
"Silahkan kembali duduk gadis kecil, aku tidak akan mengganggumu, aku hanya bertanya kenapa kamu menangis!! " Ucap laki-laki itu yang melangkah menghampiri Nesa
Nesa kembali duduk, dia tidak ingin berdebat, toh Laki-laki itu tidak berniat menganggunya,
Memikirkan Vino membuat hatinya terasa sakit, karna ia sudah terlanjur mencintai Vino suaminya,
Laki-laki itu mendudukkan diri disamping Nesa, dan melihat rantang di dekat gadis itu.
"Untuk apa gadis kecil sepertimu berada di kota sebesar ini sendirian?hemm" Tanyanya dengan suara yang lembut, tubuhnya ia hadapkan menghadap pada gadis kecil sampingnya
Nesa menoleh, ia mendengar nada bicara orang ini sudah tidak sekasar kemarin.
"Tidak ada apa-apa. " Jawabnya, ia tidak mungkin menceritakan masalah pribadinya kepada seseorang yang tidak ia kenal, apalagi seseorang di sampingnya pernah membuat dia ketakutan
"Baiklah, aku mengalah, .. " Batin laki-laki itu,
Cukup lama mereka saling terdiam, dan laki-laki itu sedang berusaha mencari pokok pembicaraan, ia melihat kotak nasi di dekat gadisnya itu
"Lalu ini kotak apa?? "
Nesa menoleh "Kotak nasi,, jika kamu mau, ambil saja.. "
Tanpa dosa dia segera membuka kotak nasi itu, dan melihat beberapa menu makanan kesukaannya di dalam kotak makanan ini.
"Habiskan jika kamu mau!! " Ucap Nesa saat melihat seseorang itu sudah memasukan suapan pertama
"Mari kita berteman Nona,.. " Ucap laki-laki itu yang mengulurkan tanganya
Nesa menoleh kembali, ia melihat tangan laki-laki itu terulur, dengan ragu ia menerima uluran tangan tersebut
"Namaku Vicky.. " Ucap Vicky
"Vanesa, panggil saja Nesa.. " Ucap Nesa yang langsung menarik uluran tangannya
"Masakanmu sangat enak, kalau boleh tau umurmu berapa?? " Tanya Vicky yang menyukai masakan Nesa
"Terimakasih Tuan, umurku 20tahun.."
"Jangan panggil Tuan, aku bukan Tuanmu!! " Terdengar suara Vicky yang tidak menyukai ucapan gadis di depannya
"Lalu??aku harus memanggilmu apa?? Om, kakak, ??" Tanyanya sambil berfikir
"Imutnya dia, tanganku ini meronta-ronta ingin mencubit pipi cubynya yang menggemaskan.. " Batin Vicky menatap aneh Nesa
"Bukannya menjawab malah melamun.. " Batin Nesa
"Hallo kaka, om!! " Nesa berusaha menyadarkan lamunan orang dihadapannya
"Eh, iya.. " Vicky tersadar dari lamunannya saat tangan Nesa mengalun di wajah Vicky
"Boleh, itu bagus.. " Jawabnya yang kurang fokus
"Apanya yang bagus?? "
"Om atau kakak? " Ucap Nesa kembali
__ADS_1
"Eh maksud aku kaka, aku belum terlihat tua dan belum pantas jika disebut om.. "
"Oh baiklah kakak, haha.. " Nesa berbicara sambil tertawa karna dengan sebutan kakak ini
"Lihat tertawanya saja sangat manis.. " Batin Vicky terpesona
Cukup lama mereka berbincang, Nesa tidak menyangka seseorang yang pernah ia anggap orang kejam malah sekarang sedang duduk tertawa dengannya
"Maaf kak, aku harus pulang.. " Ucap Nesa yang melihat jam di ponselnya
"Ya ampun Nes, jangan terlalu berharap kepada suamimu itu, buktinya sampai sekarang dia tidak menghubungi mu!! " Batin Nesa saat melihat ponselnya
"Aku antar.. " Ucap Vicky yang sudah bangkit dari duduknya
"Eh, tidak usah, aku bisa naik taksi online.. "
Tiba-tiba Vicky mendapat telfon dari sekertarisnya untuk segera ke kantor karna ada ayahnya yang sedang berkunjung
"Ayahmu ingin bertemu denganmu, kau cepatlah pulang, jangan membuat beliau menunggu terlalu lama, jika tidak! aku tidak ingin mendapatkan segerombolan pertanyaan yang menyakut keseharian hidupmu!! " Rain berbicara di sebrang sana, lalu mematikan telfonnya sebelum Vicky menjawabnya
"Bedebah!! sekertaris macam apa kau, berani-beraninya kau bersikap seperti ini pada bossmu!! " Batin Vicky yang geram, ia segera memasukan ponselnya kedalam kantong sakunya
"Kali ini kau lolos gadis kecil... " Vicky berkata di dalam hatinya, ia memandang gadis impiannya yang sedang melamun
"Okeh, lain kali aku akan mengantarmu,.. " Ucap Vicky yang menyadarkan lamunan Nesa
"Berikan nomor ponselmu!! "
"Hah! Buat apa!! "Jawab Nesa terkejut
"Jangan!! " Ucap Nesa spontan
"Aku hanya tidak ingin Vino marah jika aku mempunyai teman laki-laki, aku harus menjaga perasaan suamiku.. " Batin Nesa
Ketika Nesa sedang memesan taksi online, Vicky merebut ponsel Nesa, dan mencatat nomor ponsel dirinya lalu menghubungi ke ponselnya,
"Jangan!! Mau apa kak!! "
"Nih!! " Vicky menyodorkan ponsel Nesa yang ia rebut tadi
"Kakak!! " Teriak Nesa saat ponsel itu sudah berada di genggamannya
"Aku hanya mencatat nomor ponselku di ponselmu!! "
"Dan aku sudah memesan taksi online, mari kita menunggu.. " Vicky membawa Nesa ke kursi dekat jalan, agar tidak menunggu terlalu jauh
"Menyebalkan!! " Gumam Nesa yang masih bisa di dengar oleh Vicky
"Gadis kecil, aku dengar!! "
"Eh maaf kak, hehehe, . " Nesa menggaruk kepalanya yang tidak gatal,
"Rupanya pendengaranmu sangat tajam, tapi okelah, ayo kita berteman, sepertinya kamu orang baik.. " Batin Nesa yang melihat punggung Vicky, karna Vicky berjalan lebih dulu
10 menit kemudian taksi online itu datang, Vicky membukakan pintu untuk gadis kecil itu dan memberi perintah serta beberapa pecahan uang kepada pak supir.
__ADS_1
"Eh kak, aku bisa bayar sendiri!! " Ucap Nesa yang melihat Vicky membayar tarif ongkosnya
"Ini balasan karna kamu sudah memberiku makan siang gadis kecil.. "
"Eh, tapi kak!! " Nesa masih menolak
"Pak, antar dia sampai kerumah dengan selamat.. " Ucap Vicky yang mengabaikan tolakan Nesa
Setelah kepergian Nesa ia tersenyum senang, akhirnya ia bisa mendapatkan nomor gadis kecilnya itu.
"Tapi kenapa dia menangis?? " Gumam Vicky
Ia menggelengkan kepalanya, tiba-tiba ucapan Rain yang berkata ayahnya sedang di kantor pun terlintas di otaknya, segera ia masuk kedalam mobilnya dan berjalan menuju kantor
Saat sudah sampai di depan rumah Nesa, ia melihat mobil suaminya sudah terparkir di halaman rumah, tiba-tiba bayangan wanita itu terlintas dipikiranya
Ia masuk dengan langkah gontai, tubuhnya lemas,
"Sayang.. " Panggil Vino yang melihat Nesa memasuki rumahnya tetapi pandangannya masih fokus pada laptopnya
"Iya Vin, eh hubby.. "
"Darimana Nes!! " Tanya Vino yang melihat Nesa berpakaian rapih
"Emm dari.. " Nesa berfikir
"Dari mana ya, tidak mungkin aku bilang jika aku ke kantormu dan melihat mu sedang bersama wanita lain, aku belum siap kehilangan mu.. " Batin Nesa
"A-aku diajak pergi sama bu Titin.. " Ucapnya berbohong
"Maafkan aku, aku akan mencari sebuah kebenaran terlebih dahulu, agar aku tidak salah mengambil langkah selanjutnya.. " Batin Nesa
.........
"Ada apa Ayah menemuiku!! " Tanya Vicky yang melihat Ayah nya duduk di sofa ruang kerja,
Vicky segera mengambil beberapa minuman dingin lalu duduk didekat Ayahnya
"Vic, ada apa! kenapa kau terlihat bahagia ! " Ucap Rayhan yang melihat putranya tersenyum
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat.
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
......... #Happy Reading😘#.........
__ADS_1