Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 149-Butiq


__ADS_3

Selena tersenyum "Aku salah menyia-nyiakan pria baik seperti mu Vin, tapi-" Ucap Selena


"Aku tidak ingin dibantah! " Ucap Vino langsung masuk berjalan menaiki anak tangga


Melihat suaminya pergi meninggalkan Selena yang sedang berbicara, Nesa pun segera menghampiri Selena


"Sabar sel, tapi yang diucapkan Vino benar, dia ingin menjagamu menjalankan janjinya pada Vicky"


"Tapi Nes, aku tidak enak denganmu, aku takut kehadiranku membawa masalah lebih besar lagi"


"Sudahlah, kali ini kamu masuk ke kamar dan temani baby Revan, kasihan dia, biar aku yang bicara dengan Vino, siapa tahu jika aku bicara empat mata dengannya, dia mau memikirkan ulang keputusannya" Ucap Zena sambil mengelus pundak Selena


"Iya Nes, terimakasih"


"Aku ke kamar dulu" Jawabnya lalu berjalan meninggalkan Nesa yang mematung di tempat


Setelah melih Selena masuk kedalam kamar, Nesa pun berjalan menaiki tangga untuk menyusul suaminya


"Huh! kenapa Vino keras kepala! seharus Vino mengerti perasaan Selena"


"Aku bingung dengan sikapnya yang terlalu posesif pada Selena,"


Krek, pintu dibuka oleh Nesa, dia masuk kedalam kamarnya dan melihat suaminya sedang duduk disofa sambil memainkan laptopnya


Melihat istrinya datang, Vino langsung menutup laptopnya dan berjalan menuju istrinya "Apa kau marah hemm" Ucap Vino memeluk Nesa dari belakang


"Marah kenapa by? aku sudah mengikhlaskan masalalumu"


"Aku mau tidur, sudah jam 12 malam,"


"Sayang, aku bersikap seperti itu pada Selena bukan karena aku mencintai atau masih mengharapkannya, tapi karna aku murni ingin menepati janjiku pada Vicky, kamu percaya kan padaku? " Tanya Vino yang menaruh wajahnya di ceruk leher sang istri


"Iya by, aku tahu, ya sudah ayo kita tidur"


"Besok kamu harus kerja, dan aku juga harus kerja"


"Tapi apa kamu sudah fikirkan matang-matang tentang keputusanmu itu? kau sama saja mengekang Selena, tidak ada salahnya jika kita mendukung keputusannya, kan kita bisa pantau dari kejauhan setiap aktivitasnya, lagipula dia akan bekerja di perusahaanku"


"Sayang, aku tahu maksudmu, tapi aku tetap tidak setuju dengan keputusan yang kalian buat, aku sudah mempunyai rencana lain untuk masa depan Selena dan anaknya"


"Aku ingin Selena membuka usahanya sendiri agar dia bisa memantau anaknya 24 jam"


"Sungguh? kau ingin membuka usaha untuk Selena? kenapa tidak bilang dari awal by? kalau aku tahu dari awal, aku akan menyetujui keputusanmu"


"Kau memang terbaik hubby" Ucap Nesa yang berlari memeluk suaminya

__ADS_1


"Aku sengaja merahasiakan dari kalian agar terlihat istimewa, tapi setelah aku melihat kamu mendukung Selena, aku berfikir untuk menceritakan semua niatku"


"Tapi sayang, tetap rahasiakan ini ya," Jawab Vino yang membalas pelukan istrinya sambil mengelus rambutnya yang tergerai


Nesa menganggukan kepalanya lalu melepas pelukannya dari Vino "Memangnya kamu mau membuatkan usaha apa untuk Selena? " Tanya Nesa yang penasaran


"Butiq, aku mau buat butiq untuk Selena, kan Selena mantan model, dan kita juga bisa drop pakaian itu dari pabrikmu, bagaimana? apa kau setuju? "


"Setuju sayang, aku setuju banget, kenapa aku gak kepikiran dari dulu,"


"Aku akan bantu kamu by, apa yang harus aku bantu?"


"Aku sudah mempersiapkan semuanya sayang, bangunan juga sudah hampir jadi, kau mau tahu aku membuatkan butiq itu dimana? " Tanya vino sambil menuntun istrinya untuk duduk di tepi ranjang


"Iya dimana by"


Vino tersenyum lalu mencubit gemas pipi istri kecilnya "Di depan kompleks sayang,"


"Apa kau mau kesana? " Tanya Vino kembali


"Iya by, aku mau, besok kita kesana untuk melihat bangunan yang akan dijadikan butiq Selena"


"Iya, sekarang kita tidur, hari sudah malam, besok kita kesiangan" Jawab Vino yang mengecup kening istrinya lalu menyuruh istrinya berbaring dan tidur


Ke esokan harinya, sesuai janji Vino pada istrinya, mereka sekarang sudah siap untuk melihat bangunan di depan komplek


"Mau kemana kalian? " Tanya Selena yang baru keluar kamarnya


"Oh kalian mau joging? " Sambungnya lagi saat melihat pakaian trening yang dipakai Vino dan Nesa


"Iya sel, kita mau joging pagi, sebenarnya aku ingin mengajakmu tapi pasti kamu sibuk dengan baby Revan"


"Maaf" Sambung Zena yang pura-pura memasang wajah bersalahnya


"Tidak apa-apa Nes, aku juga tidak bisa ikut, aku harus menjaga baby Revan yang semakin aktif,"


"Ya sudah sanah berangkat, keburu siang" Titahnya pada Nesa dan Vino


"Ya sudah kita berangkat, aku titip rumah sel" Ucap Vino yang diangguki Selena


Akhirnya Vino dan Nesa berjalan dari dalam kompleks sampai depan komplek, memerlukan waktu 20 menit untuk mereka berjalan


"Ini sayang, bagaimana menurutmu? apa bangunannya terlalu kecil atau terlalu norak? " Tanya Vino saat sudah di depan bangunan yang akan dijadikan butiq Selena


Nesa melihat bangunan dihadapannya yang masih setengah jadi, bangunan tingkat yang terkesan standar tidak besar dan tidak kecil, letaknya juga sangat strategis,

__ADS_1


"Bagus by, ini tempatnya juga strategis dan pasti banyak orang yang meliriknya, aku juga akan mengirim beberapa pakaian yang terbaik dari pabriku"


"Iya sayang, sekarang kamu percaya padaku kan kalau aku tidak memiliki perasaan apapun kepadanya, dan aku juga sengaja menyediakan 1 kamar di dalamnya agar Selena bisa tinggal disana" Jawab Vino lalu mengajak istrinya masuk kedalam bangunan setengah jadi itu


Dia menunjukkan tata letak butiq ini pada istrinya sampai tak terasa matahari sudah menampakkan sinarnya membuat seluruh dunia ini berkilau terang


"Sudah siang, ayo kita pulang" Titah Vino pada istrinya


"Iya by" Jawab Nesa, lalu mereka berjalan pulang dengan berdampingan


...........


"Bagaimana? bagaimana dengan rencana kita? aku sudah muak dengan semua ini, berani-beraninya wanita itu mengadu domba ku dengan Vino, dia mengatakan jika aku melecehkannya"


"Ta-tapi Tuan, saya kasihan dengan Nona Selena" Jawab sekertaris Sandra yang menolak halus rencana bossnya


"Kau! kau berani melawanku! "


"Ma-maaf Tuan, saya tidak berniat untuk melawan Tuan, saya hanya kasihan pada Nona Selena"


"Jika kita menjalankan rencana ini, keselamatan Nona Selena akan terancam, dia bisa mati"


"Lalu bagaimana dengan bayinya? apa Tuan yakin? apa Tuan tidak memikirkan keadaan bayinya?? "


"Aku tidak peduli! semuanya harus berjalan dengan lancar, aku tidak mau gagal!! "


"Dan masalah cucuku, aku bisa membayar baby sister untuk cucuku! " Jawab Rayhan


"Baik Tuan saya akan menjalankan perintah Tuan"


"Kalau begitu saya permisi Tuan" Jawab sekertaris Sandra lalu pamit pergi keluar ruangan Rayhan


.


.


.


.


.


Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


...... #Happy Reading😘#.....


__ADS_2