Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 97-Apartement


__ADS_3

Disatu sisi terlihat Vino yang disibukan dengan pekerjaannya, agar tidak menganggu pekerjaannya Vino sengaja mematika ponselnya dan meletakan di saku jasnya


"Sean, kau atur pekerjaanku untuk besok, sekarang kita beristirahat dan pulang, karna aku sudah lelah" Ucap Vino sambil mnggeliat, menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan kiri lalu terdengar suara ototnya yang kaku


"Ta-tapi Tuan, pekerjaan untuk besok juga sangat banyak, kita tidak bisa menumpuk pekerjaan hari ini untuk besok, aku takut Tuan akan kelelahan dan sakit"


"Lalu Tuan tidak jadi liburan" Gumamnya di dalam hati


"Sean, aku bossmu dan tidak seharusnya kamu membantah ucapan seorang boss, ikuti perintahku atau kau ingin aku potong gajimu ha! "Ancam Vino sambil membereskan dokumen yang ada diatas meja lalu mematikan laptopnya


"Aku akan pulang,"


"Baik Tuan, saya akan selesaikan pekerjaan saya lalu pulang"


"Bagus! "


Setelah memasuki mobilnya, Vino yang hendak memberi kabar pada sang istri pun terkejut saat beberapa panggilan dari Vicky masuk dan menganggu di layar ponselnya


"Untuk apa dia menelfonku? " Gumam Vino, dia menekan tombol telfon di kontak Vicky


Beberapa detik panggilannya sudah terhubung oleh Vicky, tak sega-segan Vicky memaki dan mengumpat Vino dengan kata-kata kasarnya


"Apa kau ingin aku mendengarkan maki dan umpatanmu hah!


" Ada apa! cepat katakan aku sedang sibuk, aku tidak mempunyai waktu untuk membahas sesuatu yang tidak penting! apalagi mendengar umpatan sampahmu" Ucap Vino, badannya dia senderkan kebangku kemudi, rasanya sangat lelah seharian bekerja tanpa henti


"Ke apartemenku sekarang juga, aku sedang membutuhkan bantuanmu! Aku tunggu! "


"Ets, aku lelah, kita bertemu besok, okeh? " Tawar Vino sebelum panggilannya diputus oleh Vicky


Terdengar hembusan nafas kasar yang menganggu pendengaran Vino, "Tidak, aku ingin sekarang, ini penting menyangkut hidup dan mati ku! " Jawab Vicky dengan nada serius membuat Vino menyetujui permintaannya


"Baiklah aku kesana, tolong sediakan makanan, aku lapar"


"Okeh, aku tunggu! "


Setelah panggilannya diputus oleh Vicky sepihak, Vino bergantian mengumpat dan memaki Vicky "Biadab! sudah menyuruh lalu memutuskan telfon sepihak, memangnya siapa dia! bersyukur aku orang baik dan pengertian haha"


"Lebih baik aku telfon Nesa, aku takut Nesa mencemaskanku jika aku tidak memberi kabar" Gumam Vino yang langsung menelfon istrinya, dia meminta maaf karna tak bisa pulang cepat, dan dia juga menceritakan bahwa Vicky menyuruhnya untuk datang ke apartemennya


"Ya sudah tak apa-apa, mungkin kak Vicky sedang berada dalam masalah, dan mungkin hanya kamu yang bisa membantunya" Jawab Nesa pada Vino saat Vino menelfon Nesa


"Terimakasih sayang, aku janji aku akan pulang cepat, setelah aku mendengarkan curhatan jomblo akut itu aku akan pulang"


"Haha, hubby jangan mengatainya dengan sebutan jomblo akut, aku merasa geli"


"Memang dia jomblo aku sayang, hanya Selena yang mengejar-ngejarya, padahal menurutku wajahnya cukup tampan, tapi kenapa tidak ada yang menyukainya"


"Sudah tutup telfonya, aku takut kak Vicky sudah menunggumu terlalu lama"


"Biarkan saja, aku juga malas bertemu dengannya, aku merindukanmu sayang" goda Vino pada istrinya

__ADS_1


"Hubby, aku tutup telfonya! "


"Say- tut.. tut.. " Belum selesai Vino berbicara, Nesa sudah mematikan telfonya membuat Vino mendesah kesal


Beberapa menit Vino mengendarai mobilnya, ternyata kini dia sudah sampai di basement apartemen Vicky, segera dia turun dari mobil dan berlari menuju unit apartemen Vicky


Ting.. Tong...


Vino memencet bel apartemen Vicky, tak berselang lama pintu apartemen terbuka, Vicky langsung menyuruh Vino masuk kedalam apartemennya


"Masuk! " Ucap Vicky yang diangguki Vino,


"Ada apa? "


"Kenapa kau menyuruhku kemari?


"Dan kau tahu, aku baru saja pulang kantor, pekerjaanku sangat banyak, dan aku tidak punya waktu untuk mendengarkan curhatanmu yang tidak berguna" Ucap Vino yang langsung berjalan menuju sofa lalu mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu


Melihat ada flatshoes wanita, Vino mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita yang berada di apartemen Vicky,


Perlahan dia bangkit lalu berjalan menuju kamar Vicky, tapi sebelum dia memutar gagang pintu, tanganya di cegah oleh tangan Vicky


"Jangan ganggu dia, dia sedang tidur,"


"Hemm? Dia?? " Tanya Vino sambil mengerutkan alisnya


"Siapa dia?? " Sambungnya lagi


"Siapa lagi kalau bukan Selena, ada hal yang harus aku bicarakan, tapi bisakah kita berbicara dengan pelan, aku takut dia terbangun dan membuatku frustasi karna keinginannya yang gila"


"Hemm apa maksudmu? Keinginannya? Coba jelaskan" Tanya Vino sambil meminum air putih lalu memakan makanan yang disediakan Vicky


"Selena hamil"


Uhuk.. Uhuk.. Uhukk..


"Apa! Hamil?? " Pekik Vino membuat Vicky menendang meja lalu mengenai kaki Vino


"Aw sakit bodoh! " Bentak Vino dia meletakkan makanannya lalu mengelus kakinya


"Awas saja kalau kakiku retak! "


"Apa! Aku sedang serius Vin, Selena hamil" Vicky berbicara sambil mengusap wajahnya dengan kasar,


"Anakmu? " Tanya Vino yang diangguki Vicky, seketika Vino menjatuhkan sendoknya, mulutnya menganga membuat nasi yang didalam mulut Vino hampir terjatuh


"Telan makananmu! "


"Hehe" Vino mengunyah makanannya dengan mata menatap tajam Vicky


Setelah menelan makanannya, Vino memberikan beberapa pertanyaannya, membuat Vicky malas menjawabnya

__ADS_1


"Bagaiamana bisa? Bukankah kamu dan Selena tidak mempunyai hubungan, lalu kenapa bisa hamil? "


"Hei, jangan bahas itu, masalahnya sekarang Selena tidak menginginkan bayi itu dan dia berniat menggugurkannya"


Mata Vino membulat, dia menggebrak meja membuat Vicky yang dihadapannya terkejut


"Aku tidak setuju ky! Jangan sampai Selena menggugurkan kandungannya, aku mohon, jangan"


"Masih banyak diluar sana yang menginginkan seorang anak, jangan sampai Selena melakukan hal gila itu"


"Kamu harus bertanggungjawab, kamu harus menikahinya dan kamu harus bicara hal ini pada Ayah"


"Hei! Aku ingin bertanggungjawab tapi Selena tidak mau, dia masih mengharapkan karirnya yang sedang berkembang pesat"


"Bujuklah dia, kamu juga berhak memutuskan dalam masalah ini, karna ini anak kalian, bukan anak Selena saja, kalian berani berbuat dan seharusnya kalian sudah mengetahui resikonya"


"Aku tahu itu, "


"Dan aku juga tidak mau menjadi pembunuh apalagi membunuh anakku sendiri, aku tidak ingin! Aku, aku hidup belasan tahun dalam kesepian, dan aku mendambakan seorang anak, kau bisa bujuk Selena agar tidak menggugurkan kandungnya kan? "


"Tolong bantu aku, atau apa boleh aku meminta bantuan istrimu, mungkin jika bicara hati dengan hati, Selena akan mengerti, dan aku siap menanggung biaya pinalti dari perusahaan Nesa yang diberikan pada Selena"


"Jangan ky, aku mohon jangan beritahu ini pada Nesa,"


"Kenapa? "


"Aku hanya meminta pertolongan"


"Aku mohon jangan ky!


"Aku tidak mau membuat Nesa bersedih, dia sangat mendambakan seorang anak, buah hati kita"


"Tapi sampai kapanpun aku tidak bisa memberikan kebahagiaan itu, karna aku di vonis susah mempunyai keturunan" Jawab Vino sambil tersenyum getir, dia mendudukan bokongnya di sofa


Tubuh Vicky melemas, dia tak tahu jika masalah keluarga Vino sebesar ini


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


....... #Happy Reading😘#......


__ADS_2