
Siang hari, sesuai janji Vino kepada istrinya yang akan menjemput istrinya di kantor, kini dia sudah sampai di loby kantor dan berjalan menuju ruangan istrinya, semua karyawan di perusahaan Nesa sangat menghormati Vino, mereka mengetahui bahwa Vino adalah suami dari bossnya, sepanjang perjalanan semua karyawan memberi hormat pada Vino
Ting..
Pintu lift terbuka, Vino berjalan menuju ruangan istrinya yang tertutup, sebelum mengetuk pintu, Vino melihat sekertaris istrinya sedang berkutat di laptopnya, segera Vino menanyakan keadaan istrinya didalam, dia takut menganggu istrinya didalam, dia takut jika istrinya sedang rapat atau sibuk
"Vier apa istriku didalam? " Tanya Vino pada Vier, membuat sekertaris Vier terkejut tak lama kemudian sekertaris Vier memberi hormat pada suami atasannya
"Maaf Tuan Vino, saya tidak tahu jika anda sudah datang, sekali lagi maafkan saya Tuan
" Dan Nona sudah menunggu anda didalam" Ucap Vier tersenyum manis, dia membukakan pintu untuk suami bossnya
Vino masuk kedalam ruangan istrinya, Vino bisa melihat istrinya sedang duduk dikursi kebesarannya sambil memunggunginya
Bunyi pintu tertutup membuyarkan lamunan Nesa, dia berbalik menatap seseorang yang sedari tadi menganggu pikirannya
"Ada apa hem? " Vino berjalan lalu mengecup kening istrinya, dia duduk diatas meja depan istrinya
Nesa tersenyum, dia menggelengkan kepalanya, lalu membereskan dokumen yang ada diatas mejanya
"Ayo kita berangkat by"
"Sayang, ceritakan, apa yang sedang kamu pikirkan, sedari tadi aku melihatmu melamun, ada apa? Ceritakan"
"Jika kamu tidak mau menceritakan, kita akan tetap disini, kita tidak akan berangkat kemanapun," Ucap Vino masih menatap lekat istrinya kecilnya
"Aku tidak apa-apa hubby,"
"Maafkan aku by, aku masih tak bisa berfikir jernih untuk saat ini, lebih baik aku diam " Batin Nesa lalu tersenyum lembut
Beberapa jam yang lalu
Nesa kedatangan Alex di kantornya, dan Alex menceritakan semuanya tentang pertemuannya dengan Vino, dan dia juga menceritakan tentang Bella yang sangat terobsesi pada Vino, awalnya Nesa emosi dan marah dengan permintaan Alex untuk membiarkan Bella dekat dengan Vino tapi setelah mengetahui kejadian yang tak terduga, Alex menceritakan bahwa Bella semakin menggila dia dengan egoisnya akan membunuh dirinya sendiri jika tidak bisa mendapatkan Vino, Alex memohon agar Nesa mau membantunya untuk menyembuhkan adiknya, hanya adiknya yang dia punya setelah sang Ayah tidak mau menganggapnya
"Aku tidak bisa, Vino suamiku, aku tidak mau jika suamiku dekat dengan wanita lain,"
"Tapi dia adiku Nes, kau tahu bagaimana rasanya hidup sendiri, aku masih belum siap untuk kehilangan adiku"
"Aku sangat menyayanginya bahkan jika aku bisa, biar aku saja yang menderita, sedari kecil hidupnya tidak pernah susah, dia selalu dapat apa yang dia inginkan"
"Tapi kau gila Tuan! Kau bisa merusak rumah tanggaku! Sudah cukup aku menderita, kali ini aku akan egois, aku tidak akan pernah rela jika suamiku dekat dengan wanita lain meskipun itu Bella"
"Kau tahu, sebelumnya kita pernah bertemu? "
Nesa menghembuskan nafasnya kasar "Terimakasih pernah menolong orang tuaku, tapi jika kau ingin aku balas budi, lebih baik jangan gunakan suamiku, aku akan membalas budi dengan yang lain, bukankah sudah dari awal kita sepakat untuk tidak saling kenal? "
"Dan ini juga atas permintaanmu, kau sendiri saat dicafe berpura-pura tidak mengenaliku"
"Tapi jika aku tidak datang tepat waktu, Ayah mu tidak akan tertolong, bahkan bantuan dari kekasihmu saja sudah terlambat"
__ADS_1
"Walaupun akhirnya Ayah mu meninggal"
"Aku akan bayar semua hutangku dimasa lalu"
"Berapa yang kau minta"
"Aku tidak butuh uang Nes, aku hanya butuh belas kasihan dari kamu, setidaknya sampai Bella bisa melupakan Vino"
"Hei Tuan, apa kau bodoh! Kau menyuruhku untuk mengizinkan suamiku dekat dengan Bella, bagaimana Bella bisa melupakan Vino"
"Dimana pikiranmu Tuan Alex terhormat" Jawab Nesa tersenyum sinis
"Maksudku, biarkan Vino yang menyembuhkan Bella, karna sedari kecil jika dia terobsesi dengan sesuatu maka dia akan berusaha menggapainya, lalu jika bosan dia akan pergi mencampakkan, lagipula apa kau tidak kasihan dengan ibu mertuamu, dia target utama dari adiku"
"Aku tidak bisa, maafkan saya Tuan Alex kali ini aku tidak akan mengikuti permintaan konyolmu, aku harap kau bisa jaga adikmu dengan benar, "
"Bawa dia pergi ke luar negeri, maka semuanya akan beres"
"Lalu Ayahnya Bella menjemputnya kembali, apa itu yang dikatakan beres Nes? " Jawab Alex
.....
"Sayang" Vino menepuk-nepuk kedua pundak istrinya yang sedang melamun
"Ada apa? " Tanyanya lagi
Nesa terkejut, dia tersenyum lalu memutar otaknya, dia tak mungkin memberitahukan pertemuannya tadi dengan Alex,
"Sayang, aku semakin curiga jika kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku" Ucap Vino
"Hubby, kita sudah menikah 1 tahun lebih, tapi kau tak pernah mengenalkanku pada rekan kerjamu, dan kita juga tak pernah mengadakan resepsi pernikahan by? "
"Aku melihat pernikahan teman aku di desa, jadi aku langsung flashback, tapi jangan dipikirkan lagi by, aku hanya mengeluarkan isi hatiku sajaa hehe.. " Sambung Nesa kembali
"Maafkan aku by, aku tidak bermaksud untuk menyinggungmu, tapi aku juga bingung harus bagaimana, aku akan melindungimu dari wanita ular itu dengan caraku sendiri" Batin Nesa lagi, dia tetap menampilkan senyum cerahnya walaupun bebannya sedang bertambah
Degg..
Hati Vino terasa sakit, saking sibuknya dia melupakan semuanya, melupakan hal yang menurut istrinya sangat berarti
"Maafkan aku sayang, maafkan aku, okeh kita akan mengadakan resepsi pernikahan untuk kita"
"Kamu mau dimana? dihotel Ayah atau di tempat terbuka seperti pantai? " Tanya Vino lagi,
"Aku akan telfon Sean untuk mengurusnya, sebutkan saja, kamu mau diadakan resepsi pernikahan kita dimana? " Vino mengambil ponselnya, dia mencari kontak sekertarisnya, tapi ponselnya diambil oleh Nesa
"Sudah terlambat by, aku sudah malu,"
"Kita tidak pantas merayakan pesta seperti itu, aku juga sudah bilang jangan dibawa serius, mungkin aku baper karna melihat postingan temanku di sosial media"
__ADS_1
"Sudah, sudah, ayo berangkat, nanti kita kena marah dokter Anton jika kita terlambat, " Sambung Nesa yang menyambar tas lalu merangkul mesra lengan suaminya
"Aku tidak akan membiarkan siapapun merebut Vino, dia suamiku, walaupun ibu mertuaku tidak menyukaiku aku akan tetap mempertahankan pernikahan ini" Tekad Nesa bulat, dia tak ingin rumah tangganya hancur karna masalah sepele apalagi ini menyangkut pihak ke tiga
Sewaktu sampai di rumah sakit, mereka langsung masuk dan menuju ruangan dokter Anton
Cukup lama mereka berbincang-bincang dengan dokter Anton, sekali lagi Nesa menemukan pemandangan yang benar-benar langka, melihat suaminya tunduk kepada seorang dokter dihadapannya membuat Nesa terkekeh, beberapa kali dokter Anton menggoda Vino, dan beberapa kali Vino menunjukkan ekpresi kesalnya
Drtt... Drtt..
Ponsel Vino berdering, dia melihat nama ibunya tertera di layar ponselnya, segera Vino izin pamit untuk mengangkat ponselnya
Digesernya tombol hijau di layar ponsel Vino lalu ditempelkan benda pipih itu ketelinga Vino
"Hallo" Ucap Vino saat panggilan terhubung
"Maaf kami dari rumah sakit ingin mengabarkan bahwa ibu anda yang bernama Renata telah mengalami kecelakaan bersama seorang perempuan "
"A-apa? kecelakaan! " Pekik Vino, Nesa dan Anton yang sedang berbincang pun terkejut saat mendengar kata kecelakaan
"Baik, saya memang sedang ada dirumah sakit ini, saya akan keruangan ibu saya"
Setelah panggilan itu terputus, Vino langsung menghampiri istrinya, dan menyuruh istrinya ikut dengannya
"Ada apa Vin? " Tanya dokter Anton saat melihat ekspresi Vino yang gelisah
"Ibuku kecelakaan, aku harus melihatnya, dia ada dirumah sakit ini"
"Apa! " Pekik Nesa dan Anton bersamaan
"Ayo by kita jenguk ibu, aku takut ibu sendiri disana" Ucap Nesa cemas
"Aku juga ikut, aku ingin melihat keadaan tante Renata" Kini dokter Anton yang berbicara
"Ayo cepat! " Jawab Vino sambil berjalan cepat, Nesa dan Anton sampai tidak bisa mensejajarkan langkahnya
.
.
.
.
.
.
Hay gaes Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
......... #Happy Reading😘#......