
"Sel, tunggu!!!! " Vino meraih lengan Selena,
"Kamu mau cari mereka kemana? lebih baik kita urus pemakaman Vicky, baru kita selidiki kasus ini, " Ucap Vino
"Tapi Vin, aku masih berharap Vicky sadar, aku akan membawanya ke apartemen dan merawat Vicky sampai sadar,"
"Sel, sudah! Vicky itu sudah tenang disana!!
" Ikhlaskan kepergiannya, aku tahu ini berat untukmu, tapi kita tidak boleh seperti ini,"
"Dan kamu harus kuat Sel, demi anakmu, buah cintamu dan Vicky"
"Vin, aku tidak percaya, dia akan meninggalkanku secepat ini, padahal baru saja kita bahagia, baru saja Ayah mengetahui pernikahan kami, dan baru saja kita memperkenalkan anak kita pada Ayah, tapi kenapa semua kebahagiaan ini harus hancur tiba-tiba, kenapa Tuhan begitu jahat padaku, Tuhan tidak memberikan waktu lebih lama lagi untuk kebahagiaan kami,
Jika aku boleh meminta, biarkan aku saja yang pergi dari dunia ini dulu, jangan Vicky.. hikss.. hikss..
Hidup Vicky selalu menderita, tekanan dari ayahnya membuat hidupnya tak bahagia " Air mata Selena semakin deras, tanpa sengaja Vino memeluk Selena dan memenangkannya, membuat Nesa yang melihat pun merasa sakit hati, tapi dia langsung menggelengkan kepalanya, dibuang jauh-jauh fikiran negatifnya
"Sabar Sel, ada aku dan Nesa yang selalu membantumu, aku berjanji akan memberikan kehidupan yang layak untukmu dan putramu, karna bagaimanapun, Vicky adalah kakaku" Ucap Vino sambil mengelus rambut panjang Selena
Di sebuah rumah yang cukup luas dan megah, terlihat Rayhan sedang memukuli anak buahnya karna kecerobohan yang mereka lakukan
"Kalian benar-benar tidak bejus!!! apa yang sudah kalian lakukan hah!"
"Tujuan awal kita hanya mengambil cucuku, bukan membunuh mereka! dasar bodoh!! " Bentak Rayhan pada anak buahnya
"Aku tidak akan memaafkan kalian jika terjadi sesuatu pada putraku!!"
"Tapi bos, boss yang memerintahkan kita untuk menghadang mobil anak bos"
"Kita hanya melakukan yang diperintahkan boss" Bela anak buah Rayhan, mereka tidak ingin masuk penjara jika terjadi sesuatu pada anak bossnya
Melihat kedatangan Toni anak buah yang diperintahkan Rayhan untuk mengecek keadaan Vicky pun, Rayhan segera menyuruhnya mendekat
"Bagaimana? mereka baik-baik saja kan? " Tanya Rayhan yang cemas
Toni menundukkan kepalanya, dia memundurkan langkahnya
"Hei kau tuli!! bagaimana keadaan anakku Vicky!! " Bentak Rayhan membuat semuanya ketakutan
"Emm anu bos, maaf, saya mendapat kabar bahwa anak boss meninggal dunia"
Degg..
Jantung Rayhan terasa berhenti, nafasnya menjadi sesak, matanya memerah, tiba-tiba air matanya menetes, tapi segera dia hapus
"Kau!! itu tidak benar kan!! kau salah mendapatkan informasi kan!! " Rayhan menghajar habis Toni sampai babak belur
__ADS_1
"Anakku tidak mungkin mati"
"Aku bukan pembunuh!! ini semua karna kalian!!!! "
"Saya akan melaporkan kalian ke polisi!! " Pekik Rayhan membuat Toni bangkit lalu melawan Rayhan
"Boss tidak bisa melaporkan kami ke polisi, kami bisa bilang pembunuhan ini terjadi atas perintah boss" Ucap Toni membuat amarah Rayhan semakin memuncak,
Bughh..
Bughh..
Bughh..
"Bajing*an!! ini semua salah kalian!! "
"Cepat pergi!! dan satu lagi, rahasiakan kejadian ini dari siapapun,"
"Pergi!!! " Pekik Rayhan membuat semua anak buahnya lari terbirit-birit
"Aku, aku bukan pembunuh, aku hanya ingin memastikan bahwa anak itu darah daging Vicky, sudah itu saja"
"Aku tidak mungkin membunuh putraku sendiri"
"Tidaaaakkkkkkkkkkk!!! "
Rayhan membanting semua barang yang berada di dekatnya, setelah melampiaskan kemarahannya, Rayhan langsung menghubungi Vino, dia berbasa basi agar tidak ketahuan dalang dari kecelakaan Vicky adalah dirinya, beruntung mobil yang dia pakai hasil menyewa jadi dia tidak perlu khawatir akan tertangkap
"Vin, kamu sedang dimana? Ayah akan mengunjungi Vicky" Ucap Rayhan saat sambungan telfonnya sudah terhubung
"Ayah, Vicky meninggal" Jawab Vino dengan menahan amarah, bisa-bisanya Ayahnya berpura-pura tidak tahu dengan kejadian yang menimpa Vicky, padahal Vino sempat melihat anak buah Rayhan sedang memantaunya dibalik tembok tadi
"Ayah ke rumah sakit *** ini saja, jenazah Vicky akan segera diurus" Sambungnya lagi lalu memutuskan panggilannya membuat Rayhan mengerutkan keningnya
"Apa dia sangat terpukul kehilangan Vicky?? " Gumam Rayhan sambil menyimpan ponselnya dan berlari memasuki mobilnya lalu mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi
Setelah sampai dirumah sakit, Rayhan langsung berlari menuju kamar jenazah, karna Vino memberitahukan bahwa Vicky sudah di bawa keruang jenazah
"Dimana Vicky! " Tanya Rayhan yang baru saja tiba, membuat Vino tersenyum sinis, dia benar-benar kecewa dengan Ayahnya
"Di dalam Yah" Jawab Nesa saat Vino tak mau menjawab pertanyaan Ayahnya
Rayhan mengangguk, dia masuk kedalam, dan dia mendapati Selena sedang menangis sambil memeluk jasad Vicky
"Ini semua karnamu!! " Bentak Rayhan pada Selena
"Sudah kubilang berapa kali, jauhi Vicky! tapi kau tetap saja mengabaikan ucapanku itu,
__ADS_1
" Sekarang dia sudah tidak ada, dan ini semua karnamu! kau pembawa sial, pergi!! aku tidak sudi anaku disentuh olehmu" Pekik Rayhan yang mendorong kasar tubuh Selena, sehingga Selena terjatuh ke lantai
"Om, maafkan aku om hiks.. hiks.. maafkan aku" Selena menangis, dia berusaha berdiri lalu bersujud di kaki Rayhan, karna dia mengabaikan ucapan Rayhan yang menyuruhnya untuk menjauhi anaknya
"Maaf,, maafmu sudah terlambat! anaku sudah mati, dan ini semua karenamu"
"Sekarang pergi!! dan jangan pernah menampakkan wajahmu di hadapanku!!
" Satu lagi!! jangan harap kau bisa membawa cucuku, walaupun aku tidak tahu dia anak kandung Vicky atau bukan, tapi Vicky sangat menyanyanginya "
"Pergi!!! " Bentak Rayhan membuat Vino yang berada di luar terkejut, segera dia berlari masuk kedalam ruang jenazah
"Kamu tunggu disini, aku akan masuk untuk mengecek didalam" Ucap Vino pada istrinya
"Iya by, aku akan menjaga baby R"
Setelah mendapatkan persetujuan, akhirnya Vino masuk ke dalam ruang jenazah,, alangkah terkejutnya Vino melihat Selena sedang berlutut di kaki Rayhan
"Om, jangan pisahkan aku dengan anakku, mau bagaimanapun Revan putraku, aku berhak atas putraku" Ucap Selena di sela tangisnya
"Berhak!! memangnya mau kasih apa cucuku hah! kau tidak punya apa-apa, dan keluargamu sudah membuangmu!!
" Aku tidak akan memberikan cucuku padamu, wanita murahan!! " Ucap Rayhan mendorong kakinya aagar Selena terjungkal
Saat Selena kehilangan keseimbangan, Vino dengan sigap menangkapnya, membuat Rayhan melebarkan matanya
"Kau membela dia!! setelah kematian Vicky! " Tanya Rayhan yang tidak percaya
"Sel, kau tenang saja, putramu akan tetap berada disampingmu, kau jangan fikirkan ucapan dia ya" Vino membantu Selena bangkit
"Ada aku, kau tenang saja" Sambungnya lagi
"Vino!! apa Ayah tidak salah dengar!! ingat karna wanita itu Vicky meninggalkan kita selama-lamanya" Ucap Rayhan yang tak percaya
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
...... #Happy Reading😘#.....
__ADS_1