
"Kamu tidak becanda kan Vin, ayah tahu bagaimana sikap mamahmu itu! Apa kamu mau jika Nesa istrimu diperlukan tidak layak!! " Kesal Rayhan dengan tindakan anaknya yang gegabah
"Aku hanya sementara, setelah keadaan membaik aku akan kembali ke apartemenku.. "
"Lebih cepat lebih baik by, aku seperti di neraka.. " Batin Nesa yang mendengar perbincangan suaminya
"Baiklah, itu ide yang sangat bagus, secepatnya!! ingat itu!! bila perlu malam ini kamu membawa istrimu pergi dari rumah terkutuk itu.. " Rayhan mengucapkan setiap kata dengan penekanan agar putranya segera bertindak
"Ayah akan menunggumu dikantor, cepatlah ke kantor, ingat! Bawa istrimu ke kantor, dan perkenalkan dia sebagai istri.. "
"Baik Yah.. "
Panggilan itu berakhir, Vino segera mendekat kearah Nesa yang sedang berpura-pura membaca data
"Sayang, ayo ikut aku ke kantor, Ayah sudah menunggu kita disana??"
"Ayah?? " Nesa mendongakan wajahnya
"Iya, ayo! Berikan pekerjaanmu kepada Vier, dia akan menyelesaikan semuanya, aku akan meminta salah satu karyawan kepercayaanku untuk mengurus perusahaan Reza, kamu cukup memantaunya dari jauh.. "
"Baiklah ayo kita ke kantor.. " Nesa meraih tasnya dan berjalan keluar ruangan.
"Vier handel semua urusan kantor, beberapa hari kemudian aku akan membawa orang kepercayaanku untuk mengurus dan menggantikan Reza selama istriku ini masih belajar.. "
"Baik Tuan.. "
"Terimakasih Vier.. " Nesa tersenyum kepada sekertaris mantan kekasihnya
"Jangan tersenyum.. " Bisik Vino ditelinga istrinya
Nesa mengernyitkan keningnya, ia bertanya-tanya "kenapa" melalui sorot matanya..
Vino mengabaikan tatapan Nesa, ia memilih berjalan dan melingkarkan tangannya di pinggang kecil istrinya
Butuh waktu 20 menit untuk sampai kekantor suaminya
Pintu mobil terbuka, Vino melangkah keluar sambil menggandeng mesra pinggang Nesa,
Semua karyawan bertanya-tanya tentang gadis yang berada disamping bossnya
"I-itukan yang kemarin datang.. " Resepsionis memahami wajah Nesa
"Iya, dia kemarin datang kesini, wahh benar dia adik dari Tuan.. " Gumam resepsionis itu di dalam hati
Mereka masuk kedalam ruangan, dan ternyata sudah ada Rayhan yang sedang menunggunya di sofa
"Menantu Ayah.. " Ucap Rayhan yang menyuruh Nessa mendekat,
Nesa mendekati mertuanya, lalu Rayhan memeluknya, melepas rindu
"Hentikan Yah!" Tiba-tiba Vino berbicara, ia menyeret Nesa agar duduk di sofa dekat Rayhan
"Tidak sopan by.. " Nesa menggerutu kesal karna tindakan suaminya yang sangat keterlaluan
"Kenapa? Kenapa Ayah tidak boleh memeluk menantu Ayah sendiri, hemm?? " Tanya Rayhan yang kembali duduk
"Dia istri aku, hanya aku yang boleh menyentuhnya,.. " Sikap posesifnya mulai keluar
"Oh jadi kamu cemburu dengan Ayah?? " Goda Rayhan yang tersenyum
"Aku tidak suka sesuatu yang sudah menjadi milikku di sentuh oleh orang lain termasuk Ayah.. "
"Hahaha, suamimu sangat posesif.. "
__ADS_1
Nesa hanya terseyum malu, beberapa kali ia melototkan matanya kepada suaminya, tapi Vino menghiraukan tatapan itu.
"Ada apa Ayah kemari?? " Kali ini Vino berbicara dengan formal,
"Memang Ayah tidak boleh datang ke kantor anak Ayah hemm?"
Tokk.. Tok...
Terdengar ketukan dari arah luar, Vino yang sudah tahu pun segera menyuruhnya masuk.
Pintu terbuka, terlihat sosok Sean yang membawa beberapa dokumen dan bungkusan paperbag
"Tuan, ini pesanan anda tadi pagi.. " Sean menyerahkan paper bag itu kepada Vino
"Apa sudah ada SIM cardnya?? "
"Sudah Tuan, Nona hanya tinggal memakai saja.. "
"Baiklah, berikan pada istriku.. "
Sean memberikan paperbag itu kepada Nesa,
"Dan ini, Tuan bisa baca sendiri.. "
"Apa?? "
"Pembahasan semalam.. " Ucap Sean setengah beebisik
"Kita ke balkon, kita akan bahas disana.. " Vino memerintahkan Sean berjalan ke arah balkon dan dia pamit kepada istri dan ayahnya terlebih dahulu
"Sayang, Ayah, aku akan berbicara dulu dengan Sean, kalian duduk disini, dan jika kalian butuh minum hubungi saja OB.. "
Mereka hanya menganggukan kepalanya pertanda mereka mengerti
"Hubby.. " Panggil Nessa, dan Vino menghentikan langkahnya lalu menoleh kebelakang tepat istrinya sedang duduk
"Boleh aku pinjam ponselku yang lama?? " Tanya Nessa ragu-ragu
"Ada apa? apa ponsel yang diberikan Sean rusak?? "
"Ti-tidak hubby.. "
"Lalu?? "
"Emmm.... " Nesa kembali berfikir, sebelum menemukan ide, ternyata Vino sudah melontarkan kata-kata yang membuat dia bungkam
"Jika tidak ada yang penting, biarkan ponselmu yang lama di pegang aku, kamu hanya boleh memakai ponsel barumu saja. "
"Ta-tapi... "
"Tidak ada tapi-tapian cukup turuti saja perintah ku, ata diponselmu ada sesuatu sehingga kau ingin aku memberikannya.. "
"Em.... " Nesa mencari alasan
"Emm hubby ponsel lamaku terdapat foto aku dan Reza, dan terdapat foto kedua orang tuaku, apa aku tidak boleh meminjam sebentar lalu setelah aku mengirim foto itu, aku akan kembalikan kepadamu.. "
Vino berfikir sesaat, lalu dia menjawab
"Baik, biar aku saja yang mengirim semua foto yang ada diponsel lamamu ke ponsel barumu.. "
Setelah selesai berbicara, Vino melangkah kakinya lagi menuju balkon, dan terdengar helaan nnafas nesa ang cukup kasar
"Ada apa?? " Tanya Rayhan yang melihat wajah gusar istri putranya
__ADS_1
"Emm tidak ada apa-apa Yah... " Nesa menjawab dengan raut wajah tersenyum tapi terpaksa
"Ceritakan, siapa tahu Ayah bisa membantumu,.. "
"Tidak ada apa-apa Ayah, sungguh... " Nesa menyakinkan mertuanya dengan senyuman yang dipaksa
"Kamu tahu, Vino paling tidak suka dibohongi, sekali dibohongi mungkin dia tidak bisa memaafkan orang yang telah membohongi,.. "
"Dan mungkin kamu juga tahu alasan hubungan Vino dan Selena berakhir, dan Vino tidak suka dikhianati,.. "
Nesa menundukkan kepalanya, ia meremas gaunnya, ucapan mertuanya mampu membuat dia berfikir, dan dia takut dibenci suaminya sendiri
"Ada apa? Ceritakan, jika kamu benar, Ayah akan membelamu.. " Rayhan memegang kedua pundak Nessa, dan Nessa segera mendongakan wajahnya menghadap Ayah nya
"Ayah, jadi kemarin sewaktu kita tinggal di desa A, ada seseorang yang datang kerumahku, dan dia selalu mengganguku.. " Nesa menarik nafas dalam-dalam
Rayhan tersenyum dan membiarkan Nessa melanjutkan ucapannya
"Kemarin sewaktu aku menemui Vino di kantor, aku sempat melihat wanita itu sedang duduk di atas meja Vino dan Vino hanya diam saja.."
Rayhan mengernyitkan keningnya dan berkata "wanita? "
"Iya wanita yang menjadi cinta pertama Vino.. " Nesa mengulang lagi kata-katanya
"Lalu?? "
"Aku tidak jadi menemui dia, dan aku menenangkan diriku di taman dekat kantor, tiba-tiba laki-laki itu datang kembali, ternyata dia bukan orang jahat yang selama ini aku pikirkan, dia baik dan memintaku untuk berteman.. "
"Lalu?? "
"Dia memintaku memberikan nomor ponselku tapi, Ayah aku tidak mau, karna aku takut Vino marah dan merasa dikhianati,.. " Nesa menundukan kepalanya,
"Laki-laki itu merebut ponselku dan menyimpan nomornya diponselku, aku lupa tidak menghapusnya, karna pada saat itu aku marah dengan Vino, dia di dekati wanita bukannya menghindar tapi malah diam saja.. " Nesa berucap dengan kekesalan, tangannya sudah mengepal dan memukul sofa dengan ringan.
Rayhan yang melihat tingkahnya hanya tersenyum, dia menghargai menantunya yang sudah berani jujur kepadanya
"Dan yang lebih parah, tadi pagi sewaktu aku dan Vino menuju kantor Reza, dia menelfonku,.. "
Rayhan terkejut kali ini, dia semakin penasaran dengan cerita menantunya
"Kamu angkat?? " Tanya Rayhan
"Tidak Yah, tapi beberapa kali dia menghubungi aku dan itu semua membuat Vino curiga, dan Vino menyuruhku untuk mengangkatnya.. "
"Lalu kamu angkat nak?? "
.
.
.
,
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Salam bahagia, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
........ #Happy Reading😘#......
__ADS_1