Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 137-Rumah Sakit


__ADS_3

"Sudahlah by, aku cape, mau istirahat, udah malam juga" Ucap Nesa memutar tubuhnya memunggungi Vino,


Tak terasa air matanya keluar dari pelupuk matanya, sejujurnya Nesa sangat terkejut akan reaksi Vino yang membentaknya,


Melihat punggung istrinya bergetar, Vino berjalan membawa kursi itu memutari tempat tidur Nesa


"Sayang, maafkan aku" Ujar Vino saat mengetahui istrinya menangis,


"Kamu pulang saja" Ucap Nesa yang memutar tubuhnya lagi, dia berniat memunggungi Vino kembali


Melihat istrinya bersikap dingin padanya, Vino pun bingung harus berbuat apa, rasa bersalahnya tiba-tiba muncul,


"Maafkan aku, aku sudah membentakmu sayang" Ucap Vino sambil meraih pundak Nesa yang bergetar


"Maaf untuk apa? " Nesa menghapus air matanya lalu menepis tangan Vino yang berada dipundaknya "Kamu tidak mempunyai kesalahan, jadi jangan meminta maaf padaku" Sambungnya lagi


"Tapi ma-" Ucapan Vino terpotong oleh Nesa yang tak ingin mendengar penjelasan apapun dari suaminya


"Aku mau tidur, lebih baik kamu pulang, jika tidak ingin pulang setidaknya kamu bisa diam, aku ngantuk" Ujar Nesa langsung membuat Vino terdiam,


10 menit


15 menit


Vino sudah melihat istrinya tertidur pulas, sebelum beranjak ke sofa, Vino menyempatkan mengecup kening istrinya, hanya ini yang bisa dilakukan Vino mencuri cium saat istrinya sudah tidur


Ke esokan harinya, Alex mengabaikan ucapan Anton semalam, dia benar-benar datang menjenguk Nesa membawa kantong plastik berisi buah dan roti


Krek, pintu terbuka oleh Alex, Alex berjalan dan meletakan buah di atas meja dekat tempat tidur Nesa, melihat Nesa masih tertidur pun Alex tersenyum, lalu pandangan tertuju pada pria yang baru saja keluar dari kamar mandi


"Hai Vin" Sapa Alex membangunkan Nesa yang tertidur


Vino mengeryitkan keningnya saat melihat Alex di ruangan istrinya, dia bertanya-tanya kenapa Alex bisa tahu keadaan istrinya


Melihat ekspresi Vino yang terkejut, Alex pun langsung menjelaskan "Jangan terkejut, aku yang membawa istrimu kesini" Ucap Alex melirik sekilas lalu tersenyum pada Nesa "Kau tahu, aku bertemu dengannya saat keadaan Nesa sedang kesakitan di dalam mobil"


Mata Vino membulat tak percaya, dia menatap istrinya yang sedang tersenyum pada Alex "Oh, terimakasih atas pertolongannya, sekarang sudah ada aku yang menjaga istriku, aku berhutang budi padamu" ucap Vino sambil berjalan menghampiri istrinya lalu duduk di kursi dekat tempat tidur Nesa,


"Nes, aku membawakan beberapa macam buah dan roti, ini mengantisipasi jika kamu tidak menyukai makanan rumah sakit, jangan sampai telat makan, aku pergi dulu karna ada meeting pagi ini, maafkan aku tidak bisa berlama-lama disini, tapi aku janji setelah urusanku selesai aku akan menjengukmu kembali" Ucap Alex tersenyum pada Nesa,

__ADS_1


"Terimakasih kak, kaka tidak perlu repot-repot disini ada dokter dan suster yang menjagaku, dan ada juga Vino, "


"Sekali lagi aku mengucapkan terimakasih pada kaka,"


"Jangan sungkan, aku sudah menyuruh Anton agar memeriksamu dulu sebelum dia memeriksa pasiennya, dan aku sudah berbicara membiayai semua pengobatanmu, jadi kau cukup istirahat dan cepat sembuh,"


"Vin aku titip Nesa padamu, jangan sampai dia telat makan, dan jangan sampai kamu meninggalkannya tanpa pamit" Ucap Alex yang membuat Vino kesal, tapi dia harus menahan kekesalannya karna perusahaannya


"Kau jangan khawatir, aku akan menjaga istriku dengan baik"


"Rupanya kau sudah menganggap dia istrimu ya, haha" Kekeh Alex membuat Vino semakin geram, dia melirik sekilas pada Nesa dengan tatapan tajamnya


Setelah melihat Alex pergi dari pandangannya, Vino pun memberi banyak pertanyaan pada istrinya "Apa kamu menceritakan semua masalah keluarga kita pada orang asing" Ucap Vino yang terbawa emosi


Nesa tersenyum, "Apa aku seperti itu? " Tanya Nesa dengan getir, baru saja semalam Vino bersikap hangat padanya dan kini karna ucapan Alex, Vino bersikap dingin lagi


"Jawab pertanyaanku Nes! " Pekik Vino yang tak sengaja mengagetkan Anton yang baru saja masuk kedalam ruangan Nesa


"Ada apa Vin! kenapa pagi-pagi kamu sudah membuat keributan, ingat Vin, istrimu sedang sakit! " Ujar Anton lalu mendorong jauh tubuh Vino,


"Ada apa? kontrol emosimu" Sambungnya lagi saat mereka sudah menjauh dari Nesa


"Tanyakan saja pada Nesa" Ucap Vino ketus lalu berjalan dan duduk disofa, sambil mendengarkan percakapan antara Anton dan Nesa


Nesa menghembuskan nafasnya kasar "Kapan aku boleh pulang dok? aku harus bekerja" Ucap Nesa mengalihkan pembicaraan


"Nes, kamu belum boleh pulang"


"Tunggu 2 hari lagi"


"Tapi aku sudah sembuh dok, badanku juga sudah baikan,"


"Aku jenuh disini dok, boleh aku menghirup udara pagi, aku mau berjalan-jalan ke taman, " Pinta Nesa pada Anton


"Okeh, sebentar, aku akan menyuruh Vino mengambilkan kursi roda untukmu"


"Vin, ambil kursi roda, istrimu ingin pergi ke taman" Seru Anton pada Vino


Vino pun langsung berdiri dan berjalan keluar ruangan, dia mencari kursi roda yang kosong untuk istrinya

__ADS_1


Saat Vino sudah pergi, Anton pun bertanya sekali lagi pada Nesa tentang mood buruk Vino


"Sebenarnya kalian bertengkar masalah apa? " Tanya Anton lagi


"Vino menuduhku jika aku menceritakan semua masalah keluarga kita pada kak Alex" Jawab Nesa tersenyum, dia berusaha bangkit sambil menunggu kursi roda yang dibawa Vino


Melihat Nesa kesusahan untuk bangkit dari tidurnya, Anton pun membantunya, "Biar aku bantu"


"Terimakasih dok"


"Hemm, jangan dipikirkan lagi masalah Vino, itu urusanku karna aku yang menceritakan pada Alex, aku juga sudah memberitahu Alex agar tak menjengukmu lagi, tapi rupanya pria itu menghiraukan ucapanku"


"Tak apa dok, tak usah dijelaskan yang sesungguhnya pada Vino, aku tidak mau Vino semakin marah padaku, karna aku memberitahukan ini pada dokter" Ucap Nesa


"Tapi Nes-" ucapan Anton terpotong saat Vino masuk membawa kursi roda pesanan istrinya, dia berjalan mendorong kursi itu sampai di dekat tempat tidur istrinya


"Biar aku bantu Nesa" Ucap Anton yang mendapat lirikan tajam Vino, seketika Vino langsung membantu istrinya, dia tak mau istrinya di sentuh oleh pria lain saat di dekatnya


"Aku akan membantumu" Ucap Vino langsung membopong tubuh Nesa lalu mendudukkan Nesa di kursi roda


"Aku yang akan menemani Nesa keliling taman, kau kembalilah bekerja," Sambung Vino kembali lalu mendorong kursi roda itu supaya keluar dari ruangan istrinya dan berjalan menuju taman rumah sakit


Hening, disepanjang perjalanan hanya ada keheningan, tak ada yang berbicara


Yuk gaes, ramaikan novel baruku


yang judulnya "Partner Ranjang Om Duda (Mafia)



.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)


....... #Happy Reading😘#.......


__ADS_2