
Setelah kepergian sekertarisnya Rain, Vicky langsung menelfon Vino, dia akan memastikan kebenaran mengenai kecelakaan yang menimpa ibunya Vino
Setelah menelfon Vino dan Vino membenarkan tentang kecelakaan itu, tiba-tiba Vicky tersenyum, dia sangat bahagia saat mengetahui bahwa Renata terkena stroke total
"Akhirnya tanpa aku turun tangan dia sudah mendapatkan karma"
"Tapi apa ini murni kecelakaan atau ada sabotase? " Gumam Vicky sambil mengetuk meja kerjanya
"Sudahlah seharusnya aku senang jika pembunuh itu terkena karma, aku akan bahagia, semoga saja selamanya dia terkena stroke haha"
Di sebuah rumah sakit, Renata sudah dipindahkan keruangan VIP dan Bella sudah diperbolehkan pulang, hanya saja wanita itu tetap bersikeras ingin dirawat di dekat Renata karna adanya Vino,
Alex yang sudah tiba sedari tadi hanya mendengus kesal, adiknya sangat keras kepala tak ingin pulang Karna adanya Vino dirumah sakit
"Bagaimana kecelakaan itu terjadi? " Tanya Alex pada Bella
"Aku tidak tahu kak, mungkin karna mobilku tidak pernah diservis"
"Aku tidak akan memberitahu yang sebenarnya, bisa-bisa Vino membenciku" Gumam Bella dari dalam hati, dia tersenyum saat Vino menjenguknya
"Aku akan pergi mengecek kejadian tadi, siapa tahu ada CCTV yang merekam sebelum kejadian kecelakaan itu terjadi" Ucap Vino pada Alex sambil berjalan keluar ruangan Bella
"Vin" Cegah Bella, tangannya menggenggam tangan Vino
"Lepas! " Vino menepis tangan Bella dengan kasar membuat Bella merintih kesakitan
"Sakit kak, hiks... hikss.. " Bella berpura-pura menangis di depan kakaknya, karna dia tahu kakaknya tak mungkin tega melihat adik kesayangannya menangis
"Maaf Tuan Vino, Bella sedang sakit, anda tidak seharusnya bertindak kasar seperti itu" Ucap Alex menenangkan adiknya yang sedang merengek kesakitan
"Mana yang sakit Bell? " Tanya Alex, dan Bella hanya berpura-pura menangis
"Ini kak" Bella menunjuk tangannya
"Jika kau selalu memanjakan adikmu seperti ini maka jangan salahkan jika suatu hari nanti adikmu menjadi lebih pembangkang"
"Dan jika kecelakaan yang menimpa ibuku adalah ulah adikmu akan kupastikan adikmu mendekam di penjara" Ucap Vino yang langsung pergi
"Tidak Vin, aku tidak melakukan itu, aku dan ibumu korban ini murni kecelakaan Vin" Teriak Bella
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi Bel, jelaskan pada kaka! " Tanya Alex seriuss
Bella menghapus air mata palsunya lalu kembali berbaring ditempat tidurnya "Apa kaka tidak mempercayaiku juga? " Tanya Bella
"Kakak tahu kamu Bel, kaka tahu apa yang ada diotak kamu, mungkin Vino bisa kamu bodohi tapi tidak dengan kaka! Sekarang jelaskan semuanya! " Ucap Alex sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya
"Baiklah aku akan cerita kejadian yang sebenarnya, tapi kakak janji jangan beritahukan ini pada Vino, aku tidak mau Vino membenciku kak"
"Jadi begini, Ibu Vino tidak mau mendukungku lagi kak, dia bilang dia cape harus bertengkar dengan putranya dan dia juga bilang bahwa dia akan menerima menantunya karna dia merasa kesepian saat Vino pergi dari rumahnya, tentu saja aku marah kak! " Bella menjelaskan sambil meremas sprei kasurnya "Aku tidak terima, dia janji dia akan mendekatkan Vino denganku, tapi kenyataan dia berkhianat" Tiba-tiba amarah Bella memuncak,
"Seketika mataku memanas, aku emosi kak, aku sudah bahagia saat ibu Vino memberikan restu dan tiba-tiba dia bilang bahwa dia tidak ingin membantuku"
"Lalu kamu apakan ibunya Vino sampai kecelakaan ha! kamu mau buat dia mati ditanganmu?"
"Hiss kakak, wku tidak melakukan apapun kak, dia berusaha melawanku di dalam mobil, aku yang tak terima jika ibunya Vino memihak pada istri Vino, aku mengebut kak, lalu dengan entengnya dia bicara meminta turun,"
"Lalu? "
"Aku tidak mau kak, dia bersikeras minta diturunin di pinggir jalan, kaka tahu kan kalau aku marah, biarkan aku tenang dulu melakukan sesuatu yang aku kira bisa meredakan amarahku, tapi dia sangat cerewet, dia menghalangi aku, dia berusaha memutar stir kemudi, dan kita bertengkar dalam kondisi aku sedang menancap gas kencang, lalu aku tidak tahu jika di depan ada kemacetan, ya sudah aku banting stir lalu menabrak pembatas jalan, "
"Aku tidak bersalah kan kak? Aku bahkan ingin menyelamatkan nyawa kami berdua, jika aku tidak banting stir, aku akan menabrak mobil di depan lalu banyak nyawa yang akan mati"
"Apa! stroke??"
"Hahaha, Bagus dong kak, aku tidak suka pengkhianat, bagus jika dia menerima karma, beruntung aku tidak terluka parah" Ucap Bella tersenyum lebar, bahkan Alex sampai menggelengkan kepalanya
"Kakak pergi, kaka mau mengurus administrasi untukmu"
"Kak" Cegah Bella supaya Alex tidak pergi
"Biarkan aku disini, aku ingin melihat Vino, dan dekatkan kamarku dengan kamar ibunya Vino"
"Kau gila Bel, mana bisa, ibunya Vino itu berada di ruangan VIP, mana mungkin ruangan VIP bisa dibagi untuk 2 pasien"
"Emm benar juga, ya sudah, aku mau ruangannya berada di dekat ruangan ibunya Vino, kaka bisa kan kabulkan permintaanku"
"Tapi kamu sudah sembuh Bel, kamu sama saja membuang waktumu untuk hal yang tidak penting Bel! "
"Kak! " Rengek Bella, dia berpura-pura akting menangis dan merintih kesakitan
__ADS_1
"Menurutku penting"
"Apa kaka tega, aku masih sakit, kepalaku sedikit pusing, apa kaka tega melihat aku kesakitan"
"Dan jika Ayah tahu aku terluka pasti dia akan murka pada Vino"
"Kaka bukan orang jahat, kaka orang baik, ya kak! bantu aku kak"
Alex menghembuskan nafasnya dengan kasar, dengan berat hati Alex mengabulkan permintaan adik kesayangannya, walaupun Alex tahu jika adiknya sedang berakting tapi dia juga tidak tega melihat adiknya bersedih, apalagi saat melihat kening Bella terbalut perban
"Baiklah, tapi jangan terlalu lama" Ucap Alex
"Aaaa terimakasih kaka, sinih aku mau peluk kaka" Ucap Bella melambaikan tangannya supaya Alex mendekat, Alex tersenyum bahagia, dia mendekat lalu menerima pelukan sang adik
"Aku sayang kaka" Ucap Bella memeluk Alex dengan erat
"Kaka juga sayang kamu, oh iya kamu harus hubungi ayahmu agar dia tidak cemas, beritahu dia bahwa kamu sedang dirumah sakit" Ucap Alex melepaskan pelukannya
Bella menggelengkan kepalanya, dia menolak untuk menghubungi Ayahnya, tapi Alex menyakinkan kembali, karna Alex tahu adiknya adalah anak kesayangan dari Ayah mereka
"Aku akan hubungi Ayah tapi aku akan bicara jika aku sedang berlibur mencarimu diluar negri, aku tidak mau kalau Ayah kerumah sakit dan kaka pergi menghindar"
"Aku mau kaka menemaniku disini, okeh? " Ucap Bella sambil mengedipkan sebelah matanya
"Hahaha okeh, cepat hubungi ayahmu, kaka mau dengar"
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
....... #Happy Reading😘#......