Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 28- Mengusik Kehidupan


__ADS_3

"Sean kau dengar aku bicara kan!! " Tanya Vino yang tidak mendapati sahutan dari sekertarisnya


"Eh, dengar Tuan, tapi.. "


"Tidak ada tapi-tapian.. " Jawabnya yang tak ingin dibantah


"Ba, Tut... Tut.. Tut... "


Tiba-tiba telfon itu sudah terputus dulu, saat Sean ingin berbicara, dia yang sedang kesal karna tidurnya telah di ganggu pun semakin kesal saat telfonnya diputuskan secara sepihak oleh Tuannya


"Sial, kenapa aku harus di hadapkan dengan manusia seperti ini!! " Sean menggerutu di hadapan ponselnya, ia membayangkan jika ponselnya adalah Tuannya sambil meremas dan melayangkan beberapa pukulan ringan pertanda ia sangat kesal


"Untung kau menggaji aku 3x lipat dari gaji umum.. " Ucap Sean lagi


Segera dia menelfon anak buahnya untuk mempercepat pencarian tentang identitas orang yang berani menganggu istri dari macan yang sedang tertidur


"Percepat pencarian, aku tidak mau tahu, besok pagi kalian semua sudah menemukan identitas orang itu.." Ucap Sean kepada anak buahnya melalui telfon genggamnya


"Enak juga ternyata menjadi bos seperti Tuan, tinggal memerintahkan seseorang, semua sudah beres, seperti aku menyuruh anak buahku itu hahaha..." Sean terkekeh sendiri, saat membayangkan dirinya menjadi boss dan Vino sebagai sekretaris 24jam,


"Sudahlah, tadi yang terakhir jagan telfon aku lagi, aku lelah.. " Ucap Sean yang melempar ponselnya kedalam nakas


..........


"Tidak ada yang boleh mengusik kehidupan keluargaku, apalagi kehidupan istriku, jika ada yang berani akan aku habisi semua sampai akar-akarnya.. " Ucap Vino tersenyum penuh makna, senyum itu seperti senyum malaikat pencabut nyawa. tanganya ia kepalkan erat


Saat semuanya di rasa selesai, ia segera ia kembali dan merebahkan tubuhnya disamping istrinya dan tanganya ia gunakan untuk memeluk istri kecilnya


"Malaikat kecil yang menjelma sebagai istriku, aku sangat bersyukur saat Reza menitipkanmu padaku, karna sewaktu aku melihat mu untuk pertama kalinya, aku rasa kamu gadis yang baik, jujur saja aku terpukau dengan kecantikan alamimu itu, terimakasih Reza kamu sudah mau menitipkan dia untuku, akan ku jadikan dia ratuku untuk selamanya.... " Vino memeluk tubuh Nesa dan beberapa menitnya ia sudah memasuki alam mimpinya


Ke esokan hari....


"Hubby berat.. " Ucapnya saat menyadari sebuah tangan dan kaki besar menindihi tubuhnya


"Hubby bangun, berat, aku susah bernafas.. " Ucap Nesa kembali, ia menggoyangkan tubuh suaminya yang sedang tertidur


Vino menggeliat, ia membuka mata karna merasakan tubuhnya terguncang cukup keras


"Kenapa sayang.. " Tanyanya yang semakin mengeratkan pelukannya tetapi kakinya sudah tidak diatas kaki Nesa


"Lepaskan hubby, aku harus mandi dan memasak untukmu!.. " Nesa berusaha melepaskan tangan suaminya yang sedang melingkar di perutnya


"Ada pelayan yang akan memasak, tugasmu disini hanya melayani aku bukan menjadi pelayan.... " Jawab Vino yang sudah memejamkan matanya kembali


"Itu versimu by, tapi beda dengan versi mamahmu, dia akan memperlakukan aku seperti pelayan.. " Batin Nesa yang masih berusaha melepaskan pelukan suaminya


"Hubby.. " Panggil Nesa kembali

__ADS_1


Vino mendadak menjadi tuli, bukannya melepaskan pelukan itu ia justru mengeratkan pelukannya


"Apa CCTV di rumah ini akan dibiarkan saja rusak??? " Tanya Nesa kepada suaminya, dan itu membuat Vino membuka mata dan menatap Nesa


Ia membenarkan anak rambut yang menutupi wajah Nesa kebelakang telinganya


"Tidak, hari ini aku menyuruh Sean untuk membenarkan, agar aku bisa memantau keseharianmu dirumah ini.. " Ucapnya yang tersenyum


"Wah artinya ibu tidak akan berani menyuruhku untuk membersihkan rumah sebesar ini sendirian dong, senangnya aku.. " Batin Nesa tanpa sadar ia tersenyum sendiri, jujur ia sangat lelah membersihkan rumah sebesar ini sendiri


Cup.


Satu kecupan mendarat di bibir Nesa,


"By!! " Pekik Nesa karna terkejut


"Hukuman untuk orang yang tersenyum sendiri, dan tidak mau membagikan kebahagiaannya orang lain.. " Ucap Vino tersenyum puas


"Hahaha jika aku membagikan kebahagiaanku ini kepadamu, pasti nanti akan terjadi perang Dunia ke 3 dirumah ini.." Batin Nesa


"Mandi sanah, aku akan siapkan pakaian untukmu.. "


"Tidak mau,.. " Ucap Vino yang mengeratkan pelukannya sehingga kepala Nesa berada dekat di dada Vino, ia bisa mendengar detak jantung suaminya


"Aku mencintaimu sayang.. " Tiba-tiba Vino berucap sambil mencium pucuk kepala Nessa


"By, sudah ya pelukannya nanti kita lanjut lagi, lihat sekarang sudah jam 6 pagi.. " Ucap Nesa yang menunjuk jam dindingnya


Vino bangkit dari tidurnya dan ia segera masuk kedalam kamar mandi, lalu Nesa ikut bangkit dan menyiapkan pakaian untuk suaminya


"Merah atau navy?? " Gumamnya melihat jas di hadapannya


"Navy aja deh, tapi merah juga cocok.. "


"Emm navy ,merah, navy, merah.. "


Sampai Vino selesai mandi, Nesa masih memandang kedua jas itu, ia masih bimbang antara merah atau navy


"Eh by, menurutmu warna yang cocok apa??? " Tanyanya kepada suaminya yang baru keluar dari kamar mandinya


"Semua cocok, asalkan kamu yang memilihnya.. " Goda Vino


Cup..


"Hubby! "..


"Anggap saja ini ciuman selamat pagi sayang.. "

__ADS_1


Pipi Nesa berubah, gadis itu malu dengan ucapan suaminya.


"Apaan si, dasar modus.. " Ucap Nesa yang memalingkan wajahnya karna ia tidak ingin suaminya melihat wajahnya yang bersemu merah


"Hahaha.. gemes jadinya"


"Nih pake!! " Nesa menyerahkan jas yang berwarna navy


Akhirnya Nesa memilih jas berwarna navy, ia memakaikan ditubuh atletis suaminya


"Tampan.. " Satu kata yang terucap saat melihat penampilan Vino dengan balutan jas dan kemeja berwarna navy


"Jelas tampan, kan suami dari Vanessa Liana, orang tercantik dan terbaik.. " Puji Vino saat Nesa memasangkan dasi di leher suaminya


"Huh, gombal.. "


"Aku tidak gombal, aku serius.. "


"Sudah selesai, aku mau mandi dulu.. " Ucap Nesa saat sudah selesai memasangkan dasi suaminya, sekarang ia sudah ahli karna ini adalah tugas paginya sebagai seorang istri


"Aku akan menunggu di sofa, sambil mengecek beberapa dokumen, lalu kita turun ke meja makan.. " Vino mencium kening istrinya lalu melangkah menuju sofa yang berada di kamarnya


"Iya hubby.. "


Merasa suaminya menunggu, Nesa mandi seperti bebek, yang tidak membutuhkan waktu lama, ia menyadari hari sudah semakin siang, dan ia tidak ingin mendapat ocehan atau tatapan sinis dari mertuanya


Selesai dari ritual mandi, ia langsung mengenakan pakaian dan menyapa suaminya agar segera turun untuk sarapan pagi


"Hubby, ayo turun.. " Ajak Nesa yang sudah selesai berdandan tipis


Vino melirik Nesa dari ujung kaki sampai kepala


"Mau kemana sayang??? kenapa berpakaian seperti ini hemm?? " Tanya Vino bangkit dari duduknya


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Salam bahagia, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rejeki, dan mohon dukungannya untuk para readers semua


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


........ #Happy Reading😘#........


.........


__ADS_2