Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 35- Mencari Vino


__ADS_3

Rayhan melangkah keluar, dia berusaha menelfon anaknya berulangkali.


"Harusnya aku menyuruh Sean untuk mendampinginya, jika sudah begini akan susah untuk mencari keberadaannya.. " Gumam Rayhan saat telfonnya tidak diangkat lalu melangkah menuju mobilnya


"Ah Nessa mungkin Vino sudah bersama istrinya,.. "


Drtt.. Drtt...


Bunyi ponsel Nessa terdengar sampai telinga sang pemilik ponsel yang sedang menangis


Dia segera merogoh tasnya dan melihat nama Ayah nya dilayar ponselnya


Segera dia menggeser tombol hijau dan mendekatkan ponselnya ketelinganya


"Hallo Yah.. "


Vicky yang melihat setiap gerakan Nessa hanya diam dan berusaha menyimak, samar-samar dia mendengar suara pria yang sedang menelfon gadis disampinya


Merasa Vicky mendengarkan pembicaraan bersama Ayahnya, Nessa langsung mengambil jarak lebih jauh, dia tidak mau urusan keluarganya diketahui orang lain, apalagi orang yang tidak ia kenal.


"Apa Vino sudah bersamamu! "


Deg...


Jantung Nessa terasa berhenti saat ucapan Ayahnya terdengar jelas ditelinganya


"Apa maksud Ayah?? "


"Jadi, Vino tidak bersamamu? Kemana perginya anak itu,??".


"Bahkan sekarang dia melewatkan meeting penting di pagi harinya!! " Sambungnya kembali


Lagi-lagi otak Nessa harus berfikir dan menjabarkan ucapan Ayahnya yang menurutnya sangat jelas


"Maksud Ayah apa? Bukannya Ayah sedang bersama.. "


"Tidak, tadi Ayah menyuruhnya mengejar kamu, Ayah sudah menjelaskan semuanya, dan Vino percaya semua penjelasan Ayah,.. " Potong Rayhan


Deg..


"Astaga apa dia melihat kejadian tadi?? " Gumam Nessa yang masih bisa di dengar Rayhan,


Vicky semakin bertanya-tanya, pembicaraan apa yang sedang mereka bahas, apa yang dimaksud kejadian tadi?


"Kejadian apa? "


"Aku hampir tertabrak mobil dan beruntung orang yang aku anggap gila menolongku Yah.. "


Nessa sesekali melirik Vicky, dia takut ucapannya terdengar karna baru saja dia mengatakan orang yang berada disampingnya "gila" dan Vicky tetap fokus pada ponselnya walaupun telinganya menyimak jelas ucapan orang yang sudah mengatakan dirinya gila.


"Apa dia mengenalkan aku kepada orang tua nya dengan sebutan seperti itu?? " Batin Vicky berpura-pura memainkan ponselnya


Pak supir dan Rain saling pandang saat seseorang wanita dengan lancangnya memanggil bossnya dengan sebutan gila, mereka samar-samar tersenyum


"Mungkin dia suka dengan sebutan gila.. " Batin Rain saat melihat Vicky tidak marah dari kaca spion mobilnya


"Panggilan yang cocok untuk orang seperti anda boss haha.. " Batin pak supir pribadi Vicky


"Syukurlah, Ayah harus berterimakasih kepada orang itu, siapa orang itu dan dimana alamatnya.. "

__ADS_1


"Aku tidak tahu, jangan pikirkan orang gila itu, sekarang yang harus dipikirkan adalah suamiku Yah.. "


Deg...


Ketiga lelaki itu menegang saat mendengar kata suami, pak supir yang sedang mengendarai mobilnya sempat mengerem mendadak dan membuat Vicky yang berada di mode nyaman terhuyung kedepan


"Ma-maaf Tuan.. " Ucapnya saat melihat Tuannya menatap tajam dari kaca spion


Melalui gerakan tangannya Vicky menyuruh pak supir kembali mengemudikan mobilnya


"Ternyata dia sudah menikah.. " Batin Vicky kecewa


"Malang sekali nasibmu kawan, sudahlah lupakan dia dan kembalilah bersama Selena, rubahlah wanita ular itu menjadi wanita baik haha.. " Kini Rain merasa kasihan terhadap sahabatnya ini


"Ayah tahu dia sedang dimana, lebih baik kamu segera pulang, dan biarkan Ayah yang berbicara.. "


"Tapi Yah, aku harus meluruskan semuanya jika tadi dia benar-benar melihat kejadian itu.. "


Rayhan berfikir sejenak, mungkin yang dikatakan Nessa benar,


"Baiklah kita bertemu di apartement Vino, Ayah akan sharelok lokasinya"


"Baik Yah, .. "


Telfon terputus, Nessa memasukan ponselnya kedalam tas, lalu mencoba memberanikan dirinya berbicara pada Vicky yang sudah menolongnya


"Maaf, aku sudah menyebutmu dengan sebutan yang tidak pantas.. "


"Bolehkah aku turun di depan, ada urusan penting yang harus aku urus.. " Sambungnya lagi


Vicky hanya diam, dia tidak membalassedikitpunt ucapan dari wanita yang sudah berhasil mengisi hatinya


"Kak?? "


"Turunkan aku di depan, ada urusan yang harus aku urus.. "


"Biar supirku yang antar, berikan alamat yang ingin kau tuju.. " Ucap Vicky yang menyandarkan tubuhnya di kursi mobilnya dengan kedua tangan direntangkan lalu diletakan dibelakang kepala tidak lupa matanya dia pejamkan


"Kenapa sikapnya berubah?? " Batin Nessa yang melihat sikap Vicky menjadi dingin


"Ah sudahlah, sekarang yang harus aku fikirkan adalah Vino,.. "


Nessa merogoh ponselnya dan melihat ayahnya mengirim lokasi letak apartemen Vino.


"Pak, bisa ketempat ini.. " Nesa menyerahkan ponselnya kepada pak supir, dan pak supir hanya menganggukan kepalanya


"Jangan-jangan suami dia melihat aku menolongnya, aku tidak bisa biarkan kesalahpahaman ini berlarut-larut, aku akan meminta maaf pada suaminya.. " Batin Vicky


"Oh tidak,karna ulahmu ky, aku harus menghubungi klien untuk menunda meeting beberapa jam kedepan.. " Batin Rain terlihat kesal, ia menelfon sekertaris kliennya untuk menunda 2 jam dari jam meeting sekarang


"Pak, apa tempatnya masih jauh, kenapa dari tadi belum sampai juga.. "


Gelisah diraut wajah Nessa nampak jelas, semua orang yang berada di dalam mobil bisa melihat kegelisahanya


"Dia benar-benar mencintai suaminya.. " Gumam Vicky dalam hatinya


"Sebentar lagi Nona, .. "


Drtt... Drtt...

__ADS_1


"Hallo Yah.. "


"Sudah sampai mana? Ayah menunggumu di dalam mobil, atau Ayah masuk duluan?? " Tanya Rayhan yang baru sampai di parkiran apartemen


"Tunggu aku sebentar, kata pak supir sebentar lagi sampai, dan jangan masuk dulu Yah, aku tidak tahu dimana ruangannya.. "


"Baiklah.. "


Setelah panggilan itu berakhir, pak supir mengabarkan bahwa mereka sudah sampai tujuan,


"Nona, kita sudah sampai, .. "


"Biar aku antar sampai apartemen.. " Ucap Vicky yang langsung mendapat gelengan kepala dari Nessa


"Tidak, jangan! aku harus menemui mertuaku, aku tidak ingin ada fitnah dan aku juga harus menemui suamiku... "


"Terimakasih kak atas tumpangannya.. " Sambungnya lagi


Setelah mengucapkan kata terimakasih Nessa membuka pintu mobil lalu berlari kearah mobil Rayhan yang sudah terparkir,


Di dalam mobil yang Vicky tumpangi, dia bisa melihat Nessa menghampiri mobil yang Vicky kenali,


Dan keluarlah sosok laki-laki paruh baya yang Vicky kenal.


Deggg...


"Bukankah itu Ayah? "


"Lalu apa hubungan mereka? dan kenapa Ayah terlihat sangat akrab kepada Nessa?? " Sambung Vicky sambil mengingat ucapan terakhir Nessa


"Aku harus menemui mertua aku, dan aku harus menemui suamiku.."


Tiba-tiba dia teringat dengan ucapan Nessa yang terlintas dalam pikirannya,


Tunggu!!


Rain dan pak supir menatap spion bersamaan saat Vicky berbicara sendiri


"Apa dia sudah gila?? " Tanya rain melalui sorot matanya kepada pak supir, dan pak supir hanya mengedikan bahunya


Rain tahu yang dipikir Vicky karna dia juga melihat Rayhan turun dan berjalan bersama dengan Nessa,


Secara tidak langsung mereka menangkap bahwa mertua yang Nessa maksud adalah Rayhan dan suami yang Nessa maksud adalah musuh Vicky.


"Apa sudah tidak ada gadis lain selain dia, sampai-sampai kakak beradik menyukainya.. " Batin rain


"Kenapa diam saja! Ayo cepat jalan!! Kau sudah membuang waktuku untuk hal yang tidak jelas!! " Lagi-lagi Vicky menyalahkan kedua orang yang sedang duduk di depan.


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)


....... #Happy Reading😘#.......


__ADS_2