Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 78- Desa A


__ADS_3

"Maaf Tuan, Tuan mohon tunggu sebentar lagi, saya sedang menunggu buket bunganya, kata pelayan sebentar lagi buket itu selesai dan kita bisa langsung ke pemakaman Tuan Reza.. " Setelah berbicara melalui sambungan telfonnya, pria itu mematikan dan memasukan ponselnya kedalam saku, dia hendak berputar posisi, tapi Nesa segera berlari, dia kembali keruangan Zeva.


"Ada apa?? " Tanya Zeva yang melihat Nesa berlari seperti orang ketakutan,


"Apa ada yang menganggumu?? " Kini Vicky yang berbicara, dia menatap Nesa yang sudah duduk di samping Zeva


"Aku tidak mau memberikan ini.. " Nesa menyerahkan buket bunga itu pada Zeva


"Kenapa? " Bukankah kamu bersemangat sekali ingin memberikan buket bunga ini pada pembeli di depan, dan aku lihat pembelinya ganteng masih muda?? " Zeva tersenyum, dia mengingat beberapa kali pertemuannya dengan pria itu


"Emm diluar ada.. " Nesa berbicara sambil panik, nafasnya tersenggal-senggal


"Ada siapa?? " Tanya Vicky penasaran


"Huh.. Huh.. Huh, sebentar aku atur nafas huh huh.... "


"Ada Sean sekertaris Vino.. "


"Apa!!! " Mata Vicky membulat sempurna, begitu juga dengan Zeva, dia mendengar kata Vino berarti suami temannya dan lebih terkejut "Jadi, jadi dia sekertaris suami Nesa, .. oh tidak.. " Batin Zeva tersenyum kecut


"Untuk apa dia kemari? Apa dia sudah mengetahui keberadaanmu? Dan apa dia melihatmu?? " Cecar Vicky dengan beberapa pertanyaan


"Ya sudah, aku akan berikan, kamu duduk disini.. " Zeva berdiri lalu keluar ruangan


"Aku akan keluar melihat Sean, apa dia bersama Vino atau tidak.. " Vicky bangkit dari duduknya laly berjalan melewati Nesa


Tangan Nesa memengang lengan Vicky "Kak! Jangan!! Nanti sekertaris Sean bisa curiga!! "


"Duduk disini, biarkan Zeva yang mengatasi situasi ini.. "


"Tidak bisa Nes, jika dia bersama Vino, maka dia akan melihat mobilku yang terparkir di depan toko.. " Vicky melepaskan tangan Nesa lalu keluar dari ruangan, dia melihat dari kejauhan sekertaris Sean sedang berbincang dengan Zeva teman Nesa


"Maaf Tuan kejam, ini buket bunga yang anda pesan.. " Ucap Zeva memberikan 1 buket bunga berukuran sedang


"Kejam!! " Ulang Sean, dia mengerutkan keningnya "Bukankah kau yang kejam, membuka paksa pintu mobil?? " Sean menyeringai


"Ah sudahlah, pergi dari tokoku.. "


"Aku akan pergi, tapi aku rasa kita akan bertemu kembali Nona.. "


Sean menerima lalu berjalan ke kasir, sewaktu dia membayar pesenannya, tak sengaja ekor matanya melihat mobil mewah


"Aku seperti mengenali mobil itu, tapi di mana ya?? " Gumam sekertaris Sean sambil mengingat-ingat


"Ini Struknya Tuan, terimakasih, silahkan datang kembali.. " Ucap kasir tersenyum manis

__ADS_1


"Hemm. " Pandangan Sean masih fokus pada mobil mewah berwarna hitam


"Ah sudahlah, itu tidak penting, Tuan sudah menunggu lama di mobil, bisa-bisa dia marah lagi.. "


Di dalam mobil, Vino sedang menahan kesal karna ucapan sekertaris istrinya yang tak lain adalah Vier, dia berkata bahwa Vicky akan menjaga perusahaan milik Nesa karna Vicky juga memegang saham disini, Vino kesal seharusnya dia yang menjaga perusahaan istrinya bukan orang lain


"Kenapa harus Vicky yang menjaga perusahaanmu!! apa tidak ada orang lain selain dia, bukankah yang menanam saham dikantormu banyak!! "


"Dan kau Vicky!! kau kemana hah!! Bisa-bisanya ponselmu mati, aku cari di apartemen mu tidak ada, aku telfon Selena juga bisa!! "


"Kenapa semua orang di dunia ini suka menghilang tiba-tiba, Aaaaaaaaaarrrrrrgggggkhhh memangnya kalian tidak tahu jika aku sedang mencari kalian semua!!!!.. " Gerutu Vino sambil melempar jasnya ke bangku belakang


"Sayang kau dimana, aku bahkan sudah melaporkan kamu ke polisi, tapi sampai sekarang kamu belum ketemu juga, apa yang terjadi padamu,


"Aku meminta maaf jika aku salah, kembalilah padaku, aku berjanji akan percaya sepenuhnya padamu dan kita akan memulai hidup baru tanpa ada yang menganggu kita.. " Batin Vino


Krek


Pintu mobil belakang terbuka, sekertaris Sean menaruh buket bunga di kursi lalu menutupnya kembali, dia melangkah membuka pintu kemudi


"Maaf, sudah menunggu terlalu lama Tuan.. " Sekertaris Sean berbicara sambil mengenakan sabuk pengamannya


"Hemm"


Cukup memakan waktu yang lama untuk mereka sampai di sebuah desa, desa yang menjadi saksi pertemuannya dengan istrinya, desa yang menikahkan mereka,banyak kenangan yang Vino rasakan saat menginjakkan kaki di desa ini, tak terasa buliran bening jatuh membasahi pipinya saat melihat rumah kecil dihadapannya, berharap sangat istri ada disana


Ketukan pintu terdengar, Vino memanggil nama istrinya


"Nes, apa kamu ada didalam?? "


Tokk... Tokk...


Masih tak ada sahutan


Sean melihat jendela, serta keadaan rumah milik istri bossnya


"Sepertinya Nona tidak ada disini Tuan, rumah ini terlihat kosong tak berpenghuni.. " Ucap sekertaris Sean menengok kedalam jendela


"Lalu, dimana istriku?? " Vino pasrah, dia melihat ibu Titin berjalan sendiri, segera dia menghampirinya


"Bu, maaf menganggu.. " Ucap Vino ramah


Bu Titin berhenti melangkah, dia melihat pria tampan di depannya tapi wajah tampannya seperti baju yang tak disetrika, kusut


"Eh suami Nesa ya.. " Senyum bu Titin terukir cerah,

__ADS_1


"Lumayan pemandangan indah, jarang-jarangkan bisa melihat pria tampan dan tajir di desa ini, " Batin bu Titin sambil merapihkan rambut dan pakaiannya


"Saya mau tanya, apa istri saya ada dirumahnya?? "


Bu Titin mengerutkan alisnya "Bukannya Nesa pindah ke kota? Rumah ini sudah lama kosong.. "


"Pasti Nesa membuat ulah.. " Kompor bu Titin


"Anak itu memang suka membuat onar" Sambungnya lagi


"Oh terimakasih, tapi istrinya saya tidak seperti itu" Jawab Vino langsung masuk kedalam mobil, diikuti oleh sekertaris Sean


"Kita ke makam Reza, aku ingin meminta maaf karena aku lalai menjaga istriku, "


"Baik Tuan"


Setelah sampai di makam Reza, Vino meletakkan buket bunga yang dia beli diatas makam


"Reza, maafkan aku, aku sudah lalai menjaga amanahmu, aku telah menyakiti hatinya berulang kali.. "


"Maafkan aku Za, dia pergi meninggalkan ku, karna kesalahanku"


"Aku bahkan sudah mencarinya tapi aku belum menemukan istriku, wanita yang kita cintai.. " Tanpa terasa buliran bening keluar dari pelupuk mata Vino, dan sekertaris Sean, dia hanya diam berdiri di dekat Tuannya


Tiba-tiba seorang pria tua menghampiri makam Reza, dan meminta maaf atas buket bunga yang beberapa hari lalu


"Maaf Tuan, saya hanya memberitahukan bahwa buket bunga yang beberapa hari lalu terbawa angin dan saya menemukannya.. " Pria tua itu membawa buket bunga yang sudah layu


"Biasanya Nona sedikit menacapkannya di tanah.. " Sambungnya lagi


Sekertaris Sean dan Vino saling pandang "Biasanya?? " Ulang Vino yang masih bisa di dengar pria tua itu


.


.


.


.


.


Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


........ #Happy Reading😘#.......


__ADS_2