
"Nih, selamat makan.. " Ucap Nesa dan langsung memakan makanannya dengan lahap,
"Oh iya, makanan sebanyak ini untuk kita? " Tanya Nessa yang sedang mengunyah makanannya
"Telan dulu, baru bicara Nes.. "
Nesa mengangguk, dia secepat kilat menelan makananya dan bertanya pada suaminya
"Itu makanan sebanyak ini untuk kita berdua???"
"Iya, memang selain kita, siapa lagi penghuni rumah ini??"
"Vin!! jangan mulai deh!!
"Hahaha, tunggu sebentar ini ada nasi di dekat bibirmu.. " Vino mengulurkan tangannya, dia membersihkan sisa nasi di dekat bibir istrinya
"Akan ada saatnya aku bisa memakanmu.." Batin Vino yang memandang bibir mungil istrinya, rasanya dia tidak sabar untuk mencium dan melum*tnya
Nessa yang mendapat perlakuan manis dari Vino pun mematung tanpa sadar ia menggenggam tangan Vino yang sedang membersihkan nasi
"Manis banget.. " Batin Nesa
"Ya Tuhan, kenapa dan ada apa dengan jantungku, kenapa berdetak dua kali lebih cepat saat dia menyentuh tanganku.. " Batin Vino yang merasakan jantungnya bekerja dua kali lipat
"Porsi makan kamu sebanyak ini??
"Perutmu luar biasa.. " Ucap Nesa yang membuyarkan lamunan Vino,
"Bukan untukku tapi untuk kita.. "
"Aku sudah kenyang, dan porsi makanku tidak sebanyak ini. . "
"Aku tidak tahu berapa banyak porsi makanmu, aku cuma memencet menu makanan yang ada di aplikasi lalu menunggu makanan datang dan membayarnya.. "
"Hemmm, terserah mu.. "
"Vin.. " Panggil Nesaa lagi saat mereka sudah menyelesaikan sarapan paginya
"Iya.. "
"Sebelum kita pergi, aku mau berkunjung ke makam Reza, boleh?? " Tanya Nesa yang meminta izin kepada suaminya
"Boleh, kita pergi bersama-sama.. "
"Terimakasih Vin.. "
"Oh iya, ini makanan mau di bawa ke Jakarta... " Tanya Nesa yang melihat beberapa menu makanan belum tersentuh
"Buang saja,kalau kita lapar di jalan, kita bisa singgah ke salah satu restoran terdekat.. " Jawab Vino yang sudah menyelesaikan sarapan paginya
"Jangan Vin!! Sini buat aku saja.. " Ucap Nesa yang langsung membungkus makanan itu
"Mau di bawa kemana makanan itu Nes?? " Tanya Vino yang memasukan ponselnya kedalam sakunya dan melihat gerak gerik lincah istrinya yang memasukan semua makanan di meja makan
"Di kasih tetangga, habisnya takut mubazir.. "
"Aku keluar sebentar, jaga rumahku ini.. "
"Hemmm... "
"Selain cantik, baik, polos, ternyata dia sangat peduli dengan lingkungan sekitar, makin salut aku.. " Batin Vino yang melihat punggung Nesa menjauh..
"Eh kenapa aku memuji dia.. " Gumam Vino saat menyadari sesuatu aneh
__ADS_1
Saat sedang memuji istrinya tiba-tiba ponsel Vino berbunyi dan langsung saja ia menggeser tombol hijau di layar ponselnya
"Okeh,.. " Jawab Vino yang langsung memutuskan telfonnya
"Ada apa Vin??" Tanya Nesa yang baru saja kembali
"Kita akan menginap disini selama beberapa minggu lagi, sekertaris aku barusan telfon, perkebunan ku di desa ini sedikit bermasalah, dan aku harus mengeceknya.. " Ucap Vino yang mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu
Nesa berjalan lalu duduk di hadapan suaminya "Ya ampun, kok bisa sih Vin.. " Tanyanya
"Aku juga tidak tahu, nanti aku akan mengeceknya sendiri.. "
"Lalu bagaimana dengan perkebunan dan perusahaan milik Reza.. "
"Oh iya, Reza menyerahkan semua asetnya kepadamu, sebelum meninggal dia menitipkan pesan itu tapi aku lupa memberitahumu, semuanya sudah di ganti menjadi atas namamu.. "
"Hah?? Jangan bohong Vin!! Aku cuma lulusan SMA dan aku tidak menguasai tentang bisnis"
"Kalau tidak percaya lihat saja video ini.. " Ucap Vino menyerahkan ponsel yang berisi video detik-detik terakhir sebelum Reza meninggal dunia
"Aku tidak percaya semua ini Vin, dia benar-benar menyerahkan semua hartanya padaku.. "
Nessa berkaca-kaca setelah selesai menonton video di ponsel Vino,
"Sudah jangan menangis, sinih duduk disampingku.. "
Vino menepuk-nepuk tempat duduk sampingnys
Nesa menurut, dia bangkit lalu duduk disamping suaminya "Vin.. " Panggil Nessa saat sudah di dekat Vino, dan Vino hanya menatap wajah Nessa
"Tolong bantu aku mengurus perkebunan milik Reza.. "
"Janji deh, aku akan belajar dengan giat.. " Ucapnya lagi
........ ........
Beberapa hari kemudian hubungan Vino dan Nessa semakin membaik, mereka semakin dekat, dan Vino sudah merasakan kenyamanan saat bersama Nessa
"Nes, tidur ya, aku mau mengangkat telfon dari ayahku.. " Ucap Vino yang langsung keluar dari kamarnya
Nessa mengangguk, dia berusaha memejamkan matanya tapi tetap tidak bisa, akhirnya dia berniat mengambil minum di dapur, dan tanpa sengaja dia mendengar semua pembicaraan Vino dan Ayah nya
"Ayah.. " Ucap Vino saat panggilannya sudah terhubung
"Kamu benar sudah menikah Vin?? "
"Ayah tahu dari mana??
"Tadi ayah sempat berkunjung ke kantormu lalu sekertarismu bilang kalau kamu sedang berada di desa A bersama istri mu? Sejak kapan kamu menikah? Dan kenapa kamu tidak memberitahukan ayah Vin?? " Cecar ayah Vino
"Dasar sekertaris lambe turah, awas saja Sean..."
"Jangan salahkan Sean, seharusnya yang harus disalahkan itu kamu,...."
"Hehehe iya benar, aku sudah menikah seminggu yang lalu.."
"Kamu menghamili wanita mana Vin.."
"Siapa yang menghamili wanita Yah!, aku menikah karna Reza,.."
"Apa maksudmu dan kenapa kamu bawa-bawa Reza, Ada apa dengan reza Vin? Dan siapa wanita yang kamu nikahkan?? "
"Reza baru saja meninggal Yah, dia terkena kanker otak, dan wanita yang aku nikahin itu pacar dari Reza.. "
__ADS_1
"Apa!! kenapa kamu tidak memberitahu Ayah jika Reza sudah meninggal Vin,.."
"Dia sudah Ayah anggap sebagai anak Ayah sendiri,.."
"Waktunya sangat cepat, dan aku tidak kepikiran Ayah.."
"Lalu apa kamu menyukai wanita itu??"
"Ayah tahu kamu seperti apa Vin! kamu tidak akan mau menikahi seseorang walaupun dalam unsur terpaksa jika kamu tidak menyukainya.. "
Vino menghembuskan nafasnya kasar, dia bingung harus menjelaskan perasaan pada Rayhan sang Ayah
"Awalnya aku mau menikahinya karna Reza, tapi entah kenapa sekarang aku merasa nyaman saat di dekatnya, dia gadis cantik yang polos, baik hati, dan senyuman nya sangat manis.. " Ucap Vino sambil membayangkan senyum istrinya
"Jangan bilang, kalau kamu sekarang sudah mencintai dia?"
Vin terdiam, dia mencerna ucapan Ayahnya yang menurutnya dia benar
"Mungkin aku sudah jatuh cinta pada istriku, yang aku rasakan hanya kenyamanan di dekat dia, untuk urusan cinta aku belum bisa memastikan, baru kata mungkin yah, belum sepenuhnya, .. " Curhat Vino pada ayahnya
"Siapa gadis itu, Ayah harus berterimakasih padanya, karna berkat dia kamu sudah bisa melupakan mantan kekasihmu itu? Ayah bangga denganmu, dan besok jika Ayah mempunyai waktu luang Ayah akan berkunjung ke desa mu, Ayah juga ingin melihat menantu ayah,"
"Ayah merestui pernikahan kami?? " Tanya Vino yang bahagia
"Kamu tidak pernah memuji seseorang, dan Ayah yakin jika kamu sudah memujinya pasti dia gadis baik, ayah merestui kalian.. "
"Tapi apa ibumu sudah mengetahui ini semua?? "
Degg...
"Jangan beritahu ibu dulu yah...
" Apa dia tetap ingin menjodohkan kamu dengan Selena???"
"Iya, dia tetap memaksaku untuk menikahi Selena wanita jala*g itu, padahal karna dia, aku hampir kehilangan perusahaanku" Ucap Vino kesal saat mengingat perlakuan ibunya yang sangat egois
"Memang ibumu sangat egois, dia hanya mementingkan kebahagiaan nya sendiri.. "
"Dan jala*g itu sangat pandai bersandiwara di depan ibu, dia membuat drama mengingat masa-masa aku saat bersamanya.. "
"Sekarang kamu sudah menikah, Ayah harap rumah tanggamu tidak bernasib sama dengan rumah tangga Ayah.. " Ucap Rayhan yang menasehati putra semata wayangnya dari pernikahannya bersama Renata
"Baik Yah,, aku akan selalu mengingat nasihat Ayah.. " Jawab Vino
.
.
.
.
.
.
Maaf beberapa hari ini aku gak update ๐๐
Mohon maaf kalau ada kesalahan kata atau kalimat ya gaes๐๐
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote Dan hadiah๐)
......... #Happy Reading๐#.......
__ADS_1