Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 16- Obat


__ADS_3

"Apa ini waktu yang tepat untuk menceritakan kepada Vino, jika dia mempunyai seorang kakak, tapi aku takut jika Vino tahu, mereka akan saling bermusuhan, karna sikap mereka sama-sama kaku dan dingin.." Batin Rayhan yang melihat ke arah Vino dan Vicky secara bergantian


Setelah menimang-nimang akhirnya Rayhan memantapkan diri, ia segera menghampiri Vino, ia akan memperkenalkan Vino kepada Vicky, tetapi tanpa sepengetahuan Rayhan, Vicky sudah mengetahui tentang Vino karna ia dulu sempat memerintahkan seseorang untuk mencari biodata dari Renata orang yang membunuh mamahnya.


"Vin ada yang ingin Ayah bicarakan.. " Ucap Rayhan yang duduk disamping anaknya


Sebelum melanjutkan percakapan tiba-tiba ada seorang pelayan yang datang membawa sebuah minuman untuk Vino,


Vino merasa aneh dengan para pelayan ini, karna sebelumnya ia sudah diberikan minuman oleh pelayan lain dan sekarang ia diberikan minuman ini lagi..


Dan Bella yang melihat dari kejauhan pun tersenyum tipis, kali ini ia akan memastikan rencananya akan berhasil, setelah obat itu bereaksi ia akan pura-pura sebagai pahlawan penyelamat untuk Vino.


Vino yang tidak ambil pusing pun meminum minuman yang diberikan oleh pelayan itu.


5 menit..


10 menit..


20 menit..


Tiba-tiba Vino merasakan sebuah gejolak di dalam tubuhnya, ia merasakan hawa panas yang menguasai tubuhnya, Rayhan yang melihat anaknya seperti cacing kepanasan pun bertanya-tanya


"Ada apa Vin?? " Tanya Rayhan yang melihat anaknya duduk gelisah


"Ayah cepat bawa aku pergi dari sini,.. " Ucapnya setengah berbisik, ia sudah tidak tahan menahan hasrat nya


"Ada apa denganmu Vin?? " Tanya Rayhan kembali


"Sepertinya ada seseorang yang memasukan obat perangsang kedalam minumanku Yah, cepat tolong aku.. " Ucap Vino sambil meremas jasnya


"Apa!! " Rayhan terkejut, ia mengambil dan mencium minuman yang di minum oleh Vino,


"Tolong aku, cepat bawa aku pulang ke istriku, aku sudah tidak tahan.. " Vino berucap sambil memohon, ia mengatupkan telapak tangannya di hadapan Rayhan


"Tapi, tolong bawa aku diam-diam, jangan ada seorang pun yang tahu jika aku pergi meninggalkan tempat ini.. "


"Kenapa Vin??"


"Jangan banyak bertanya, aku sudah tidak bisa menahanya lagi.."


"Dan cepat bawa aku pergi dari tempat ini..." Sambung Vino


"Okeh Vin, sebentar ayah pikirkan cara keluar dari ruangan ini.."


"Oh iya, kamu cepat berpura-pura ke kamar mandi, ayah akan mengikutimu dari belakang, kita akan keluar lewat pintu belakang.. "


Segera Vino menguatkan diri, ia berusaha berjalan ke arah kamar mandi, Bella yang tiba-tiba diajak bicara oleh klien Ayahnya pun kehilangan jejak Vino,

__ADS_1


"Kemana dia ky? " Ucap Selena saat melihat Vino berjalan seperti biasa..


"Apa obat itu belum bekerja?? " Tanya Vicky yang heran melihat keadaan Vino yang baik-baik saja


Tiba-tiba dari arah belakang Vino, muncul sosok Rayhan, Vicky yang melihat sempat terkejut karna Rayhan bilang, dia akan menemuinya bukan Vino, dan kejadian ini membuat Vicky semakin dendam kepada Vino, ia merasa Rayhan pilih kasih terhadap mereka berdua


"Ayah.. " Gumam Vicky yang masih bisa di dengar oleh Selena


"Ayah? maksudmu apa Yank " Ulang Selena


"Tidak, tidak Ada maksud apa-apa.. " Jawab Vicky kepada Selena, tapi tatapan tertuju pada Rayhan yang sedang mengikuti Vino


"Apa ayah yang sudah menggagalkan rencanaku.." Batin Vicky yang melihat Rayhan berjalan dibelakang Vino


"Tidak mungkin, tidak ada yang tahu rencanaku ini, dan Ayah pun tidak mengetahui bahwa aku tahu tentang Vino.. " Gumam Vicky di dalam hati


Saat sudah berada di pintu belakang, Rayhan menyuruh supirnya untuk mengantarkan anaknya ke rumah istrinya, karna dia akan mengurus anaknya Vicky.


"Siapa dia?? " Tanya Rayhan saat sudah kembali ke pesta, ia menghampiri meja Vicky dan Selena


"Siapa dia ky?? " Tanya Selena, dia tidak mengenali Rayhan karna dari Renata dan Vicky pun tidak pernah menceritakan tentang Rayhan


"Sel, ada yang ingin aku bicarakan dengan orang ini, lebih baik kau pergi dan ingat tujuan awal kita.. " Ucap Vicky yang memerintah Selena pergi, dan Selena pun segera meninggalkan dan mencari keberadaan Vino,


Bella yang kehilangan jejak pun mencari keberadaan Vino, ia takut jika Vino akan melakukannya dengan orang lain,


"Dimana kamu Vin... " Gumam Bella yang mencari keberadaan Vino tetapi tidak menemukannya


"Ayah tidak perlu mengetahui hubungan aku dengan wanita itu.. " Jawab Vicky dengan dinginnya


"Ada sesuatu yang harus Ayah sampaikan.. "


"Apa?? tentang anak itu! anak yang berasal dari wanita yang membunuh ibuku?? " Jawab Vicky yang sedang meminum wine


"Kamu sudah mengetahui tentang Vino?? " Tanya Rayhan yang terkejut


"Hahaha menurut mu?? "


"Ayah mohon jangan benci dia, dia adikmu.. "


"Cih,bukan! Dia bukan adiku, dan aku ucapkan sekali lagi karna wanita tua itu ibuku meninggal.. " Ucap Vicky yang bangkit dari duduknya


Setelah maju beberapa langkah ia menghentikan langkahnya dan berucap kepada Rayhan


"Anda juga lebih menyanyangi dia kan!! Buktinya anda memberikan 2 perusahaan kepada dia, sedangkan aku hanya di beri 1 perusahaan.. " Ucap Vicky yang tersenyum getir


"Tidak, Ayah menyanyangi kalian berdua, Ayah melihat kamu belum menguasai tentang bisnis nak, Ayah akan membagikan harta Ayah secara rata kepada anak-anak Ayah.. " Jawab Rayhan

__ADS_1


"Bulshit! "


"Vic, dengarkan Ayah.. "


Vicky yang sudah terpancing emosi pun segera meninggalkan Rayhan seorang diri, dia kecewa dengan ayahnya yang tidak bisa berlaku adil.


"Pak dipercepat lagi!!! " Ucap Vino yang sudah tidak tahan


"Sebentar lagi kita sampai Tuan.. "


"Cepat pak, panas pak!! Panas!! "


"Air pak, air!! Tolong berikan aku air!! Panas!!! Panas.." Teriak Vino tidak jelas,


Segera pak supir memberikan 2 botol air mineral yang berada di dalam mobil.


Vino membuka air itu dan mengguyurkannya ke tubuhnya,


"Kurang pak, panas!! " Ucap Vino meminta air kembali


"Maaf tuan, airnya sudah tidak ada.. "


Akhirnya setelah melewati perjalanan cukup panjang, Vino dapat menahan hasrat nya.


Setelah sampai, pak supir langsung memapah Vino dan mengetuk pintu rumah Nesa


Nesa yang merasakan ada suara ketukan pintu pun segera membuka pintu dengan takut, ia takut jika yang datang Vicky dan sekertarisnya.


"Astaga Vino, Vino kenapa pak?? " Tanya Nesa saat pintu sudah terbuka.


"Panas Nes!! Panas!! " Ucap Vino yang sudah tidak tahan


"Ayo bawa dia masuk pak.. " Ucap Nesa yang memerintahkan pak supir


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)


....... #Happy Reading😘#


__ADS_2