
Sementara di sebuah kantor, dimana Alex sedang melampiaskan kekesalannya pada Vino dengan cara membuang semua berkas yang tertata rapih menjadi berserakan di lantai ruangannya
Di sambarnya kunci mobil lalu berlari menuju parkiran dimana mobilnya parkir
10 menit, Alex sudah sampai di depan rumah sakit besar, diparkirkan mobilnya lalu berlari menuju ruangan Anton,
Anton yang masih bekerja mengecek pasien pun terkejut karna kedatangan Alex yang tiba-tiba
"Aku ingin bicara sesuatu denganmu!! " Ketus Alex
"Tunggulah diruanganku, aku akan mengecek beberapa pasien lagi, setelah itu aku akan menemui kau" Ucap Anton yang diabaikan Alex,
Setelah selesai mengecek 3 pasien, Anton langsung kembali menuju ruangannya,
Krekk pintu terbuka, Anton masuk lalu mengunci pintunya
"Ada apa! " Ucap Anton sambil berjalan mengambil softdrink untuk Alex
"Bagaimana bisa Vino mengetahui bisnis kita! apa kau yang memberitahu semuanya?? " Geram Alex, dia sangat mempercayai Anton karna Anton sahabatnya waktu dibangku SMP dan SMK
Mata Anton membulat "Apa!! " Pekik Anton tak percaya
"Aku tidak pernah menceritakan rahasia kita pada siapapun, dan aku yakin Vino memata-matai kau,"
"Kau bertindak bodoh jadi Vino mencurigai kau!!" Ucap Anton yang tak mau salah
"Hei!!! aku tidak pernah bertindak bodoh didepannya!! aku yakin pasti kau yang memberitahu semuanya pada Vino!! " Ucap Alex yang tak ingin di salahkan juga
Perdebatan semakin sengit, 2 pria yang tak pernah berdebat akan berakhir sengit seperti ini
"Apa yang Vino mau darimu?? " Tanya Anton lagi
"Dia memintaku untuk menjadi investor diperusahaannya yang sedang koleps" Ucap Alex frustasi
"Tinggal lakukan saja sesuai perintahnya, lagipula uang segitu tidak berarti untukmu! "
"Hei mungkin tidak berarti jika aku memberikan uang itu untuk 1 perusahaannya, tapi dia memintaku untuk membantu kedua perusahaannya!! aku bisa bangkrut!! "
"Dan sekarang, aku minta tolong padamu, agar kau mau menanam saham di perusahaan Vino, agar kita impas! "
"Dan aku yakin, jika kita tidak menuruti perintahnya, dia akan berbuat nekad! "
"Aku akan fikirkan lagi, dan kau pergilah! ini masih jam kerja, aku harus kembali bekerja, biar aku bicarakan ini pada Vino" Ucap Anton sambil mengusir halus Alex
"Aku akan pergi! aku juga tidak akan betah berlama-lama disini,"
__ADS_1
Malam harinya, sesuai ucapan Anton pada Alex, kini Anton sudah berada di halaman rumah Vino dengan pakaian kerja yang masih melekat ditubuhnya.
Tokk.. Tok...
Ketukan pintu terdengar sampai di dalam rumah, membuat bibi yang yang berada di dapur berlari membukakan pintu
"Bi, apa Vino ada didalam? " Tanya Anton saat pintu terbuka, dia berjalan masuk sebelum dipersilahkan masuk oleh bibi
"Emm ada dok, memang siapa yang sakit, mari saya antar ke kamar Tuan"
"Tidak usah bi, aku duduk disini saja, bibi bisa panggilkan dia untuk turun, bilang saja ada aku, aku mau bertemu dan berbicara serius dengannya" Ucap Anton yang diangguki oleh bibi
Bibi berlari menaiki tangga, dia tak mau membuat dokter Anton menunggu terlalu lama dibawah, saat sudah sampai di depan kamar Vino, segera bibi mengetuk pintu membuat sepasang kekasih yang sedang berbincang menjadi diam
"Aku buka pintunya, kamu istirahat ya sayang, ingat jangan banyak gerak, aku tak mau kamu pingsan seperti kemarin" Ucap Vino lalu mengecup kening istrinya, tak lupa dia membenarkan selimut yang dipakai istrinya
Vino berjalan lalu membuka pintu, terlihat terlihat bibi sudah di depan pintu lalu mengucapkan kata maaf karna sudah menganggu istirahat majikannya
"Maaf Tuan, saya sudah menganggu istirahat Tuan dan Nona" Ucap bibi pada Vino
"Tak apa, memang ada apa bi? "
"Ada dokter Anton dibawah, dan dia menyuruh saya untuk memberitahu Tuan Vino,"
"Kalau begitu saya pamit"
"Ayo ikut aku keruang kerja, kita bicarakan masalah ini diruang kerjaku" Ucap Vino yang diangguki Anton, mereka berjalan menuju ruang kerja Vino
Setelah sampai, mereka masuk dan Vino menutup rapat pintu, "Ada apa kau menemuiku malam-malam seperti ini? " Tanya Vino lalu duduk disamping Anton
"Darimana kau tahu semuanya!!! " Tanpa basa basi Anton langsung membicarakan topik permasalahannya pada Vino
Vino tersenyum sambil menyilangkan kedua tangannya di dada
"Apa Alex yang menceritakan semuanya padamu??
" Dia benar-benar terbuka denganmu!! baru beberapa jam aku mengancamnya, dan sekarang kau sudah menemuiku lalu meminta penjelasan tentang masalah itu "
"Cepat katakan!! kau tahu!! sedari dulu, aku tidak senang jika seseorang mencampuri semua urusanku, dan kau tahu itu!! tapi kenapa sekarang kau terang-terangan memberanikan dirimu untuk melawanku!!! " Anton berdiri lalu menatap tajam saudaranya yang sedang duduk
"Apa yang kau lakukan jika perusahaanmu bangkrut dan kau mempunyai istri serta seseorang yang sedang menggantungkan hidupnya padamu?
" Apa kau akan diam saja? apa kau senang melihat seseorang yang kau sayangi menderita karna kau!!
"Apalagi sekarang Nesa sedang sakit, apa kau pernah berfikir yang aku lakukan salah hah! sudah cukup selama ini aku menjadi boneka yang tunduk dan takut padamu, tapi jika berurusan dengan keluarga, aku tidak akan tinggal diam! " Ucap Vino berdiri menatap tajam Anton, kini mereka saling melemparkan tatapan tajam mereka.
__ADS_1
Mendengar penjelasan dari saudaranya, Anton menghela nafasnya kasar "Tapi tidak seperti ini Vin, berbicaralah dengan baik, tidak perlu mengancam Alex"
"Aku sudah berbicara lembut tapi ucapanku tidak didengar, dan satu-satunya cara untuk menyelamatkan perusahaanku yaitu mengancam Alex, "
"Bantulah aku, aku tidak bisa melihat istriku menderita, lagipula aku harus menghidupi Selena serta baby Revan,
" Aku tidak mau mengingkari janjiku pada Vicky "
"Baiklah, aku akan membantumu, tapi dengan satu syarat"
"Apa? " Tanya Vino antusias
"Cukup rahasiakan masalah ini, dan aku akan membantumu tapi dengan bantuan Alex, aku tidak ingin om Rayhan mengetahui kalau aku membantumu"
"Ah baiklah, aku tidak keberatan,"
"Oh iya bagaimana keadaan Nesa, aku akan mengeceknya" Ucap Anton berjalan membuka pintu ruang kerja Vino
"Kenapa kau begitu mencemaskan istriku? apa kau menyukai istriku! " Tanya Vino, seketika langkah dokter Anton terhenti
"Bagaimana mungkin aku menyukai istrimu, aku bukan Bella yang terobsesi padamu," Ucap Anton langsung melanjutkan langkahnya
Setelah berada di kamar Vino, Anton bisa melihat wajah Nesa yang masih pucat
"Nes" Ucap dokter Anton membuat Nesa mengerjapkan matanya perlahan
"Dokter Anton" Nesa berusaha bangkit tapi ditahan oleh Anton
"Berbaringlah, aku akan mengecek kondisimu"
.
.
.
.
.
.
Hay gaess, Mohon maaf, jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
....... #Happy Reading😘#......