Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 126-Kamar Mandi


__ADS_3

"Iya, aku tahu kok, ya sudah aku mau mandi" Nesa berusaha tersenyum pada Vino


"Terimakasih sayang, kau memang istri terbaik, aku beruntung mempunyai istri sepertimu"


"Iya"


Setelah Vino melepaskan pelukannya, Nesa segera berjalan menuju kamar mandi, di dalam kamar mandi Nesa sengaja mengulur waktunya, berharap setelah dia selesai mandi, suaminya sudah pergi dari kamar


Berendam di dalam air dingin selama 1 jam membuat tubuh Nesa menggigil kedinginan, tapi Nesa tak merasakan itu, sekarang yang hanya ada dipikirannya adalah suaminya,


"Aku takut, jika cinta itu kembali dan kamu pergi meninggalkanku by" Ucap Nesa sambil mengigil kedinginan, bibirnya sudah bergetar dan wajahnya sudah pucat,


Setelah rasa dingin itu tidak bisa ditahan, dia berusaha berdiri tapi kakinya terasa kram membuat dia terjatuh lalu tak sadarkan diri dikamar mandi


Vino sesekali melirik pintu kamar mandi, pikirannya cemas saat dia melihat jam di dinding


"Sudah 2 jam, apa yang dilakukan Nesa di dalam kamar mandi, tumben banget dia mandi selama ini, atau jangan-jangan terjadi sesuatu di dalam kamar mandi? "


Mendengar kran masih menyala membuat Vino menghampiri dan mengetuk pintu kamar mandi


"Sayang, tok. tok.. tok... " Vino mengetuk pintu beberapa kali tapi tetap tidak ada sahutan


"Kamu baik-baik saja kan? " Sambungnya lagi


"Sayang buka pintunya!! " Gedor Vino,


Setelah merasa frustasi, Vino yang akan mendobrak pintu di kejutkan oleh bunyi ketukan pintu dari luar kamarnya, membuat Vino mengurungkan niatnya lalu membuka pintu kamarnya


"Ada apa Sel? " Tanya Vino saat melihat Selena sudah di depan pintu kamarnya


"Emm, Vin, boleh pinjam mobilmu, sedari tadi putraku nangis terus, dan suhu badanya semakin panas, aku takut terjadi sesuatu pada Revan, aku mau membawanya kerumah sakit, kata bibi, kunci mobil yang menyimpan kamu semua" Ucap Selena cemas


"Apa! bagaimana bisa, mungkin Revan haus kelaparan, kamu sudah memberikan ASI belum? " Tanya Vino sambil berjalan mengambil kunci mobilnya


"Sudah, tapi hanya sedikit, karna ASI ku keluar tidak terlalu banyak, maaf aku sudah menganggu dan merepotkanmu"


"Tapi keadaan mendesak" Ucap Selena


"Hari sudah malam, lebih baik aku antar kamu kerumah sakit, kamu fokus pada bayimu saja, ayo kita berangkat" Ajak Vino sebelumnya dia sudah meminta izin pada Nesa walaupun dari dalam kamar mandi tidak ada sahutan, Vino fikir suaranya tidak terdengar karna suara air di dalam kamar mandi


"Jangan, aku bisa sendiri, lagipula aku tidak enak pada Nesa, aku takut Nesa berfikir negatif tentang kita, aku hanya ingin meminjam mobilmu saja, jika aku mencari taksi online, aku takut datangnya terlambat"


"Aku tidak ingin bantahan, bukankah aku sudah bicara denganmu, aku akan menanggung hidup kalian sesuai janji aku di depan malam Vicky"


"Aku merasa bersalah jika aku tidak bisa menjaga kalian," Vino berjalan turun dari tangga, lalu masuk kedalam kamar Selena mengambil baby Revan yang menangis diikuti Selena dibelakangnya,


Saat ingin keluar dari rumahnya, tak sengaja Vino berpapasan dengan pelayan rumah, dia memberitahukan bahwa istrinya sedang mandi dan Vino juga menyuruh pelayan untuk menyiapkan makan malam untuk Nesa

__ADS_1


Di dalam perjalanan baby Revan selalu menangis, Selena sangat frustasi, dia ingin memaki dan mengumpat dirinya yang sangat lemah, tidak bejus menjaga anaknya


"Sabar ya sayang, kita akan sampai" Ucap Vino pada baby Revan


"Maaf aku merepotkanmu Vin"


"Sudahlah jangan meminta maaf terus, aku melakukan ini karna Revan, dia membutuhkan pertolonganku"


"Lebih baik kamu fikirkan caranya untuk menidurkan baby Revan,"


"Atau coba kasih ASI lagi, mungkin dia haus" Ucal Vino sambil menyetir mobilnya


"Ta-tapi Vin, aku tidak bisa melakukan itu jika kamu ada disini, lebih baik kita berhenti dulu di depan lalu kamu keluar dari mobil, aku akan coba memberikan anakku ASI"


Vino menganggukkan kepalanya, dia berhenti di pinggir jalan lalu keluar melihat pemandangan kota dimalam hari, pandangannya tiba-tiba tertuju pada pedangan kaki lima yang sedang menjajakan dagangannya


"Ini berapa pak? " Tanya Vino saat melihat gelang berinisial huruf VN


"20 ribu pak, ini cocok untuk istri bapak," Ucap pedagang penjual aksesoris


"Saya ambil ini pak, tolong bungkus sebaik mungkin, saya akan berikan pada istri saya" Ucap Vino sambil menyerahkan uang pecahan 50 ribuan


"Sebentar pak"


Setelah membeli gelang itu, Vino langsung berjalan menuju mobilnya, dia mengetuk kaca mobil untuk memastikan Selena sudah selesai memberi ASI atau belum


"Sel, sudah belum! " Tanya Vino


"Masuk aja Vin, aku udah selesai,"


Setelah mendapat persetujuan dari Selena, Vino masuk kedalam mobilnya, "Bagaimana keadaannya? " Tanya Vino sambil mengecek kening baby Revan


"Sudah turun panasnya Vin, apa mungkin dia haus ya, "


"Aku benar-benar takut" Ucap Selena lagi


Tiba-tiba ponsel Vino berbunyi, dia langsung merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya,


"Hallo bi" Ucap Vino saat panggilannya sudah terhubung


"Hallo Tuan, Nona Nesa Tuan"


"Ada apa dengan Nesa bi," Mendengar nada cemas pelayan rumahnya, tiba-tiba perasan Vino menjadi tak tenang


"Nona Nesa, dia pingsan didalam kamar mandi dan wajahnya pucat banget Tuan, bibirnya membiru" Jawab bibi membuat Vino menjatuhkan ponselnya,


Tak ingin menunggu lama, dia langsung menyalakan mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi, Selena yang melihat Vino berubahpu bertanya-tanya, dia mengambil ponsel Vino lalu tak sengaja mendengar bibinya berbicara tentang keadaan Nesa

__ADS_1


"Vin, maafkan aku, ini semua salahku, andai aku tidak mengganggumu pasti ini semua tidak akan terjadi" Ucap Selena dengan rasa bersalahnya


Seakan tuli, Vino tak mendengar ucapan Selena, yang ada dipikirannya hanya istrinya, dia takut jika terjadi sesuatu buruk pada istrinya


"Bodoh! suami macam apa aku! bisa-bisanya istriku jatuh dari kamar mandi, pantas saja sedari tadi aku panggil, tak ada sahutan"


"Sayang, bertahanlah, aku segera pulang" Gumam Vino dalam hati sambil tangannya meremas kemudia stir erat


"Panas baby Revan sudah turunkan! aku harus kembali kerumah,"


"Biar aku panggilkan dokter untuk mengecek kondisi baby Revan" Ucap Vino


Setelah menempuh jarak cukup jauh, akhirnya mereka sampai di rumah, Vino langsung memarkirkan mobilnya sembarang, lalu berlari menuju kamarnya


"Bi bagaimana keadaan istriku! " Tanya Vino saat sudah di depan pintu kamarnya


"Nona Nesa sedang diperiksa oleh dokter Anton,"


Tak ingin berbasa basi, Vino langsung masuk kedalam kamarnya, dia bisa melihat istri terbaring di kasur


"Bagaimana keadaannya? " Tanya Vino pada dokter Anton


Mendengar suara saudaranya dokter Anton langsung mengemasi barangnya lalu menghampiri Vino


"Apa kau gila! bibirnya sudah biru, jika bibi telat, aku tidak bisa memastikan nyawa isterimu akan selamat"


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, yuk mampir ke karya baru aku


Judulnya "Partner Ranjang Om Duda(Mafia)



Ramaikan karyaku dengan saran kritik kalian, aku sangat berterimakasih pada kalian semua, maaf jika karyaku banyak kesalahan kata atau tidak nyambung ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


..........#Happy Reading๐Ÿ˜˜#......

__ADS_1


__ADS_2