
Di sebuah hotel mewah, terdapat dua orang yang sedang beradu argumen,
"Rencana kita sudah diketahui anak buah sekertaris Vicky, jika kaka melanjutkan ide gilamu, kaka akan berakhir didalam penjara, dan perusahaan kaka yang sudah kaka bangun akan hancur begitu saja, "
"Kaka tidur bisa membantumu lagi" Ucap Alex duduk disofa sambil menatap adiknya yang sedang menangis dikasur hotel
"Kaka jahat, apa kaka gak mau aku bahagia, aku mencintai Vino kak, sikap cuek dan aura kekewibawaannya mampu membuat ku jatuh cinta, apalagi dia menolak cintaku, selama ini tidak pernah ada yang menolak cintaku, hiks.. hiks... "
"Bantu aku kaka, atau aku akan bicara pada Ayah agar mengirimu ke negara C, bersama ibu tiri kita yang jahat"
Alex berdiri, dia melangkah menuju adiknya yang sedang menangis, di usapnya punggung Bella "Masih banyak diluar sana pria tampan dan kaya, atau kaka kenalkan sama rekan kerja kaka, pebisnis terpintar yang pernah kaka temui,"
"Tidak kak, aku mau Vino, hanya Vino kak!! " Teriak Bella melempar lampu tidur
Pranngg..
Alex terkejut saat Bella kehilangan kendali, dia benar-benar frustasi dengan adiknya ini
"Cukup Bella! Kaka bukan boneka atau robot yang bisa kau peralat! "
"Kau tidak mencintai Vin kau hanya terobsesi olehnya karna cintamu ditolak"
"Biarkan saja, biarkan saja kaka menganggapku terobsesi atau apalah, yang penting aku menginginkan Vino, hanya Vino!! " Ucap Bella memecahkan kembali barang yang berada disekitarnya membuat Alex mengusap wajahnya kasar, dia benar-benar bingung harus berbuat apalagi, tidak mudah untuk memisahkan Vino dengan Nesa, dan apalagi sekarang Vicky sedang mengincarnya
"Aku akan bicarakan ini pada Vino, semoga saja Vino merasa iba padamu"
"Kaka serius? "
"Kaka mau membantuku lagi? " Bella tersenyum, dia menghapus air matanya lalu memeluk kakaknya
"Terimakasih kaka, kau memang terbaik,
"Oh ya, apa kita perlu menyingkirkan istri Vino itu? "
"Jangan bodoh! Vino akan murka jika kau melakukan hal gila pada istrinya, dia bisa saja membencimu"
"Tapi jika aku tidak bisa mendapatkan Vino, aku pastikan istri Vino tidak bisa mendapatkan Vino, hahaha" Senyum mengerikan Bella membuat Alex merinding ketakutan, dia berjalan keluar kamar hotel
"Ya Tuhan apakah adiku sudah gila, aku harus bertemu dengan Vino dan membicarakan ini padanya, tapi bagaimana caranya? Bahkan sekarang aku tidak bisa pulang ke apartemenku"
"Ah Nesa, aku akan mencari alamat rumah Vino melalui Nesa"
Alex merogoh saku celananya lalu mencari kontak Nesa, ditempelkan benda pipih itu ditelinganya,
Nesa yang baru saja sampai di apartemen Vino pun merasakan jika ponselnya bergetar, dia merogoh dan melihat nama Alex dilayar ponselnya
"Siapa? " Tanya Vino saat melihat ekspresi istrinya berubah
__ADS_1
"Em- ini-"
"Ini siapa sayang? Tanya Vino penasaran, segera dia mengambil ponsel istrinya lalu melihat nama Alex
"Biar aku angkat, kau tak perlu takut, aku mempercayaimu sayang" Ucap Vino saat Nesa mencegah Vino mengangkat telfon dari Alex
Akhirnya Nesa mengangguk, tangannya menggenggam tangan Vino, jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, rasa cemas, gelisah tiba-tiba terlintas dipikirannya, Nesa takut jika suaminya akan termakan ucapan Alex,
"Apa kita akan bertengkar lagi? " Batin Nesa
Vino tersenyum pada istrinya, setelah panggilan itu terputus, Nesa sudah tak berani menatap suaminya, dia tidak berani melihat mata suaminya yang memerah
"Aku pergi sebentar, bila ada yang bertamu jangan bukakan pintu terkecuali kerabat dekat kita, dan jika ibu berkunjung lebih baik jangan dibukakan pintu" Vino mengecup kening istrinya, membuat hati Nesa lega, akhirnya suaminya tidak marah padanya
"Mau kemana by, kita kan baru sampai,"
"Sebentar saja sayang, aku akan kembali dengan cepat,"
"Hati-hati, cepat pulang by"
"Iya sayang"
Melihat Vino menutup pintu apartemen membuat Nesa menghembuskan nafasnya lega, tapi tiba-tiba dia penasaran dengan pembicaraan suaminya dengan Alex, karna Vino hanya menjawab ucapan Alex dengan kata "Iya atau Tidak"
"Sebenarnya apa yang mereka bicarakan? "
"Atau jangan-jangan Vino keluar rumah untuk bertemu dengan Alex" Gumam Nesa, dia memijat pelipisnya, rasanya sungguh lelah menjalani hidup ini
Di sebuah restoran mewah tempat dimana Vino dan Alex bertemu, rupanya kehadiran Vino disambut dengan baik oleh Alex, dia sudah menyediakan minuman untuk Vino
"Katakan! waktuku tidak banyak" Ucap Vino menarik kursi agar dia bisa duduk di hadapan Alex
"Apa kau bisa menolong Bella? "
Vino mengeryitkan keningnya "Kau mengenal Bella? " Tanya Vino yang diangguki Alex
"Dia adiku"
"Ha! a-adik? "
"Kau serius kan? kau tidak becanda? " Tanya Vino yang terkejut
"Aku serius, dan aku ingin kau menyembuhkan adiku dari obsesinya memilikimu"
"Ma-maksudmu? "
"Dekati dia, dan bawalah dia kedokter spesialis jiwa, aku takut adiku terkena-" tiba-tiba ucapan Alex dipotong oleh Vino
__ADS_1
"Tidak mungkin, "
"Aku mohon, semasa hidupnya dia selalu diberi kemewahan, dan segala keinginannya selalu dituruti oleh Ayahnya, maka dari itu dia sangat tergila-gila padamu karna sikapmu yang menolak adiku"
"Satu hal yang harus kau tahu, kakamu Vicky sedang mencariku untuk membalas dendammu, aku harap kau juga bisa bicara dengan Vicky untuk tidak ikut campur urusan kita"
Vino tersenyum mengejek "Dia juga terlibat dalam urusanku, karna yang menolong istriku adalah dia, kau ingat betulkan kejadian dipestamu? "
"Hahaha, aku kira kalian tidak bisa akur seperti ibumu dan ibunya Vicky, bahkan ibumu membunuh ibunya Vicky secara terang-terangan"
"Kau anak pembunuh"
Brak!
"Apa kau bilang!"
"Anak pembunuh! "
"Jika kau tidak bisa membantuku untuk menyembuhkan Bella, aku jamin istrimu yang akan menanggung akibatnya, jadi berfikirlah dengan bijak, dan setelah istrimu yang menjadi korban akan kupastikan ibumu juga menjadi korban"
"Aku tidak akan membantunya, lagipula dia bukan siapa-siapaku, aku bisa menjaga kedua orang yang aku sayangi tanpa harus membantumu"
"Hahaha Vino, Vino, ibumu sangat mempercayai Bella, dia menginginkan menantu seperti Bella, jadi jangan salahkan jika target utama Bella, "
"Aku sebagai kaka dari Bella akan memantau pergerakan adiku dari jauh, aku tidak akan ikut campur dalam urusan ini, dan beritahu Vicky agar tidak mencariku! "
"Beritahu sendiri, kau kan punya mulut, "Jawab Vino yang langsung pergi meninggalkan Alex direstoran
"Jika, ucapan Alex benar, maka ibu dan Nesa dalam bahaya, bagaimana aku bisa menjaga kedua orang yang aku sayangi secara bersamaan, aku tidak mungkin membawa Nesa kembali ke rumah neraka itu, tapi aku juga tidak bisa membiarkan ibu disakiti oleh wanita ulat gangguan saraf itu" Gumam Vino sambil memukul setir mobil
Arrrggghhh
"Kenapa disaat semua hampir stabil, masalah baru datang menerpa
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
...........#Happy Reading😘#...........