaha menguasai keadaan, dia tak ingin di tengah-tengah duka atas kematian ibu mertuanya malah membuat keributan yang tak diinginkan
"Dan lebih baik kamu pergi dari sini Bell, bukannya aku mengusir tapi jika kamu disini akan memperkeruh masalah" Ucap Nesa mengusir Bella dengan halus
"Sayang memang kenyataan, ibu meninggal karna ulahnya, dokter bilang seperti itu" Kesal Vino sambil menyeret tangan Nesa untuk pergi dari tempat ini
Di suatu tempat, terlihat Rayhan yang sedang melamun di kursi kebesarannya, salah satu tangannya menyanggah dagunya dan tangan yang lain berulang kali mengetuk meja kerjanya
Tuk.. Tuk.. Tuk.
"Apa yang harus aku lakukan, apa aku perlu menengok keadaan dirumah Vino?
Tiba-tiba suara ketukan pintu membuat Rayhan tersadar dari lamunannya
"Masuk! " Ucap Rayhan dari dalam ruangan
Sekertaris sandra masuk kedalam membawa sebuah informasi untuk bossnya
"Maaf Tuan, keadaan dirumah Tuan Muda Vino sudah stabil, bahkan tadi di pemakaman seorang wanita bernama Bella menghampiri Tuan Muda Vino"Ucap sandra yang disngguki Rayhan
"Lalu? apa mereka sempat bertengkar? " Tanya Rayhan lagi
"Menurut pandangan saya, mereka tidak bertengkar Tuan, hanya sedikit perbedaan argumen saja, terlihat Tuan Muda Vino menyeret istrinya masuk kedalam mobil dan meninggalkan Nona Bella sendiri ditempat itu"
"Apa Tuan ingin menengok keadaan Tuan Muda sendiri?"
"Tidak, sekarang kau kembali bekerja, tugasmu sudah selesai, "
"Oh iya, apa karangan bunganya sudah tiba di kediaman Vino? " Tanya Rayhan sekali lagi karna dia sudah memesan karangan bunga khusus untuk mantan istrinya
"Sudah Tuan"
"Tapi apa ini tidak terlihat aneh Tuan, anda tidak muncul dirumah Tuan Muda Vino tapi anda mengirimkan karangan bunga untuk mantan istri Tuan"
__ADS_1
"Saya hanya takut, mereka berfikir buruk pada anda" Ucap sekertaris Sandra
"Bilang saja, aku sedang berada diluar kota, dan aku tidak bisa kembali dalam waktu dekat ini"
"Berfikirlah jernih, jangan seperti orang bodoh, sudah sanah lanjutkan pekerjaanmu! " Usir Rayhan
"Baik Tuan"
Setelah melihat sekertaris sandra berjalan menjauh dan tak terlihat dipandangannya, Rayhan menghembuskan nafasnya kasar, dia meminjat pelipisnya berulang kali sambil memejamkan matanya
...........
"Sudah aku bilang dia akan menganggapku sebagai pembunuh dari ibunya, kau saja yang menyebalkan, memaksaku untuk pergi ke pemakaman" Gerutu Bella saat sampai di rumahnya
"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi, jika kamu menujukan batang hidungmu, mereka tidak akan berfikiran buruk tentangmu, ingat kita harus membersihkan nama baikmu dimata Vino"
"Aku mau masuk ke kamar, dan kau jangan ganggu aku, pergi dan masuk ke kamarmu juga" Ucap Bella pada rezki
Pernikahannya dengan rezki memang benar-benar terjadi dan berjalan dengan lancar, tapi sebelumnya pernikahan itu terjadi Bella dan rezki sudah sepakat membuat perjanjian, tak ada yang tahu isi surat perjanjian mereka,
"Hei! aku suamimu! aku belum selesai berbicara! " Pekik rezki saat melihat istrinya masuk kedalam kamar
"Hentikan drama ini! " Jawab Bella sambil berteriak,
"Aku cape dan mau tidur, jika kamu tidak bisa diam aku akan pulang kerumah ayahku,"
"Terserah mu saja! " Jawab rezki sambil masuk kedalam kamarnya,
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen,vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#......
__ADS_1