
Di sebuah rumah yang cukup megah, terlihat pria paruh baya sedang tertawa renyah karna rencananya baru saja berhasil,
"Hahaha, akhirnya rencanaku berhasil, semoga saja wanita itu mati dan aku bisa mengambil cucuku dari mereka, hahaha" Tawa Rayhan semakin pecah saat melihat video yang diberikan anak buahnya itu
"Kerjamu berhasil, aku akan mentransfer uang sekaligus bonus untukmu" Ucap Rayhan pada beberapa anak buahnya
"Terimakasih bos, kami sangat bahagia bekerjasama dengan bos" Jawab anak buah Rayhan
"Kalian bisa pergi, aku akan merayakan keberhasilanku dengan Sandra" Titahnya sambil melambaikan tangannya mengisyaratkan pergi
Setelah anak buahnya pergi, Sandra yang sedang mematung pun mendekat, dia duduk di pangkuan Rayhan
"Apa kau gila Tuan, kau mencelakai menantumu" Ucap Sandra yang tak habis fikir dengan Rayhan
"Jangan panggil Tuan, kita tidak sedang dikantor, jadi panggil saja sayang"
"Hemm, aku belum PD jika memanggilmu dengan sebutan sayang, kita baru beberapa hari jadian" Ujar Sandra yang merasa risih dengan pria paruh baya yang dihadapannya
"Jika bukan karna hartamu aku tidak sudi menjadi kekasihmu, lihat saja aku masih muda dan aku masih bisa mendapatkan pria seumuranku yang mapan dan tampan" Gumam Sandra dalam hati, dia menampilkan senyum manisnya agar Rayhan terhipnotis dan tergila-gila padanya
"Okeh, dan mulai sekarang kau harus membiasakan dirimu memanggilku dengan sebutan sayang" Ujar Rayhan sambil mencium pipi Sandra
"Ck, sejujurnya aku tak sudi tubuhku disentuh dan apa tadi, dia mencium pipiku, sangat menjijikan" Gumam sandra yang langsung mengambil tissue lalu mengusap pipinya
"Sayang, jangan seperti ini, aku harus pulang, hari sudah larut malam"
"Kita akan bertemu di kantor" Ujar Sandra yang berusaha melepaskan pelukan Rayhan
"Kau harus menginap disini, aku sudah menyiapkan kamar untuk kita, lebih baik kita ke kamar, dan merayakan keberhasilan ini"
"Eh jangan sayang," Ucap Sandra cepat
"Kenapa? " Rayhan mengkerutkan keningnya "Apa kau tak suka disentuh olehku, aku janji akan menikahimu"
"Kau tahukan bagaimana aku setia pada istriku, kau tahu juga dari dulu sampai sekarang aku tidak pernah menikah lagi"
"Aku merindukan sentuhan seorang wanita sayang" Ucap Rayhan dengan suara seraknya membuat Sandra yang mendengarnya jijik
"Bukan begitu sayang" Sandra melepaskan tangan Rayhan yang sedang merangkul pinggangnya
"Bukannya aku tak mau disentuh olehmu, tapi aku sedang datang bulan, wanita yang sedang datang bulan tidak boleh melakukan hubungan intim"
"Kau pasti tahu kan" Sandra berusaha mencari alasan agar lepas dari buaya darat Rayhan
__ADS_1
"Oh, baiklah aku akan menunggu tamu itu pergi tapi sekarang aku mau tidur denganmu walaupun kita tidak melakukannya" Ucap Rayhan tersenyum nakal pada Sandra
Sandra pun sudah kehabisan akal, akhirnya dia menyetujui perkataan kekasih gelapnya ini
"Ya sudahlah lagipula hanya tidur bersama, yang penting setelah ini aku bisa menguasai hartanya"
"Oh iya bagaimana keadaan Nona Selena ya, tiba-tiba aku merasa kasihan padanya" Gumam Sandra dalam hati
...........
"Bagaimana by? apa kau sudah mendapatkan donor darah untuk Selena? " Tanya Nesa saat Vino duduk disampinya
Vino menghembuskan nafasnya kasar, "Maaf sayang, aku sudah berusaha menelfon rekan kerjaku tapi hasilnya nihil, tidak ada yang mempunyai golongan darah AB dan sewaktu aku menemukan orang cocok, dia tidak bisa mendonorkan darahnya karna mempunyai riwayat penyakit" Jawab Vino frustasi
"Ya sudah by, semoga ada keajaiban, aku sudah broadcast di grup dan teman-temanku, siapa tahu ada salah satu temanku yang mempunyai golongan darah yang sama seperti Selena" Ujar Nesa sambil mengusap kening baby Revan yang basah keringat
30 menit sudah, mereka belum berhasil mendapatkan donor darah, dan dokter yang baru saja mengecek kondisi Selena pun meminta untuk keluarga pasien agar cepat mendapatkan donor darah karna pasien semakin kritis
"Bagaimana apa sudah ada orang yang mau mendonorkan darahnya untuk pasien? " Tanya dokter pada Vino dan Nesa
"Belum dok, saya sudah menghubungi semua kerabat saya tapi tidak ada yang mempunyai golongan darah AB" Timpal Vino lagi
"Bagaimana dok? " Tanyanya lagi
Dokter menghembuskan nafasnya pasrah "Sekarang kita tidak dapat berbuat apa-apa, dan kalian boleh menjenguk pasien," Ujar dokter membuat Nesa dan Vino berlari masuk kedalam ruangan Selena
"Sel bangun" Titah Nesa saat sudah duduk di dekatnya
"Apa kau tak ingin melihat anakmu tumbuh kembang dewasa, ayo bangun sel" Sambungnya lagi
"Sel maafin aku, ini semua karna aku, andai saja aku tidak memberikan butiq itu padamu, pasti nasibmu tidak akan seperti ini, maafkan aku sel" Ucap Vino yang tak kuasa melihat Selena terbaring lemas di ranjang
"Bangun sel, bangun, jangan seperti ini, kita merasa bersalah atas kejadian yang menimpa mu"
"Sayang aku harus mengecek panggung, pasti ini ada sabotase, karna sebelum panggung digunakan, anak buah Sean sudah mengeceknya" Titah Vino yang langsung berjalan keluar kamar
"By, Hati-hati" Seru Nesa saat melihat suaminya pergi menjauh
"Kami akan bertanggungjawab atas semuanya sel, kau tenang saja, Vino akan menangkap orang yang berani mencelakai mu" Ucap Nesa saat pandangannya tertuju wajah Selena
Vink berjalan keluar rumah sakit, dia sangat marah dengan kejadian yang menimpa Selena
"Jika ini ada sangkut pautnya dengan Ayah, aku tidak bisa tinggal diam, aku akan memproses masalah ini pada hukum" Geram Vino masuk kedalam mobil dan menancap gas ke tempat dimana peristiwa kecelakaan itu terjadi, sebelumnya dia sudah menghubungi sekertaris Sean untuk bertemu di tempat kejadian
__ADS_1
Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Vino sampai di tempat kejadian itu, dia membuka mobil dan berjalan masuk
Masih banyak orang yang sedang mengawasi tempat ini, karna Sean memerintahkan anak buahnya untuk tidak merusak atau menghancurkan panggung,
"Bagaimana apa ada kejanggalan di panggung ini, kenapa bisa terjadi kecelakaan yang menimpa Selena, padahal sebelumnya kita sudah mengeceknya bukan? " Tanya Vino pada sekertarisnya
"Benar Tuan, anak buahku sedang memeriksanya, tapi sebelum itu saya harus mendapatkan persetujuan dari tuan untuk mengecek panggung ini
" Ya sudah, kalian cek, jangan sampai ada yang terlewat! dan jika benar kejadian ini adalah sabotase maka aku akan menangkap orang itu dan memenjarakannya, perbuatan kali ini tidak bisa dimaafkan " Ujar Vino yang dibenarkan sekertaris Sean
"Benar Tuan, saya setuju tapi jika ini ulah Tuan besar Rayhan apa Tuan Vino akan memenjarakan Ayah anda sendiri? " Tanya sekertaris Sean
"Harus, aku harus memenjarakan dia, tidak peduli dia ayahku atau bukan yang penting hukum harus berlaku, aku tidak mau ada korban lagi jika aku membebaskannya" Jawab Vino mantap
Saat 10 menit anak buah Sean mengecek panggung, terjadi benar, ada yang menyabotase panggung ini, dan itu semua membuat Vino murka, dia mengepalkan tangannya erat.
"Cek CCTV yang tersembunyi, aku sempat menaruh CCTV itu di dekat lampu" Titah Vino membuat sekertaris Sean membulatkan matanya
"Kenapa tidak dari tadi saja Tuan, kenapa kita harus memeriksa panggung jika ada CCTV yang Tuan sembunyikan" Ucap Sean yang kesal, dia merasa dipermainkan oleh Tuannya
"Sudah patuhi saja perintahku, aku memang memasang CCTV, tapi apa gunanya aku membayar kalian jika terjadi sesuatu kita hanya mengandalkan CCTV hah! " Jawab Vino pada sekertarisnya
"Iya kau benar Tuan dan saya salah" Jawab Sean ketus
Hay gaes, yuk mampir ke novel aku yang ke 3
Judulnya "Partner Ranjang Om Duda (Mafia)
Ayo mampir dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian di karya ke 3 ku
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#...