Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 27- Jujur Demi kebohongan


__ADS_3

"Kenapa CCTV dirumah ini bisa rusak?? " Tanya Vino menyelidik, tatapan tajam tertuju pada mamahnya,


"Ibu tidak pernah mengecek, jika itu rusak ibu tidak tahu.. " Jawabnya yang jujur, karna memang ia tidak mengetahui jika CCTV dirumahnya rusak


"CCTV? Ya ampun aku melupakan itu, bersyukur benda itu rusak, jadi Vino tidak bisa melihat kejahatanku kepada gadis kampung itu!! " Batin Renata tersenyum sambil menatap Nesa


Vino bangkit dari duduknya, ia mengenggam tangan Nesa, baru 3 langkah, langkahnya terhenti


"Dan kamu, lebih baik kamu pulang, sudah malam, tidak baik bertamu sampai malam.. " Ucap Vino tanpa menoleh dan memandang, lalu ia segera melangkah ke kamarnya


Setelah berada di dalam kamar, Vino menyuruh Nesa duduk di atas tempat tidurnya


"Sini duduk.. " Ucapnya sambil menepuk-nepuk kasurnya


Nesa menurut, ia berjalan dan naik ke atas tempat tidur


"Apa ibu jahat kepadamu??" Tanya Vino mengelus rambut Nesa


"Apa yang harus aku katakan, jika aku berkata jujur, aku tidak akan mendapat restu dari ibu Vino, tapi jika aku tidak jujur apa dia akan semakin semena-mena kepadaku?? " Batin Nesa, ia bimbang harus berkata atau tidak mengenai perlakuan mertuanya


"Sayang?? " Panggilan Vino membuyarkan lamunan Nesa


"Eh, iya by.. "


"Apa ibu memperlakukan kamu tidak baik.. " Tanyanya kembali, ia ingin memastikan semua yang terjadi dikediaman rumahnya


"Emm sangat baik, dia tidak menyuruhku membersihkan rumah ini sendirian, dan dia juga tidak menyuruhku mencabut rumput dengan tanganku.. " Ucap Nesa tersenyum, ia mengisyaratkan tangannya yang diperagakan sedang mencabut rumput dan mengepel lantai


Vino mengernyitkan keningnya, ia heran dengan jawaban istrinya yang tidak masuk akal tetapi tetap tersenyum


"Jangan dipikirkan hubby, lebih baik kita tidur saja, aku sangat lelah.." Nesa segera merebahkan tubunya, ia menarik selimut sampai lehernya


"Rasanya aku tidak sanggup lagi jika terlalu lama berada di neraka ini.. " Batinnya dengan mengatur posisi membelakangi suaminya


"Eh hubby,.. " Nesa terkejut saat tangan Vino memeluknya dari belakang


"Ada apa?? " Tanya Vino yang menyadari kejanggalan pada istrinya


"Emm tidak ada.. "


"Aku suami kamu, kita harus terbuka sayang, aku sudah menceritakan tentang Selena, dan kamu juga harus menceritakan apa masalahmu sekarang.. " Tanyanya sambil mengeratkan pelukannya, kepalanya ia taruh di curuk leher istrinya


Tiba-tiba Nesa terfikirkan oleh tanah rumahnya yang di desa A,


"Aku ceritakan masalah tanah saja.. " Batin Nesa


"By, ada sesuatu yang harus aku bicarakan.. " Nesa memutar tubuhnya menjadi menghadap Vino, dan Vino merapihkan rambut Nesa yang sedikit berantakan diwajahnya cantiknya


"Ada apa hemm?? " Jawabnya sambil mengelus pipi Nesa


"Masalah rumahku yang di desa A.. " Ucap Nesa yang sedang memainkan jarinya di dada Vino

__ADS_1


"Memangnya ada masalah?? "


"Waktu kemarin aku menelfonmu dan menyuruhmu pulang, aku kedatangan seseorang yang tidak dikenal.. " Nesa membayangkan kejadian dimana Vicky bersikap seenaknya sendiri di dalam rumahnya


"Lalu?? "


"Dia memintaku untuk menjual tanah dan rumah peninggalan kedua orang tuaku.. "


"By, berat bagiku untuk melepas rumah itu, tapi dia selalu datang, aku hanya takut akan ada kesalahpahaman antara warga dan kamu jika mereka datang sewaktu aku sendirian dirumah.. " Nesa semakin gemas, dia menceritakan semua masalahnya sambil menulis kata-kata melalui tangannya di dada Vino


"Apa dia memaksamu dan melakukan kekerasan?? " Tanyanya yang mulai cemas,


"Dia hanya memaksaku, untuk kekerasan tidak by.. " Jawab Nesa jujur, ia berhenti bermain di dada suaminya, tangannya ia lingkarkan di pinggang Vino


"Siapa dia!! " Tiba-tiba Vino berbicara dengan nada tinggi, matanya memancarkan amarah


"Dia tidak tahu, dengan siapa dia berhadapan saat menganggu kehidupanmu!!! "


"Siapa dia Nes!!" Ucap Vino mengepalkan tanganya, ia melepaskan pelukan Nesa dan bangkit untuk mencari ponselnya,


"Hubby.. " Cegah Nesa, ia segera memeluk Vino agar dia tidak bertindak gegabah


"Aku tidak tahu orangnya, dan lagipula mereka sudah tidak mengangguku lagi.. " Ucapnya berbohong


"Maaf hubby aku harus berbohong, karna aku merasa ada sesuatu aneh, dia sedikit mirip denganmu.. " Batin Nesa yang masih memeluk suaminya


"Dari perusahaan apa! Dan bagaimana ciri-ciri orangnya, Sean akan mengatasi semua ini.. " Vino sangat geram,


"Jika dia mengusik kehidupanku lagi, maka aku akan menghubungimu.. " Ucap Nesa kembali


"Maafkan aku sayang, karna aku kehidupanmu terganggu, mungkin jika aku memerintahkan anak buah atau Sean untuk mengawasimu, kamu tidak akan seperti ini, dan aku pastikan tanah itu akan kembali kepadamu.. " Vino mulai luluh dengan rengekan manja istrinya, dia urungkan niatnya untuk bangkit dari tidurnya


"Terimakasih by, jangan merasa bersalah, dan aku juga sudah mengikhlaskan semuanya.. "


"Tidur lah, sudah malam.. " Ucap Vino mengecup kening Nesa


Setelah beberapa menit, Vino sudah mendengar nafas teratur Nesa, segera ia melirik dan melihat Nesa sudah tertidur,


Lalu ia bangkit dari tidurnya dan menghubungi sekertarisnya


"Sean, ada tugas untukmu.. " Ucapnya dengan tegas dan penuh wibawa


Sean yang baru tertidur pun terkejut dengan nada suara tuanya


"Iya Tuan.. " Jawab Sean yang mengucek matanya


"Cari tahu siapa orang yang berani mengusik kehidupan istriku, tidak ada yang boleh menganggu kehidupan istriku.. "


"Ba-baik Tuan.. " Jawabnya yang ketakutan


Akhirnya telfon itu terputus, Sean merasa hidupnya semakin hari semakin banyak beban

__ADS_1


"Apalagi ini! Baru aku akan memejamkan mata, sudah ada tugas baru lagi untukku.. " Gumam Sean yang kesal


"Wahai Tuan Vino apa kau tidak tahu seberapa banyak tugasku ini, kau jadikan aku seperti sekertaris 24jam,.."


"Sebenarnya aku ini dianggap sekertaris atau budakmu si!!! " Sean meremas selimutnya dan membuangnya secara kasar.


Dengan mata yang sudah tidak mengantuk Sean mengutak-atik ponselnya dan menghubungi anak buahnya


"Ada tugas lagi untukmu, dan kerjakan secara baik! " Ucap Sean kepada anak buahnya melalui telfonya


"Iya Tuan.. "


"Cepat cari tahu siapa orang yang berani mengusik kehidupan istri eh maksudku Nona Vanesa.. "


"Siapa dia?? " Tanya bawahan Sean yang tidak mengenal sosok Vanessa


"Aishhh, kau ini!! Nanti aku akan kirimkan fotonya, dan dia tinggal di desa A.. "


Sean memutuskan telfonnya dan mengirim foto Nesa kepada anak buahnya


"Bereskan.. " Gumamnya tersenyum senang


"Waktunya tidur.. " Sean merebahkan tubuhnya


Baru ia memejamkan mata, terdengar bunyi telfon di ponsel nya


"Ada apa lagi!!! " Geram Sean yang melihat nama tuanya di layar ponselnya


"Iya Tuan.. " Jawab Sean datar


"Aku mau besok pagi kau sudah mendapatkan informasi tentang orang itu.. "


"Hah! Apa!! Besok pagi!! " Sean melihat jam di dindingnya,


"Ya Tuhan, ini sudah jam 11 malam,.. "


"Apa kau sudah gila! kalo mau memberi perintah jangan seenaknya sendiri taun!! aku juga manusia yang butuh istirahat, !! " Batin Sean yang terlihat sangat kesal


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jang lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


......... #Happy Reading😘#........


__ADS_2