Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 109-Meninggal


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, keadaan semakin membaik, perut Selena sudah terlihat buncit, usia kandungannya sudah memasuki 7 bulan


Tapi tidak dengan Renata, wanita paruh baya itu baru saja dilarikan kerumah sakit terdekat oleh perawat Renata


"Bagaimana keadaannya dok? " Tanya perawat saat dokter selesai memeriksa


"Keadaannya semakin memburuk, ternyata terdapat luka dalam yang kita tidak ketahui sewaktu pasca kecelakaan, dan luka itu sudah mendarah daging di tubuh pasien"


"Lalu?lakukan yang terbaik dok"


"Apa anda keluarga dari pasien? "


"Bukan, saya hanya perawat yang menjaga Nyonya, tapi saya sudah menelfon putra dan menantunya"


"Baiklah,"


Dari kejauhan terlihat Vino tengah berlari menghampiri perawat ibunya


"Bagaimana? " Tanya Vino saar sudah di dekat perawat dan dokter


"Saya putra dari pasien, bagaimana keadaan ibu saya! " Pekik Vino karna tak ada yang menjawab ucapannya


"Tuan saya harap anda bisa sabar"


"Bagaimana keadaan ibu saya!"


"Maaf kondisi ibu anda sangat parah, karna ternyata didalam tubuh pasien terdapat luka benturan yang kita tidak ketahui, alhasil tubuh pasien mengalami kelemahan"


"Dokter saya serius! Tolong jangan becanda"


"Maafkan saya Tuan"


Vino mengusap wajahnya kasar, dia menarik rambutnya sampai berantakan,


"Apa kerja kalian hah! Kalian dokter dan seharusnya kalian tidak melakukan kesalahan seperti ini! "


"Selamatkan ibu saya! Atau saya akan menutup rumah sakit ini dan saya pastikan kalian semua tidak diterima kerja dimanapun! " Ancam Vino,


"Dan kau! " Tunjuk Vino kepada perawat Renata


"Apa yang kau lakukan sehingga ibu masuk rumah sakit hah! "


Melihat mata Vino memerah, perawat itu tak berani menatap mata Vino, diremasnya ujung pakaian perawat itu dengan erat


"Maaf Tuan, saya hanya pergi mengambilkan minum, setelah saya kembali, ibu Tuan sudah kesakitan, saya minta maaf Tuan" Ucap perawat itu lirih


"Bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya Vino pada dokter


"Pasien sudah sadar, tapi tubuhnya semakin melemah,"


Vino langsung berlari masuk kedalam ruangan Renata dan mengabaikan dokter yang sedang berbicara


"Ibu" Ucap Vino saat melihat ibunya tertidur,

__ADS_1


Mendengar suara putranya, Renata langsung membuka matanya perlahan, kedua sudut bibirny sedikit tertarik menandakan bahwa Renata senang melihat kedatangan Vino


"Ibu, apa yang sakit bu," Ucap Vino sambil mengusap punggung tangan ibunya


Renata menggelengkan kepalanya, memberi isyarat bahwa dia baik-baik saja


Tak selang lama Nesa datang, dia dikabarkan oleh sekertaris Sean bahwa ibu mertuanya berada dirumah sakit


"Ibu" Nesa berlari lalu memeluk ibu mertuanya


"Ibu, apa yang sebenarnya terjadi," Ucapnya lagi sambil melepas pelukannya


"Sayang, siapa yang memberitahumu bahwa ibu dirumah sakit? "


"Bukankah hari ini ada pameran di perusahaanmu? " Tanya Vino


"Jangan fikirkan itu by, bagaimana keadaan ibu? "


"Dia baik-baik saja kan? "


"Hubby jawab! "


"Ibu istirahat dulu, aku mau berbicara dengan Nesa" Ucap Vino yang langsung membawa istrinya keluar ruangan,


Setelah diluar ruangan, Vino membawa Nesa duduk di kursi yang sudah disediakan untuk menunggu


"Ibu, kondisi ibu semakin parah" Ucap Vino sambil tertunduk lemas, kedua tangannya memukul ringan pahanya


Nesa mengusap punggung suaminy beberapa kali dengan pelan "Sabar, ibu pasti bisa melewati semuanya, kita bantu doa yang terbaik untuk ibu"


"Iya sayang, aku berdoa semoga ibu bisa cepat sembuh dari penyakitnya dan bisa berkumpul lagi dengan kita"


"Terimakasih atas ketulusan hatimu menjaga ibuku, padahal selama ini ibu selalu bersikap tidak baik denganmu tapi kau tetap mau merawat ibu dalam keadaan seperti ini, terimakasih sayang"


"Aku memang tidak salah menikah denganmu, wanita yang berhati malaikat," Ucap Vino sambil memeluk istrinya,


"Aku juga berterimakasih padamu by, karna kamu aku merasa hidupku berwarna, karna kamu aku merasa dilindungi karna kamu aku tahu arti kesetiaan"


"Aku bahagia mempunyai suami sepertimu walaupun terkadang kamu menyebalkan by hehe" Canda Nesa


"Aku menyebalkan? " Tanya Vino sambil melepaskan pelukannya


"Iya, tingkat menyebalkanmu itu 40% dan sisanya "


Ucapan Nesa terhenti saat dokter dan suster berlari masuk kedalam ruangan ibu mertuanya membuat Nesa berdiri dan menanyakan apa yang terjadi


Begitu juga dengan Vino, hatinya sungguh gelisah


"Pasien drop, kalian bisa tunggu disini" Ucap suster yang menghentikan langkah Vino dan Nesa lalu menutup pintu ruangan Renata


"Kata dokter kecelakaan yang dialami ibu membuat luka dalam yang tidak diketahui oleh dokter, dan luka itu semakin parah membuat tubuh ibu melemas" Ucap Vino sambil berjalan mondar mandir, tanganya dia masukan ke saku celananya


Melihat suaminya gelisah, Nesa berusaha menyuruh suaminya duduk dan tenang, dia menyakinkan kepada suaminya bahwa ibu mertuanya akan baik-baik saja

__ADS_1


"Aku takut sayang" Lirih Vino, dia berusaha menahan air matanya yang hampir terjatuh


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya dokter keluar dari ruangan Renata, membuat Vino dan Nesa terkesiap


"Ibu saya baik-baik saja kan dok? " Tanya Vino cemas saat melihat wajah dokter yang baru keluar ruangan itu terlihat kusut


"Maaf, saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkehendak lain, ibu anda sudah tidak ada, nyawanya tidak bisa kami tolong" Ucap dokter membuat jantung Vino terasa berhenti


"Tidak mungkin dok! ini tidak mungkin, pasti dokter salah! ibu saya tidak mungkin meninggalkan saya! " Pekik Vino yang berlari menuju ranjang ibunya


Vino melihat ibunya sudah ditutup dengan kain putih, tubuh Vino melemas, lututnya bergetar, tubuhnya ambruk, dia membuka kain putih itu, dilihatnya wajah ibunya yang sudah pucat


"Ibu!!! ibu bangun!!! " Pekik Vino sambil menggoyangkan tubuh Renata berharap ada keajaiban datang


"Ibu bangun! jangan tinggalkan aku, ibu! " Air mata Vino akhirnya lolos juga dari pelupuk matanya, dia menangis sambil memeluk tubuh ibunya


Nesa yang berada di belakang suaminya pun terisak melihat tubuh suaminya bergetar, Nesa pernah berada diposisi ini, Nesa tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang disayangi, rasanya sangat sakit


"Hubby, ikhlaskan ibu, dia sudah tidak sakit lagi" Ucap Nesa sambil mengelus punggung suaminya yang bergetar


"Gak nes!, Ibu sedang tidur, aku akan menunggunya sampai dia bangun, ibu lagi nge prank kita Nes" Jawab Vino sambil sesenggukan


"Hubby, jangan buat ibu sedih disana, ibu pasti sedih kamu seperti ini"


"Engga Nes! ibu lagi tidur, kamu percayakan sama aku"


"Lihat, ibu lagi tidur Nes, hiks.. hikss"


Berita Renata meninggal terdengar sampai telinga Vicky dan Bella,


"Apa? meninggal? " Pekik Bella saat mendengar kabar dari rezki


"Iya, dokter yang menangani ibunya Vino berbicara seperti itu, aku hanya mendengar ceritanya"


"Ini menyangkut kecelakaan waktu itu Bell," Jawab rezki menatap Bella


Mendengar kata kecelakaan mata Bella membulat "Apa maksudmu? " Tanya Bella penasaran


.


.


.


.


.


Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


.... #Happy Reading😘#.....

__ADS_1


__ADS_2