Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 75- Nesa Bahagia tanpa Vino


__ADS_3

"Aku akan menghilang dari kehidupan suamiku, sampai suamiku sadar, ibu mertuaku juga menginginkan suamiku menikah lagi, aku hanya ingin melihat keseriusan, kesetiaan cinta dimata suamiku, jika dia tidak merasakan kehilangan aku maka aku akan melepaskannya,.. "


"Tolong bantu aku, aku berharap suamiku mencariku lalu meminta maaf padaku, bolehkan jika aku menginap terlalu lama disini, mau bagaimanapun kita berteman belum lama, aku tidak mempunyai siapapun teman terkecuali kamu, disini juga letaknya jauh dari rumah atau perusahaan suamiku, jadi mungkin aku akan aman jika disini.. "


"Oh sebenarnya kamu sedang bermain india-indiaan yang kabur dari rumah lalu berharap sang suami mencari istrinya?? terus bagaimana dengan perusahaanmu?? Tidak mungkin kamu membiarkan perusahaanmu gulung tikar karna ulahmu?? "


"Aku tidak bermain india-indiaan, aku hanya mengetes berapa besar cinta suamiku padaku, karna aku tahu kita menikah faktor terpaksa dan tanpa cinta,.. " Curhat Nesa,


"Dan satulagi aku menyimpan banyak keraguan pada suamiku, karna selama ini dia selalu terhasut dengan ucapan ibunya,.. "


"Mungkin cintanya belum sepenuhnya untukmu.. "


Uhukk.. Uhuk...


Nesa tersedak minumannya, dia mengambil tisue lalu mengelap bibirnya


"Emm aku kecewa jika ucapanmu benar.. "


Melihat wajah murung Nesa, wanita itu berusaha mengalihkan pembicaraan


"Bagaimana dengan perusahaanmu?? " Tanyanya sekali lagi


Nesa berfikir sejenak, "Aku akan menemui seseorang untuk menjaga perusahaanku selama aku menghilang, aku pinjam baju serta topi, ada kan??"


Melihat sudah tidak ada asap di atas makanannya, wanita itu menyuruh Nesa sarapan pagi sebelum Nesa bercerita lebih panjang lagi"Makan saja dulu, nanti aku siapin, apa perlu aku menyiapkan mobil juga?? " Tanya wanita itu sambil menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya


Nesa mengambil sendok lalu mengaduk nasi goreng itu memastikan bahwa sudah tidak panas lagi dan tidak ada asap yang menari diatas nasi gorengnya


"Aku tidak bisa menyetir.. " Suapan pertama masuk kedalam mulut Nesa, dia mengunyah "Enak banget" Memasukan makanannya lagi


Wanita itu tersenyum, "Habiskan saja, oh iya aku akan mengajarimu menyetir mobil.. '


Mata Nesa berbinar, dia berdiri lalu berjalan memeluk teman wanitanya, sesekali mengecup pipinya " Terimakasih, aku merasa saat ini, aku sedang mempunyai kakak yang berhati malaikat "


"Sudah, sudah, cepat habiskan makananmu lalu aku ajari kamu menyetir mobil.. " wanita itu berusaha melepaskan pelukan Nesa sesekali wajahnya dia palingkan karna Nesa menciumnya bertubi-tubi


"Hehehe, iyaiya.."Nesa kembali duduk, dia makan dengan lahap


"Bagaimana bisa, perusahaan sebesar itu dipegang anak kecil sepertinya, apa ini akibatnya jika belum cukup umur dia dipaksa dewasa dengan urusan kantor? " Wanita itu terkekeh sendiri dengan ucapannya, dia melihat Nesa yang sudah terbakar amarah


"Memangnya aku seperti apa? "


"Aku bukan anak kecil lagi, ataupun dipaksa dewasa.."


"Hahaha..mungkin kamu lebih cocok duduk manis di kelas sambil mendengarkan dosen berbicara, "


"Tidak lucu!!!" Teriak Nesa, walaupun dia tahu ini adalah becanda, tapi Nesa juga kesal jika dia di pojokan seperti itu


"Sudah, cepat habiskan makananmu.."


Happ..Hap..

__ADS_1


Nesa melahap makanannya dengan kasar, matanya masih melotot menatap temannya yang sedang terkikik.


selesai makan dia masuk kedalam kamarnya, dia mandi dengan cepat


Kini mereka sudah berada di dalam mobil, wanita yang diketahui sebagai teman Nesa sedang memberi intruksi padanya, Nesa sesekali mengangguk paham


"Kita mulai, pertama kita nyalakan mesin mobil, bisa kan?? " Nesa mengangguk


Cukup lama mereka berkutat didalam mobil, sampai pada akhirnya Nesa sedikit paham dan lelah


"Aku lelah, kita lanjut nanti lagi, ponselmu sudah berdering.. " Nesa melirik ponsel yang sedari tadi bergetar


"Okeh, sebelumnya kamu sudah paham kan? "


Nesa mengangguk paham


"Kita coba ya, kamu yang nyetir tapi pelan-pelan.. " Wajah Nesa pucat, tangannya gemetar, panik menyerangnya, dia takut menabrak mobil temannya lalu lecet, karna jujur terus terang dia hanya membawa uang cash, ATM beserta kartu yang lain tertinggal di rumah Vino


"Jangan takut nabrak.. "Wanita itu seakan mengerti pikiran Nesa, dia menepuk salah satu bahu Nesa


"Ayo.. " Lanjutnya lagi


Nesa berfikir sejenak lalu mengangguk, dia keluar dari mobilnya dan memutar tubuhnya lalu duduk dibangku kemudi, tangannya mengeluarkan keringat begitu banyak, gerogi menguasai tubuhnya


Teman wanitanya membimbing Nesa, dengan telaten mobil itu berjalan pelan, sesekali Nesa mengerem mendadak..


Keduanya tersenyum, Nesa bangga dengan dirinya sendiri.


Nesa mengangguk, dia mengikuti instruksi dari temannya,


Brakk...


Mobil bagian belakang menabrak pembatas jalan


"Maafkan aku, aku akan mengganti kerugiannya"


"Tidak apa-apa, ayo lanjutkan.. "


Beberapa hari Nesa merasa hidupnya jauh lebih tenang, walaupun setiap malam dirinya merindukan sosok suaminya Vino, tapi segera dia tepis pikiran itu, kini Nesa sudah berada di dalam mobilnya, dia sudah mahir mengendarai mobil sendiri.


Mobil itu mendarat mulus di apartemen seseorang yang akan dia temui


Nesa keluar mobil menggunakan kacamata hitam yang bertengger di hidungnya, tidak lupa topi yang selalu dia gunakan untuk menyamarkan diri


Ting.


Pintu lift terbuka, Nesa keluar dari lift menuju apartemen seseorang


Ting.. Tong...


Bel apartemen berbunyi, tak ada sahutan, Nesa memencet bel lagi, masih tak ada sahutan

__ADS_1


"Seharusnya dia sudah kembali, ini sudah lewat dari jam kantor.. " Nesa melirik jam tangan di pergelangan tangannya


"Sekali lagi, mari kita coba.. "


Tingg... Tong.. .


Menunggu beberapa menit, masih tak ada tanda-tanda kehidupan


Nesa pasrah, dia ingin kembali, baru saja melangkah, Nesa melihat orang yang sedang dicari sedang berjalan menujunya


"Kak! " Panggilan Nesa, saat Vicky melewatinya, langkah Vicky terhenti, suara itu tidak asing baginya, dia memutar tubuhnya menghadap seseorang yang menurutnya seperti laki-laki


Nesa membuka topinya, membuat rambutnya tergerai berantakan, kacamata yang bertengger di hidungnya juga dia copot.


Mata Vicky membulat, "Nesa! "


"Kecilkan suaramu!! " Nesa memakai topi dan kacamatanya kembali


"Boleh aku bicara" Nesa berjalan menuju Vicky


"Ayo kita masuk, kita bicara didalam saja.. " Nesa mengangguk, dia mengikuti langkah kaki Vicky


"Duduk Nes!! " Nesa duduk disofa, lalu membuka topi dan kacamatanya


Vicky mengambil minuman untuk Nesa lalu menaruhnya di atas meja


"Kenapa kamu pergi dari rumah ha? Vino mencarimu, dia menuduhku menyembunyikanmu.. " Cecar Vicky dengan beberapa pertanyaan sambil melepas jasnya


"Ka, bagaimana dengan perusahaanku.. "Nesa mengabaikan ucapan Vicky tentang Vino


Vicky mengernyitkan keningnya" Apa kamu sedang berantem dengan suamimu? "


"Kak!! "


"Katakan Nes, apa yang sebenarnya terjadi!! " Vicky mengambil minuman Nesa lalu menyodorkan ke Nesa,


"Terimakasih, tapi aku tidak haus kak.. " Nesa menolak, dia menyuruh Vicky meletakkan minumannya kembali


.


.


.


.


.


Hay gaess, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


......... #Happy Reading😘#.......


__ADS_2